Tampilkan postingan dengan label Do It Yourself Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do It Yourself Project. Tampilkan semua postingan

2.6.15

Lebih Artistik Dengan Teknik Cetak Manual


Empat belas orang berkumpul di meja Tobucil, terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok duduk berhimpitan, sementara pandangan mata tertuju pada dua mesin yang mirip dengan mesin giling kue. Bukan kue yang mereka giling melainkan kertas.

Para peserta workshop letter press di Tobucil itu dengan sabar menunggu giliran untuk mencoba mencetak kertas dengan cara kuno. Sambil menunggu, mereka ikut memperhatikan peserta lain menggunakan berbagai plat yang disediakan oleh Tarlen Handayani dan Suryanti sebagai fasilitator.

Saat kertas mulai terbentuk sesuai dengan plat yang mereka gunakan, antusiasme peserta pun makin meningkat. Mereka kembali mencoba mencetak dengan plat lain. Mereka juga berimprovisasi dengan tinta yang digunakan. Beberapa peserta bahkan mencoba mencetak kertas tanpa tinta (emboss).

Mencetak kertas dengan mesin letter press ini cukup membantu para crafter. Terutama para penyuka paper crafting. Bagi Suryanti yang akrab dipanggil Isur, mencetak kertas dengan cara kuno itu membawa kepuasan tersendiri. Terlebih hasilnya pun lebih artistik ketimbang mesin cetak digital.

“ Dengan letter press ini, kita juga bisa berkreasi sendiri sesuai dengan selera,” katanya.
Pada awal kemunculannya, mesin letter press ini berupa rangkaian dari besi kokoh. Ukurannya sedikit lebih besar dari mesih jahit antik. Selain kurang praktis, butuh tenaga ekstra untuk menggunakannya. 

Kelebihannya, mesin letter press besar ini lebih mudah digunakan untuk mencetak dalam jumlah banyak.
Seiring dengan perkembangan jaman, mesin letter press pun ikut bertransformasi. Bentuknya terlihat lebih manis sesuai dengan ukurannya yang mini. Tentunya hal tersebut membuat para crafter lebih gembira karena mereka bisa membawanya dengan mudah dan menyalurkan ide-idenya di manapun mereka suka. Meskipun begitu, mesin portable yang juga bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis kartu itu tidak bisa digunakan untuk mencetak dalam jumlah banyak.

Berkreasi dengan mesin cetak mini ini membutuhkan berbagai alat pendukung. Pendukung utamanya tentu saja kertas. Isur menyarankan untuk menggunakan kertas yang beratnya di atas 200  gram. Alat lain yang dibutuhkan untuk mencetak adalah tinta dengan aneka warna serta plat dengan berbagai bentuk.
“Biasanya toko yang menyediakan peralatan membuat scarpbook juga menyediakan plat-plat dari rubber. Tapi kalau mau yang berbeda, kita bisa memesannya di tempat percetakan,” ujarnya.

Isur yang semula membeli mesin letter press portable hanya untuk kebutuhan pribadi, kini ikut memasarkannya di toko Scrappetizer Craft & Craft miliknya di Jalan Ciumbuleuit. Dia berharap, teman-teman yang memiliki hobi serupa dengannya bisa berkreasi lebih banyak dengan teknik cetak kuno dari tempatnya.

Salah satu peserta workshop yang terpikat dengan teknik cetak kuno ini adalah Sirom. Ketertarikan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional itu pada letter press sudah terjadi sejak dirinya membeli note book Vitarlenology.

“Awalnya saya beli note book yang di print. Waktu itu saya beli di Kineruku, kemudian saya ke Tobucil dan makin tertarik setelah melihat note book yang menggunakan letter press,” ujarnya.
Saat Tobucil membuka workshop letter press, Sirom pun langsung mendaftar. Hasilnya, dia terpikir untuk membuat kartu undangan sendiri. (megha)


21.1.15

Locavore: Jika Bisa Makan Yang Lokal, Kenapa Harus Makan Yang Impor?

Tanggal 4 Januari 2015 lalu, Aliansi Untuk Desa Sejahtera bekerjasama dengan Tobucil & Klab menyelenggarakan pameran, workshop dan diskusi dengan tema Pangan Lokal. Acara ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan pangan lokal.


Siapa yang mengira 'Mocav' adalah nama jenis tepung singkong. Dari namanya, orang bisa dengan mudah mengira ini sejenis nama makanan impor. Selama ini, tidak banyak orang menggunakan jenis tepung lokal ini untuk bahan olahan makanan.  Padahal mokav adalah bahan olahan pangan asli Indonesia selain tepung sukun, gayong atau sagu.

Selama ini tepung sebagai bahan pangan, di dominasi oleh tepung terigu yang berbahan gandum yang di impor dari luar negeri.  “Banyak kuliner yang booming di Indonesia, tetapi bahan dasarnya impor. Bahan-bahan pangan lokal kini harus bersaing ketat dengan bahan import, padahal negara ini kaya. Isu pangan ini sudah menjadi bagian dari hak asasi manusia yang harus diperjuangkan,” jelas Tejo Wahyu Jatmiko, Koordinator Nasional Indonesia Berseru dan juga penggiat Aliansi Untuk Desa Sejahtera. 

Berdasarkan data BPS pada 2003 hingga 2013, pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar 10 persen atau sekitar 130 triliun rupiah dari APBN hanya untuk mengimport kebutuhan pangan seperti terigu, beras, gandum, jagung. Tejo Wahyu Jatmiko berpendapat isu pangan menjadi satu masalah yang perlu dipecahkan. Menurutnya,  jika tidak segera bertindak, maka Indonesia akan berubah dari negara penghasil menjadi negara pengimpor.

Mengubah pola makan seperti inilah yang terus dikumandangkan oleh Indonesia Berseru. Tujuannya hanya satu, supaya Indonesia tidak berubah menjadi negara kaya yang kerap mengimpor kebutuhan pokok. Misalkan, mokav bisa menjadi bahan dasar untuk membuat brownie, bakpao, dan cake roll. Bahkan tepung sukun bisa menjadi pengganti untuk membuat kroket. Meskipun  dibuat dari bahan tepung lokal, cemilan-cemilan ini tidak kalah lezat di banding ketika dibuat dari bahan terigu.



“Produk lokal kita tidak kalah dengan produk import, tepung-tepung lokal kita juga bisa digunakan untuk membuat panganan kelas internasional. Tapi kenapa kita harus selalu bergantung pada produk import?” ujar Program Manager Indonesia Berseru, Ida Ronauli dalam acara Bincang Sore, Locavore 100% Local Food yang diselenggarakan di Tobucil & Klabs, awal Januari lalu.

Ida juga berpandangan, berbagai macam tepung asli Indonesia juga lebih memiliki keunggulan, yakni  ramah terhadap tubuh. Artinya, kandungan karbohidratnya lebih rendah ketimbang terigu lantaran terbuat dari umbi-umbian.

Sumber: Materi Presentasi Tejo W.J. - Aliansi Untuk Desa Sejahtera - Perkumpulan Indonesia Berseru dari data BPS
Bukan hanya terigu saja yang memungkinkan untuk diganti dengan tepung lokal. Makanan pokok masyarakat Indonesia juga perlu diubah, dari nasi ke umbi-umbian.  Selain lebih menyehatkan, umbi-umbian juga tahan dengan kondisi iklim di Indonesia. “Iklim di Indonesia kan mulai berubah drastis. Kemaraunya lebih panjang dan sangat panas, sementara ketika hujan, curahnya makin tinggi. Dan hanya umbi-umbian yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca seperti itu,” tambah Ida.

Sumber: Materi Presentasi Tejo W.J. - Aliansi Untuk Desa Sejahtera - Perkumpulan Indonesia Berseru dari data BPS
Hanya saja mengubah cita rasa impor ke cita rasa lokal, bukanlah hal yang mudah. Pola pikir masyarakat Indonesia sudah terlanjur dimanjakan dengan berbagai prodak import demi tujuan kepraktisan. Masyarakat kekinian juga kerap mengganggap, makanan dari umbi-umbian berada pada kasta terendah. “Anak-anak sekarang memiliki pemikiran sendiri, bahwa umbi-umbian adalah makanan kelas rendah yang biasa dimakan supir dan pembantu di rumahnya. Nah, ini juga jadi tantangan untuk mengubah pola pikir mereka, bahwa sebenarnya umbi lebih baik ketimbang kentang goreng,” tegas Ida. (Mega/TH)


Locavore = orang yang mengkonsumsi produk-produk lokal.

Baca tulisan terkait lainnya:

Locavore: Workshop Buku Resep Kolektif 'Menjaga Pengetahuan, Mewariskan Rasa'

Tanggal 4 Januari 2015 lalu, Aliansi Untuk Desa Sejahtera bekerjasama dengan Tobucil & Klab menyelenggarakan pameran, workshop dan diskusi dengan tema Pangan Lokal. Salah satu yang menjadi kegiatan di acara ini adalah workshop book binding membuat buku kumpulan resep bersama vitarlenology.  

Setiap peserta membawa minimal satu resep masakan favoritnya dan menuliskannya kembali dengan tulisan tangan mereka masing-masing dalam secarik kertas. Kemudian lembaran-lembaran resep tulisan tangan ini dipindai, di susun lalu di cetak dengan mesin printer dan setelah itu di jilid dengan teknik 'jahit sederhana'. Setiap peserta  yang berpartisipasi dalam workshop ini, membawa satu salinan buku kumpulan resep.

Selama ini, kita seringkali menerima begitu saja makanan yang tersaji di atas meja, tanpa berpikir bagaimana makanan itu tersaji. Dan seringkali pengalaman rasa itu hilang ketika orang yang memasaknya sudah tidak ada lagi. Dengan mencatat resepnya dan pengetahuan rasa itu bisa terjaga dan di teruskan  dari generasi ke generasi.

Kembali ke bahan pangan lokal juga berarti kembali mengumpulkan dan mencatat kembali rasa dan ingatan yang 'lokal' itu, mengumpulkan dan mencatat pengetahuannya. Dan itu bisa dimulai dari apa yang biasa dimakan di rumah, bisa dimulai dari mengumpulkan dan mencatat resep-resep masakan rumah. Yuk..! (TH)

Baca tulisan terkait lainnya:

Locavore: Fakta-fakta Seputar Tempe


Locavore: Resep-Resep Cemilan Dari Tepung Mokav dan Tepung Ketan Hitam

Tanggal 4 Januari 2015 lalu, Aliansi Untuk Desa Sejahtera bekerjasama dengan Tobucil & Klab menyelenggarakan pameran, workshop dan diskusi dengan tema Pangan Lokal. Di acara tersebut hidangan-hidangan cemilan buatan Relsa Kukis dari bahan tepung non gandum (mokav, sukun, tapioka, beras) tersaji dan menemani diskusi sore yang berlangsung hangat dan akrab. Yang belum sempat mengicipi cemilan-cemilan lezat ini, Kenti Prahmanti dari Relsa Kukis berbagi resep cara membuat hidangan-hidangan ini. Selamat Mencoba :)


Brownies Mokav

Bahan:
125 gr  Palm Suiker/gula palem
75   gr  Gula Pasir
250 gr  Dark Cooking Chocolate/DCC  (cincang)
125 gr  Butter/Margarine
250 gr  Tepung Mokav (tepung berbahan singkong yang sudah di olah)
125 gr  Minyak Sayur
25   gr  Coklat bubuk
4  butir Telur
Almond/kenari/oreo/kacang mete secukupnya

Cara Membuat:
1. Masukan Dark Cooking Chocolate + butter dalam mangkok kaca, taruh di atas panci yang berisi air. Panaskan hingga lumer.
2. Dalam mangkuk terpisah, kocok gula palem + gula pasir + telur. Kocok kurang lebih 10 menit (Jangan sampai putih dan kental).
3. Masukan DCC yang sudah di lumerkan ke dalam mangkuk kocokan gula palem, gula pasir dan telur. Lalu kocok sampai merata.
4. Setelah itu tambahkan tepung mokav + coklat bubuk, bergatian dengan minyak sayur. Kocok sampai tercampur rata. 
5. Masukan ke dalam loyang yang telah diolesi mentega. 
6. Taburi adonan yang sudah siap di panggang dengan almond/kenari/oreo/kacang mete.
7. Panggang pada suhu 180 derajat celsius hingga matang, kurang lebih 40 menit.

Hasil adonan ini untuk 2 loyang brownies.

---

Bolu Gulung Mokav

Bahan:
5  butir telur
3  kuning telur
50 gr Gula pasir
75 gr Tepung mokav
125 gr mentega di cairkan
1 sendok teh SP (bisa diperoleh di toko bahan kue)

Cara membuat:
1. Kocok telur + gula pasir + tepung mokav + SP menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi hingga putih dan kental.
2. Masukan mentega yang telah dicairkan, aduk rata.
3. Siapkan kertas roti dan olesi dengan minyak loyang atau mentega
4. Masukan adonan ke dalam loyang 30 x 30 cm yang telah di lapisi oleh kertas roti.
5. Panggang pada suhu 180 derajat celsius hingga adonan matang berwarna coklat kekuningan. Kurang lebih 50 menit.
6. Angkat  adonan, dinginkan.
7. Siapkan kertas roti lain. Balikan adonan di atas kertas roti lain. Lepaskan kertas roti yang menempel pada adonan yang telah matang. Olesi adonan tersebut dengan selai atau krim, lalu gulung .
---

Risoles Kornet Keju

Bahan:
300 gr tepung beras + 150 gr tepung tapioka + 50 gr tepung maizena  --> campur lalu di ayak jadi satu.
4 butir telur
400 cc susu cair
2 Sendok Makan Mentega dicairkan
garam secukupnya
250 gr tepung panir

Isi:
1 kaleng kornet
100 gr keju ceddar parut

Cara Membuat:
1. Aduk campuran tepung + garam secukupnya, aduk tambahkan susu cair sedikit demi sedikit. Aduk menggunakan pengaduk adonan 'ballon whisk' hingga rata. 
2. Tambahkan telur. Aduk rata.
3. Masukkan mentega cair, aduk rata.
4. Panaskan pan, olesi minyak/mentega, masukkan adonan satu sendok sayur, ratakan hingga terbentuk kulit risoles. 
5. Setelah mendapatkan kulit risoles isi dengan satu sendok teh kornet dan keju parut, lipat lalu gulung. 
6. Celupkan risoles ke dalam adonan pencelup yang berupa kocokan telur, lalu masukan ke tepung panir.
7. Goreng dengan menggunakan minyak panas.

----

Cupcake Ketan Hitam

Bahan:
6 Butir Telur
250 gr Gula pasir
1 sendok makan SP
200 gr tepung ketan hitam + 50 gr Maizena  --> campurkan
250 gr butter di lelehkan.

Cara Membuat:
1. Kocok telur + gula + Sp hingga putih dan kental.
2. Masukkan campuran tepung ketan hitam + maizena, aduk.
3. Tambahkan butter cair, aduk hingga rata.
4. Siapkan loyang cupcake, beri paper cup.
5. Isi hingga 3/4 bagian saja.
6. Panggang pada suhu 160 derajat celsius (kurang lebih 30 menit).
7. Hidangkan. 

Anda juga bisa menambahkan krim pada bagian atas cupcake.

Butter Cream

Bahan:
125 gr mentega putih tawar
125 gr mentega putih asin
1/2 kaleng susu kental manis

Cara Membuat:
1. Kocok semua bahan hingga putih dan mengembang.
2. Masukkan ke dalam piping bag, dan keluarkan  di atas cupcake ketan hitam.
3. Taburi krim dengan sprinkle sugar atau cerry atau strawbery sesuai selera.


Baca tulisan terkait lainnya: 

Locavore: Fakta-fakta Seputar Tempe

3.10.14

Mari Membuat Lampion



Lampion merupakan salah satu lampu bergaya khas yang paling banyak dikenal dan diminati. Warna merah dan emas ciri khasnya itu, disebut-sebut sebagai warna pembawa keberuntungan. Lampion pun, sebagai salah satu bentuk lampu, memiliki makna khusus. Ia melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. Itu sebabnya, lampion selalu ada, terutama pada momen-momen besar, seperti Imlek. Namun, pada masa sekarang, penggunaan lampion ternyata telah pula merambah dalam keseharian. Bentuknya yang unik membuatnya tampak cantik sebagai interior untuk memperindah bagian dalam rumah. Lampu dari kertas ini bisa digantungkan di sudut ruang, atau dipasang di teras rumah sebagai penyambut tamu. Sebenarnya lampion terbuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana. Bagaimana, sih, sebenanya cara membuat lampu hias cantik tersebut? Ikuti langkah berikut ini!

Bahan dan Alat:
  • Bambu tali, belah-belah selebar 1cm, dan potong-potong dengan ukuran: 60cm (4 batang), 112cm (4 batang), 120cm (1 batang), 4cm (8 batang). Agar bambu lentur dan mudah dibentuk, rendam dalam air terlebih dahulu.
  • Kertas emas.
  • Plastik kaca ukuran 2cmx15cm.
  • Lem kanji atau sagu. Lem ini dapat dibuat dengan mudah. Caranya, campurkan sagu dan terigu (perbandingan 1/4:1). Kemudian campur dengan air, dan aduk hingga mengental.
Langkah pembuatan:
  • Buat lingkaran dari tiap batang bambu. Satukan kedua ujung bambu dengan plastik kaca, kemudian rekatkan dengan lem sagu. Hasilnya adalah lingkaran bambu berdiameter 15cm (4 buah), 28cm (4 buah), dan 35cm (1 buah).
  • Gabungkan 4 lingkaran berdiameter 28cm, menjadi rangka bola. Satukan kedua bagian lingkaran yang bersentuhan dengan tali dan lem sagu.
  • Masukkan rangka bola ke dalam lingkaran berdiameter 35cm. Posisi lingkaran tepat di tengah rangka. Ikat setiap sisi rangka bola, yang bersentuhan dengan lingkaran.
  • Gabungkan dua lingkaran 15cm, dalam posisi sejajar dengan jarak 4cm, hingga menjadi dua lingkaran ganda. Caranya dengan menempelkan empat batang kayu 4cm, masing-masing saling berhadapan.
  • Letakkan dua lingkaran ganda, masing-masing pada bagian atas dan bawah lampion. Ikat setiap batang 4cm dengan setiap rusuk bola, menggunakan tali.
  • Buat pola mal pada karton putih, berupa satu bidang trapesium rangka bola. Kemudian, lipat kertas minyak, menjadi 16 lembar. Letakkan mal di atas lembaran-lembaran tadi. Gunting kertas minyak, mengikuti pola mal. Lebihkan sisi-sisinya, dengan jarak 1cm dari garis pola.
  • Beri lem sagu pada setiap rusuk rangka bola. Mulailah menempelkan kertas-kertas minyak. Bungkus lingkaran-lingkaran ganda dengan kertas emas.
  • Terakhir, setelah seluruh permukaan tertutup, hias lampion dengan guntingan-guntingan kertas emas. Nah, lampion cantik pun kini siap dipasang dan membuat suasana rumah menjadi lebih hidup!
(Nugraha Sugiarta)

26.9.14

Bikin Pururu yukkkk

Karena banyak banget yang tanya bagaimana caranya membuat Pururu.. Niih... dibikinin. Tapi sebelumnya, saya minta maaf karena foto ga maksimal. alias seadanya, soanya kalau bikin pururu siang so pasti tangan si Tuan Muda ikutan mlulu, dan beberapa step jadi miss ada juga fotonya blur.. But it's ok... saya ini pecinta simpel, Pururu itu simpeeeel banget, jadi walau ada step yang ilang, pasti bisa kok... yuk get start..

 
Pertama, pilih dulu warna apa yang mau dipakai, ini biasa saya lakukan jadi ntar fokus mau maen di warna apa aja. Yang bisa gambar, digambar dulu deh mau pakai konsep apa.. kalau ga bisa seperti saya yo wes.. go with the hands aja... apa kata tangan aja. Klik di sini untuk baca selanjutnya 

Tutorial by Veve's World

19.9.14

Bunga Perca Flanel

Punya perca flanel warna warni ? Dibuang ? Sayang ya... Coba membuat bunga seperti berikut ini. Potong flanel seperti bentuk pada foto.  Potongan terkecil sekitar 1 x 1,5 cm.. yang kedua dan seterusnya dibuat semakin besar. 
Klik di sini untuk baca selanjutnya

Tutorial by MiniCutee
http://minicutee.blogspot.com/ 

5.9.14

Membuat Tempat Gunting



Yupp kita akan membuat tempat gunting sekaligus bantalan jarumnya. Foto-foto ini udah ada sejak lama, tutorial ini dibuat beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri kemaren, entah kenapa baru mau mejeng sekarang, harap maklum ya kalau fotonya agak gelap, karena dikerjakannya malam hari.Cara membuat dan bahannya sangan sederhana, kita juga bisa memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bermanfaat. 

Udah siap???
Yuk kita mulai...

Sediakan alat dan perlengkapan berupa gunting, jarum, benang, lem, pulpen, penggaris.

Sediakan juga bahannya berupa kain flanel dengan warna sesuai selera, kain perca katun/kain perca lain dengan motif sesuai selera, tali kancing, kardus bekas, gulungan lakban bekas, dan dakron, hmmm... So simple.

Klik di sini untuk baca selanjut :)

Tutorial by Happy Pelangi
http://www.happypelangifeltcraft.blogspot.com/
 

22.8.14

Laminated Snack Pouch (cara melaminasi kain versi terbaru)

Postingan ini adalah 'the story behind' atau cerita dibalik pembuatan snack pouch atau kantong kudapan buat ngemil anakku, Arza yang senang bermain di luaran tapi sambil ngemil. Mulanya ia suka menaruh cemilannya seperti kue, coklat, permen, potongan buah atau kerupuk di dalam plastik kresek kecil lalu diselip di pinggang celananya. Jadi kapanpun ia ingat ada cemilannya saat bermain, ia tinggal duduk dengan tenang lalu ngemil, lalu lanjut bermain lagi, tanpa repot-repot perlu bolak balik masuk ke rumah.

Agar kantong cemilannya tak cepat kotor dan mudah dibersihkan, maka saya buatlah kantong kecil yang waterproof, dengan cara melaminasi kainnya sendiri lalu dikreasikan menjadi kantong cemilan yang keren ini.
 

Di sini saya akan menjelaskan tentang cara melaminasi kain sendiri, tidak terlalu fokus pada cara membuat pouchnya. Karena membuat pouchnya ini sangat mudah sekali. Untuk ukuran, saya sesuaikan dengan motif kain yang tersedia.


Bahan-bahan yang digunakan :
1. Plastik laminating merek Happy Bear.
2. kain katun motif Ccumim Design untuk bagian depan, dan katun oxford warna biru untuk bagian belakangnya
3. Kain waterproof polyester sebagai lining atau dalamannya. Bahan ini seperti bahan untuk membuat payung. Tahan air, tipis, mudah dijahit dan tidak mudah lecek.
4. bahan pelengkap lainnya seperti mata ayam, tali cotton coated sebagai tali serutnya, dan pengatur tali serut.

Klik di sini untuk baca selanjutnya :)

Tutorial by Craftalova
http://craftalova.blogspot.com/

27.6.14

Ulik-Ulik Kemasan

Beberapa tahun terakhir ini, usaha rumahan atau yang lebih dikenal dengan istilah UKM begitu banyak bermunculan.Usaha-usaha yang bermain di wilayah kreatif pun tak mau kalah menunjukkan taringnya. Tentu produk atau karya yang dihasilkan nyaris semuanya memiliki keunikan yang seringkali tidak ditemui di pasar mainstream. Sempat saya bertukar kata dengan beberapa pelaku usaha kreatif ini dan sebagian mengeluhkan perihal konsumen yang kerap menyepelekan produk-produk mereka yang dianggap memiliki banderol harga yang terlalu mahal. "Kita bukan barang pabrik dan dibuat oleh tangan, tentu saja harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga toko. One of a kind," demikian salah satu ungkapan kekesalan yang seringkali terdengar.

Sangat mungkin, permasalahan terbesar yang menyebabkan produk itu hanya dipandang sebelah mata berkaitan dengan kemasan atau packaging. Produk yang unik sekalipun, jika hanya dimasukkan ke dalam plastik bening atau dus seadanya, seringkali justru menjatuhkan keunikan yang dimilikinya. Berbicara masalah kemasan adalah pula berbicara tentang kesan pertama yang ditangkap oleh mata pembeli.


Membuat kemasan bukanlah hal sulit. Pertama, pikirkanlah sesuatu yang unik dan kreatif. Bentuk kemasan harus menjadi pertimbangan, sesuatu yang secara seni bernilai indah dan secara fungsional terlihat kokoh serta tak merepotkan pembeli seperti sulit dibuka atau sulit dibawa. Selain itu, pastikan label dan beragam tulisan yang ada di dalamnya mudah dibaca. Tipologi menjadi penting karena konsumen seringkali hanya melihat selintas lalu sehingga tipologi yang rumit justru dapat menghilangkan minat mereka terhadap produk yang kita tawarkan.

Tak bisa dipungkiri, masyarakat kita adalah masyarakat visual, senang memahami sesuatu melalui gambar. Karena itu tampilkanlah gambar yang unik sesuai dengan branding yang ingin kita ciptakan. Jangan setengah-setengah dan seadanya karena  justru banyak orang memutuskan membeli sesuatu karena melihat gambar yang ada pada kemasan. Entah karena ia menganggap gambar tersebut lucu, unik, atau jarang ia temukan.

Satu hal terakhir, konten yang kita angkat di dalam kemasan haruslah memiliki relevansi dengan produk yang hendak kita pasarkan. Jangan sampai semisal kita membuat boneka namun kemasannya menampilkan gambar mobil. Tentu saja hal seperti ini dapat membingungkan nalar pembeli.
(Nugraha Sugiarta)

6.6.14

Saatnya Membuat Logo

Seringkali, saat seorang memutuskan untuk menjadi crafter, maka dengan penuh semangat 45 ia membuat segala macam kreativitas yang mampir di kepala. Puluhan karya lahir, pembeli berdatangan dan sekelebat kemudian terpikirlah nama brand yang cocok. Usai itu, muncul satu masalah pelik, membuat logo! Meski terkesan sepele, logo dapat dibilang sebagai salah satu elemen penting yang wajib dipikirkan dengan masak sehingga citra yang ingin kita tampilkan di dalamnya benar-benar mengena dan disukai banyak orang.

Pada dasarnya, membuat logo perlu kejelian dan insting khusus. Pangsa pasar menjadi penting untuk diperhatikan. Apakah kita mengincar kelompok umur dengan kestabilan ekonomi? Jika iya, perlu dibuat logo yang elegan dan tidak terlalu menonjolkan warna mencolok, berbanding terbalik jikalah pangsa pasar kita misalnya saja kelompok muda penuh gairah. Tentu saja logo bergaya santai dan tidak terlalu terkesan formal dapat menjadi pilihan. Satu tips yang kerap berhasil namun kerap pula dilupakan adalah kesederhanaan. Buatlah logo dengan simple karena logo yang terlalu kompleks, meski bagus secara desain, justru sangat sulit diingat dan kerap dianggap tidak menarik.

Berikutnya, logo tak melulu harus menggambarkan apa yang kita jual. Lihatlah logo-logo perusahaan besar semacam Apple atau Nike yang justru menampilkan logo yang tidak menjelaskan apa produk yang mereka jual. Bagaimana jika ingin membubuhkan teks pada logo? Sebisa mungkin, buatlah teks yang diinginkan berada di luar logo agar bentuk logo terlihat utuh.

Selanjutnya, satu hal penting yang seringkali terlupakan adalah permasalahan aspek ratio dari logo itu sendiri. Aspek ratio berbicara mengenai hubungan antara tinggi dan lebar logo. Desain logo yang terlalu tinggi atau terlalu lebar selalu buruk dilihat secara visual. Intinya, buatlah logo yang dapat selalu fit ketika dimasukkan ke berbagai media peletakan logo. Terakhir warna bukanlah segala-galanya. Pemakaian warna yang berlebihan justru akan melelahkan mata pelihatnya, Gunakan warna yang benar-benar sesuai dengan karakter produk yang kita buat.
(Nugraha Sugiarta)


4.10.13

Mari Membuat Kertas Daur Ulang

Kertas sejatinya adalah dilema. Semakin banyak manusia di muka bumi, semakin banyak kertas dibutuhkan di dalam keseharian dan semakin banyak kertas, akan semakin banyak pula pohon-pohon yang merupakan bahan dasar pembuatan kertas harus menyerahkan nyawanya. Namun, tentu saja penggunaan kertas tidak dapat dihindari. Fungsinya cukup vital. Pun demikian halnya para crafter yang kerap menggunakan kertas dalam berkreasi. Istilah kertas daur ulang lalu muncul untuk menandakan penggunaan kertas bekas yang telah diolah sedemikian rupa sehingga dapat digunakan kembali. 

Nah, untuk pembuatan kertas daur ulang sendiri sebenarnya bukanlah hal sulit. Alat yang dibutuhkan pun sangat sederhana. Berminat membuat sendiri? Siapkan blender, batu bata, kain bekas,screen (cetakan), baskom, dan tentu saja kertas bekas. 


Pertama yang harus dilakukan adalah menyobek-nyobek kertas menjadi ukuran kecil dan rendam selama satu malam agar kertas menjadi lunak. Setelah itu, blender kertas yang telah direndam tersebut. Kertas yang telah diblender dan menjadi bubur lalu dimasukkan ke dalam baskom dan dicampur air dengan perbandingan 1:3. Untuk mempercantik, rendaman tersebut dapat dicampur dengan pewarna alami sesuai dengan warna yang nantinya diinginkan.

Selanjutnya, masukkan screen ke dalam baskom dan untuk menyaring bubur kertas yang telah bercampur dengan air tersebut dan letakkan di atas kain screen. Tutup screen tersebut dengan kain dengan triplek di atasnya dan tumpangkan batu bata sebagai pemberat. Tunggu sampai screen tersebut kering dan angin-anginkan bubur kertas untuk melakukan pengeringan lebih lanjut. Jangan pernah mencoba untuk memaparkannya di atas sinar matahari secara langsung dalam proses pengeringan. 

Dan setelah kering? Simsalabim! Kertas daur ulang siap digunakan untuk bahan dasar membuat karya-karya handmade.
(Nugraha Sugiarta)

20.3.11

Cara Menjahit 'Hobo Totebag Bolak Balik'


Masih ingat Charlie tottebag atau Hobo totebag yang pernah aku buat? Dan masih inget juga kan kain handmade karya  Polaku yang aku dapat beberapa bulan lalu. Karena lagi semangat membuat tutorial, kain dari Polaku itu aku bikin hobo totebag bolak balik. Caranya begini:

Pertama-tama, potong kain dengan bentuk seperti ini. Sebenernya ga harus seperti ini juga, bentuk bawah bisa sesuai selera, mau kotak aja juga bisa, yang penting bagian pegangannya ga terlalu sempit ketika tangan dimasukkan ke lubang tengahnya itu. Ada guntingan bagian bawah membentuk sudut, tujuannya untuk memberi volume pada totebagnya nanti, biar ga terlalu flat bawahnya. Jadi potonglah, dua macam kain dengan ukuran dan pola yang sama, masing- jenis dan corak dua lembar jadi total semuanya ada 4  lembar kain (untuk bagian luar dan dalam). Lebih lanjut baca di sini.

13.3.11

Sabuk Dari Pembuka Kaleng Minuman

Aku menemukan sekantong pembuka kaleng minuman yang sempat aku kumpulkan. Waktu mengumpulkannya aku ga tau, benda kecil ini mau dibikin apa. Akhirnya hari ini menemukan idenya, dibikin sabuk aja. Di jalin dengan tali warna warni, jadi deh sabuk unik. Mau tau cara bikinnya?
 Bahan yang diperlukan: Pembuka kaleng minuman (100 pcs), 2 utas tali yang cukup kuat dengan panjang 150 cm.

1.  Sisakan tali kira-kira 25cm sebagai ekor yang menjuntai lalu kat tali pada setiap sisi lubang pembuka kaleng. 

Tahapan selanjutnya, baca di sini

7.3.11

Membuat Pin & Magnet Dari Tutup Botol

 
Sudah sejak lama aku memikirkan soal tutup botol yang menumpuk berkardus-kardus di tobucil. Benda kecil ini termasuk benda 'dibuang sayang'. Sempet menemukan tutorial untuk bikin magnet dan pin dari tutup botol, tapi menggunakan resin, bahan kimia yang baunya aja udah bikin sakit kepala. Mikir lagi, gimana ya tetep bisa bagus tapi penggunaan bahan-bahan beracun dan berbahayanya lebih sedikit atau malah ga ada sama sekali. Akhirnya pin dan magnet yang begini ini yang kepikiran olehku. Alphabetical pin dan magnet. Seru kan. Bisa bikin A sampai Z, trus sekalian juga ini magnet atau pin jadi media belajar buat anak-anak menyusun huruf di rumah. Oya, kalau teman-teman membutuhkan tutup botol, silahkan datang aja ke tobucil, dengan senang hati kami akan membaginya secara cuma-cuma, sebanyak yang teman-teman mau (karena stok yang tersimpan di tobucil emang banyak banget dan terus bertambah setiap hari.. secara jualan minuman dingin juga di tobucil.. :D)

 
Bahan yang dibutuhkan: Tutup botol, kancing dengan diameter sedang (yang penting masuk kedalam tutup botol), lem uhu, glue gun/lem bakar, coating/pilox clear/kutex bening, magnet bulet yang ukuran kecil saja dengan jumlah secukupnya (magnet yang warnanya silver daya tempelnya jauh lebih kuat daripada magnet yang warnanya gelap), paku payung, gunting, hasil cetakan atau guntingan-guntingan majalah yang dipotong berbentuk bulat dengan diameter 2,5 cm.  Lebih lanjut, tutorialnya bisa dilihat di sini.

28.2.11

Pom Your Day


Do It Yourself kali ini diambil dari salah arsip ramadhan tutorial projectnya vitarlenology, cara membuat pom pom dari bahan sederhana.

Beberapa waktu lalu seorang teman sempat bingung nyari alat pembuat pom pom. Kalau beli jadi, alatnya memang agak susah dicari (di Indonesia), tapi sebenernya kalo mau bikin sendiri alatnya gampang banget. Foto oleh Adi Marsiela.


Bahan yang diperlukan: Kertas karton agak tebal, jangka, gunting, benang untuk membuat pom pom.

lebih lanjut, tutorialnya bisa dibuka di sini.

18.10.10

Bantal dari Kaos Bekas

Kalau kamu bongkar-bongkar lemari pakaian, lalu menemukan kaos dibuang sayang (udah ga bisa dipake, tapi kamu masih cinta sama itu kaos), ubah aja fungsinya jadi bantal. Kaos kesayanganmu akan tetap menemanimu. Model Adi Marsiela.Tutorial ini diambil dari Ramadhan Tutorial Projectnya Vitarlenology. Untuk melihat bagaimana cara membuatnya, buka di sini ya.

8.10.10

Bermain-main Yoyo Gaya Oma Anna

Tutorial sederhana, satu cara bisa bermacam gaya. Ide sederhana ini oleh Mei dari Oma Anna, justru jadi terlihat menarik dan menjadi alternatif yang manis sebagai ucapan hari raya lalu. Cara membuatnya sangat mudah dan cepat. Bahkan kamu bisa menemukan gayamu sendiri dengan tutorial ini. Penasaran kan? coba aja langsung. Buka di sini untuk lebih jelasnya.
 

2.10.10

Bros Dan Gelang Dari Kain Perca


Bingung cari ide atau ingin membuat sesuatu tapi masih ga tau  mau bikin apa, Putri dari Nest of Ojanto punya ide menarik untuk kamu semua. Bikin bros dan gelang dengan memanfaatkan kain perca. Kamu ga punya keahlian menjahit yang sangat canggih untuk membuat bros dan gelang ini. Penjahit pemula bahkan yang baru megang jarum jahit juga bisa bikin bross ini. Penasaran kan gimana bikinnya, intip tutorialnya di sini.


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails