Tuntas sudah dua hari paling memabukkan di bulan Februari. Keramaian menggila namun menyejukkan ditimpali keriangan dari para pengunjung dan crafter membaur menjadi satu. Mungkin Crafty Days edisi ke-8 ini masih mengusung hal yang sama seperti gelaran-gelaran Crafty Days sebelumnya. Semua adalah tentang gerakan DIY, tentang pergerakan kecil yang menolak untuk dilibas kepentingan-kepentingan industri skala besar.
Lalu apa menariknya ketika sebuah peristiwa selalu berulang dan berulang setiap tahunnya? Ini adalah tentang sebuah pesan yang memang selalu harus disampaikan. Crafty Days lalu semacam menjadi ruh yang terus berdiri menyampaikan kisah tentang sekumpulan kaum-kaum kreatif yang terus berjalan tanpa henti. Dalam delapan kali penyelenggaraannya, banyak crafter datang dan pergi silih berganti, banyak pula yang masih setia menetap.
Sebagai sebuah pergerakan, Crafty Days mencoba untuk memperlihatkan eksistensinya. Ia menjadi ajang pembuktian bahwa dari sesuatu yang kecil, segala sesuatu bisa menjadi besar jika konsistensi dan keinginan berada dalam genggaman. Well, dua hari mengagumkan ini telah berlalu, sampai jumpa tahun depan dengan kegilaan dan keseruan yang tidak kenal kata mati!
(Nugraha Sugiarta)
Tampilkan postingan dengan label craft fair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label craft fair. Tampilkan semua postingan
14.2.14
7.2.14
Mengapa Harus Ada Crafty Days
Yup, setelah berasyik ria tahun lalu, kali ini Crafty Days kembali digelar untuk ke delapan kalinya. Kemarin seorang teman bertanya, kenapa harus ada Crafty Days? Wow, ini pertanyaan maha sulit demi mengingat reputasinya yang konon pemikir kelas wahid. Saya hanya tersenyum kecil, ia lalu mengeluarkan senyum penuh kemenangan. Sesaat kemudian saya ajukan pertanyaan singkat, kenapa bertanya itu? Kenapa kamu mengingat Crafty Days dan menanyakannya? Kali ini ia tersenyum kecil dan saya tersenyum penuh kemenangan.
Saya lalu menerawang bak adegan sinetron. Mungkin Crafty Days, adalah keunikan sehingga ia layak dipertanyakan. Crafty Days adalah taman bermain yang jarang bisa ditemui sehingga ia layak ditelisik lebih jauh. Crafty Days pun bisa jadi adalah kumpulan keceriaan untuk berlari dari kejenuhan sehari-hari. Lebih radikal lagi, Crafty Days sangat mungkin tempat dimana siapa pun bisa bersentuhan lebih dekat dengan kebebasan, tempat dimana kamu akan menemui para crafter dan karya-karya yang dibuat dengan beragam imajinasi tanpa mengenal batas.
Menampilkan puluhan crafter serta beragam workshop memabukkan, tak ada salahnya mampir ke GIM, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandung. Catat, tanggal 8-9 Februari 2014. Mari mampir dan menggila bersama!
(Nugraha Sugiarta)
Saya lalu menerawang bak adegan sinetron. Mungkin Crafty Days, adalah keunikan sehingga ia layak dipertanyakan. Crafty Days adalah taman bermain yang jarang bisa ditemui sehingga ia layak ditelisik lebih jauh. Crafty Days pun bisa jadi adalah kumpulan keceriaan untuk berlari dari kejenuhan sehari-hari. Lebih radikal lagi, Crafty Days sangat mungkin tempat dimana siapa pun bisa bersentuhan lebih dekat dengan kebebasan, tempat dimana kamu akan menemui para crafter dan karya-karya yang dibuat dengan beragam imajinasi tanpa mengenal batas.
Menampilkan puluhan crafter serta beragam workshop memabukkan, tak ada salahnya mampir ke GIM, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandung. Catat, tanggal 8-9 Februari 2014. Mari mampir dan menggila bersama!
(Nugraha Sugiarta)
17.5.13
Crafty Days#7: Catatan dari Sahabat
Seperti tahun-tahun
sebelumnya, Crafty Days kembali bertegur sapa dengan hujan. Tentu, bukan
tentang hujan semata yang hendak dituangkan dalam tulisan ini. Crafty Days yang
minggu lalu memasuki edisi ke-7 dan berpindah lokasi dari Tobucil ke Gedung
Indonesia Menggugat masihlah Crafty Days yang mengusung semangat berkarya dan
kebersamaan, sama seperti edisi-edisi sebelumnya.
Saya tidak tahu pasti,
apa yang sebenarnya membuat Crafty Days berbeda dengan keramaian-keramaian
lainnya yang kerap saya kunjungi. Akan tetapi, tentu saya masih ingat betul apa
yang menyebabkan Crafty Days selalu seru untuk dikunjungi dan diamati. Di
setiap sudut ruangan, selalu tersaji hal-hal yang berbeda. Mulai dari pameran
foto yang sempat mengalami kericuhan karena katalog pameran yang raib entah
kemana. Ada pula workshop segala jenis craft mulai dari merajut sampai membuat
kolase. Lalu, jajaran meja sekiranya empat puluh buah penuh berdesak dengan
para crafter yang asyik menawarkan “amunisi” craftnya untuk diadopsi oleh para
pengunjung. Pun tak lupa, pertunjukan musik sore yang terus-menerus memainkan
nada-nada nan menggoda telinga.
Bagi saya, melihat
segala bentuk aktivitas dalam Crafty Days #7, adalah melihat bagaimana
interaksi antar manusia selalu menjadi gubahan melankolis romantis yang selalu
berulang pada tiap tahunnya. Interaksi itu pada akhirnya selalu membuahkan
persahabatan yang terus bertambah dan membesar pada setiap tahunnya. Saya
yakin, sebagian dari pengunjung Crafty Days#7 adalah para pengunjung setia yang
tak mau melewatkan kesempatan untuk bercengkerama dengan kawan lama. Di sisi
lain, kawan baru bermunculan, mencoba bergabung menjadi bagian dari kisah
klasik yang terus berulang tanpa pernah berhenti.
Saya rasa, tak perlulah
kiranya berbasa-basi dengan mengatakan sampai jumpa tahun depan atau see you
soon. Dalam melankolia yang saya miliki, siapapun yang kemarin sempat bertegur
sapa telah menanam benih persahabatan yang akan disemai setiap harinya. Sama
seperti hujan yang tidak pernah mengenal lelah mengguyur bumi. Membasahi tubuh
sekaligus mengingatkan tentang pertemuannya dengan bumi yang tidak ada kata
berhenti. Seperti kita, aku dan kamu, yang akan menjumpai Crafty Days tahun
nanti tanpa perlu mengucap janji pertemuan karena semua telah melebur menjadi
satu bagian yang sudah terlalu erat dan harus kembali bersinggungan. So long,
Mate! Senang selalu menapak jalan bersama kalian!
10.5.13
Mari Meluncur ke Crafty Days #7!
Wow, tak terasa Crafty
Days Edisi ke tujuh hanya tinggal dalam hitungan jam. Saya membayangkan, saat
ini para crafter yang akan membuka lapak di gelaran tersebut mungkin sedang
super sibuk melakukan persiapan akhir dengan tumpukan karya-karya yang dijamin
menggairahkan. Lalu, di titik lain di muka bumi, manusia-manusia yang berminat
hadir tengah cermat menghitung isi dompet agar dapat membawa pulang
bergantang-gantang kreativitas. Di bagian lain, kesibukan yang sama mungkin
tengah menerpa. Tukang parkir yang menerka-nerka rejeki, kios rokok di depan
jalan yang mulai membayangkan pembeli, atau sepasang kekasih yang mungkin menjadikan
Crafty Days sebagai salah satu jejak langkah rindu asmara di akhir minggu.
Crafty Days, tak bisa
dipungkiri, selalu menciptakan kisah-kisah unik yang seringkali muncul jauh di
luar jangkauan imajinasi. Saya ingat betul, tahun lalu, di tengah keramaian
Crafty Days, hujan mengganas. Namun semangat tetap terpompa. Apa lacur, siapa
yang sudi menyingkir dari keramaian menakjubkan seperti itu. Harum tanah basah
menjelma menjadi wewangian yang syahdu menyatu dengan penuh kehangatan.
Itu satu tahun yang
lalu. Telah membingkai dalam kenangan yang cukup sulit terlepas dari
simpul-simpul ingatan di kepala. Tahun ini, pasti jauh lebih menyenangkan.
Dengan tempat yang lebih representatif alias di dalam ruangan dan tidak akan
terganggu dengan godaan sang hujan yang mungkin memilih untuk kembali
bermain-main plus sekadar menyapa.
So, what is in your
mind? Meluangkan waktu untuk mampir dan bersenda gurau? Asyik mengikuti
berbagai workshop seru sambil memilah-milah karya mana yang harus dimasukkan ke
tas? Bertemu kawan-kawan lama yang akan juga menyempatkan diri berkunjung?
Semua pilihan tersedia dengan penuh kegemilangan. Jadi jangan lupa, 11-12 Mei
2013 langsung saja meluncur ke Gedung Indonesia Menggugat (GIM) di Jalan
Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung. Mari menikmati keceriaan Crafty Days #7!
11.5.12
Crafty Days : Merayakan Perayaan
Tak kurang dari 15
stand berdiri. Pernak-pernik super menarik nan menakjubkan itu terhampar dengan
gilang-gemilang dan begitu penuh laksana hamparan pasir di taman bermain masa
kanak-kanak. Pekarangan Tobucil yang biasanya dipenuhi kendaraan yang terparkir
dan tak terlalu luas itu lalu seolah menyempit dengan keramaian khas ala Crafty
Days yang saban Mei di tiap tahunnya selalu menjadi rutinitas.
Satu hal yang pasti, lagi-lagi
hujan menerpa Crafty Days yang telah memasuki tahun ke-6. Meski di hari pertama
sempat terselamatkan dari air-air langit yang menurut gosip-gosip urung
tercurahkan karena bersamaan dengan adanya pertandingan bola di lapangan
Siliwangi yang memang bersebelahan dengan Tobucil. “Pawang hujannya oke punya,”
bisik seorang teman menerka-nerka. Namun, Persib, tim bola yang bermain hari
itu, bukanlah Suju yang bisa menggelar pertunjukannya secara nonstop. Tak ada
lagi pertandingan di keesokan harinya. Air-air langit tersebut akhirnya
menurunkan tuahnya di hari berikutnya. Seperti biasa, hectic pun merebak. Keriuhan melanda, meski tak sampai terjadi
huru-hara.
Hujan memang tak pernah
bisa menghentikan Crafty Days. Meski berbasah-basahan, meski pengunjung sempat
mereda seiring derasnya sang hujan, puluhan senyum tak lepas merekah. Saya yang
datang beberapa detik sebelum hujan mengguyur lalu memerhatikan dengan seksama.
Crafty days adalah bazar? Ya. Namun yang lebih tepat lagi, Crafty Days adalah
perayaan. Semua orang merayakan sesuatu hari itu, Para crafter, pengunjung,
sampai Si Ting-Ting, kucing liar yang kerap berkeliaran di Tobucil pun
merayakan sesuatu dengan menikmati makanan-makanan sisa yang terserak di salah
satu sudut Tobucil. Dan hujan adalah bagian dari perayaan tersebut, sesuatu
yang sulit dipungkiri.
Lalu, apa itu perayaan?
Bagi saya, perayaan adalah sesuatu yang kita nikmati dengan penuh
sungguh-sungguh. Ketupat lebaran adalah perayaan, menikmati sudut kota dengan
kekasih pujaan adalah perayaan, pun demikian halnya dengan Crafty Days. Apa
yang dirayakan dan siapa yang merayakan bukanlah hal yang terlalu sulit untuk
ditebak. Baik Crafty Days maupun manusia-manusia yang berada di dalamnya adalah
bagian dari perayaan dan merayakan.
Riuh rendah para pelakon di dalamnya
kemudian mengandung dua makna perayaan yang secara kasat mata terlihat jelas.
Merayakan Crafty Days sekaligus pula merayakan diri sendiri. Merayakan
keberadaannya sebagai sebuah bagian dari perayaan tersebut. Mungkin terlalu
berlebihan, namun Crafty Days pada akhirnya memang menjelma menjadi sebuah hari
raya. Hari raya yang satu ini tak perlu baju baru atau bingkisan-bingkisan
hadiah. Ia hanya perlu kamu, saya, kita, dan sedikit hujan sebagai bagian dari
ritual sang hari raya. Selamat berhari raya kawan-kawan. Mungkin di tahun depan
kita masih akan menjumpai hari raya yang sama. Ah, pasti. Pasti di tahun depan
kita akan menjumpai hari raya yang sama. Meriuh dalam keramaian paling
mengagumkan.
18.4.12
Bergembira Bersama di Crafty Days #6, @tobucil 5-6 Mei 2012
Sekilas Mengenai Crafty Days Tobucil & Klabs
Berawal dari keinginan untuk membangun sebuah ruang berkegiatan bersama yang bertujuan mendukung gerakan literasi di tingkat local, Tobucil & Klabs memulai kegiatannya di Bandung, sejak 2 Mei 2001. Mulanya, kegiatan-kegiatan Tobucil & Klabs berfokus pada literasi dalam arti membaca, menulis dan apresiasi. Kegiatan-kegiatan seperti klab baca, klab menulis, pemutaran film, bedah buku, menjadi kegiatan yang rutin di selenggarakan oleh Tobucil & Klabs.
Kepindahan Tobucil & Klabs ke Jalan Aceh No. 56 Bandung, menjadi momentum bagi Tobucil & Klabs, untuk mengevaluasi dan mereposisi dukungannya terhadap gerakan literasi di tingkat lokal. Untuk itu, sejak tahun 2007, Tobucil & Klabs merumuskan kembali tujuannya dengan menjadikan literasi sebagai bagian dari keseharian. Bagi Tobucil & Klabs, literasi tidak hanya menyangkut persoalan keberaksaraan saja, namun terkait pula dengan persoalan bagaimana setiap individu dapat mengaktualisasikan diri dan berkontribusi pada perubahan. Untuk mencapai tujuan barunya ini, Tobucil & Klabs menerjemahkannya melalui kegiatan-kegiatan hobi yang dapat mengembangkan kapasitas individu dalam proses aktualisasi diri. Tobucil & Klabs percaya ketika individu memahami potensi-potensi dalam dirinya dan memiliki keberanian untuk mengaktualisasikannya, individu dapat mengambil perannya dalam perubahan sosial di sekelilingnya.
Di samping kegiatan keberaksaraan yang masih berlangsung sebagai program reguler Tobucil & Klabs, seperti: Klab filsafat, klab baca, klab klassik, serta kelas-kelas seperti kelas filsafat, kelas menulis & sastra, kelas penulisan feature, kelas public speaking, kelas, foto cerita_ Tobucil & Klabs juga mengembangkan kegiatan hobi seperti klab merajut, kelas scrapbook, kelas cat air, kelas menjahit dan kelas-kelas hobi lainnya yang melibatkan para pelaku hobi untuk saling berbagi pengetahuan di Tobucil & Klabs.
Pengembangan kegiatan hobi, mendorong Tobucil & Klabs untuk menyelenggarakan sebuah acara tahunan sebagai wadah pertukaran dan pengembangan pengetahuan, potensi, solidaritas sosial dan semangat entrepreneurship dikalangan para penggiat hobi dan craft. Untuk itu, sejak tahun 2007, Tobucil & Klabs menyelenggarakan acara tahunan yang diberi nama Crafty Days. Pada acara tersebut, para crafter dapat memasarkan kreasinya lewat bazaar handmade, berbagi ilmu dan pengalaman lewat workshop dan craftypreneur forum dan apresiasi melalui kegiatan pameran dan musik sore.
Crafty Days # 6, 2012
Tahun 2012 menjadi tahun ke 6 penyelenggaraan Crafty Days. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Tobucil menseleksi 15 peserta dari 35 peserta yang mendaftar, untuk mengikuti bazaar handmade di acara Crafty Days #6. Seleksi ini dilakukan untuk menampilkan karya-karya handmade dengan desain dan kreativitas yang baru setiap tahunnya. Harapannya melalui kegiatan bazaar handmade tahunan, para crafter termotivasi untuk terus melakukan eksplorasi dan inovasi dalam karya-karya handmadenya setiap tahun.
Bazaar Handmade Crafty Days # 6 2012 diikuti oleh:
Bengkel Kriya imut, Ideku Handmade, Cemprut, WAWBAW series, Paperpleased, Bagus Bagus Wrapping, Simalakamma, Gondangdia After Work, Miming & Meyliana, Scrappetizer Scrapbooking, Lililine, Journ(al)ey, Kiniakara, Lets Go Press & Sekarepe, Cinnabar, Vitarlenology, By Hand Kinkin & The Mogus, Papermoon Puppet Theatre, Kuwaci Kecil, Tobucil Handmade, De Waroeng Featuring: Pastrified, warcil, angkringan distro.
Workshop
Selain kegiatan bazaar handmade, Crafty Days setiap tahunnya di isi dengan kegiatan workshop untuk para pengunjung yang hadir. Untuk tahun ini workshop yang akan diselenggarakan adalah:
Sabtu, 5 Mei 2012
Pk. 10.00 - 12.00 modular origami . merajut bersama klab merajut
Pk. 13.00 - 15.00 WIB Scrapbooking bersama ria nirwana *)
Pk. 15.30 - 17.30 WIB Puppet lantern bersama papermoon puppet theatre *)
Minggu, 6 Mei 2012
Pk. 10.00 - 12.00 Puppet lantern bersama papermoon puppet theatre *)
merenda bersama klab merenda tobucil & Klabs
*) workshop dibatasi maksimal 20 orang peserta. setiap peserta harus mendaftar & membayar biaya pendaftaran (untuk bahan) Rp. 25.000/peserta silahkan mendaftarkan diri ke: Tobucil & klabs jl. Aceh No. 56 Bandung teLP. 022 4261548
Craftypreneur Forum
Minggu, 6 Mei 2012, Pk. 13.00 – 15.00
Craftypreneur Forum merupakan forum berbagi pengetahuan dan pengalaman dari para crafter yang menjadi peserta bazaar, kepada para pengunjung yang mengikuti forum ini. Tema untuk tahun ini adalah “Kalau Bisa Bikin Yang Beda, Kenapa Harus Bikin Yang Sama?”
Tema ini akan mengangkat persoalan prose’s kreatif para crafter dalam menemukan karakter dan kekuatan desain dalam produk-produk handmade
Musik Sore Spesial
Minggu, 6 Mei 2012, Pk. 16.00 - 18.00
Kegiatan Crafty Days setiap tahunnya, selalu ditutup dengan pertunjukan musik dari musisi-musisi lokal, dimana pengunjung dapat lebih mengenal bakat-bakat baru di komunitas musik Bandung dan sekaligus mengapresiasi karya-karya mereka.
Pada Musik Sore Spesial Crafty Days #6 akan menampilkan:
Seeblink,Mr. Bean and The Teddy Bear, Tesla Manaf & Rudy Aru, Ririungan Gitar Bandung
Seluruh rangkaian kegiatan Crafty Days diselenggarakan pada:
Sabtu & Minggu, 5 & 6 Mei 2012
Pk. 09.00 – 18.00
Bertempat di Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
Telp. 022 4261548
Informasi kegiatan:
twitter: @tobucil
fb: Tobucil N Klabs
Media Partner Crafty Days #6 :
Langganan:
Postingan (Atom)








