Oshibana. Ketika mendengar satu kata itu, mungkin kita akan membayangkan sejenis makanan seperti sushi atau dorayaki. Sudah barang tentu tebakan tersebut salah total. Oshibana tak ada hubungannya dengan makanan dan bukan pula berbentuk makanan. Sesuai dengan arti dari namanya, oshi 'ditekan' dan bana 'bunga', oshibana adalah sebuah seni merangkai a.k.a menghias dengan menggunakan bungan atau daun yang dikeringkan. Tahap pengeringan ini adalah salah satu tahap paling penting dalam oshibana.
Pengeringan oshibana adalah tentang kesabaran dan ketelatenan karena dibutuhkan kurang lebih sepuluh hari pengerjaan. Caranya cukup sederhana. Pertama, siapkan sekitar sepuluh lembar kertas buram dengan busa tipis di atasnya. Lalu lipat dua kertas roti, letakkan terbuka salah salah satu bagian lipatan di atas kertas buram. Selanjutnya, barulah susun bunga yang hendak dikeringkan di atas tumpukan kertas dan busa tersebut dan tutup kertas roti di atas susunan bunga.
Sudah selesai? Belum, sedikit lagi. Setelah semua proses di atas dilakukan, letakkan kembali sepuluh lembar kertas buram, busa, dan kertas roti di atas cetakan pertama. Buat sekitar lima tumpuk cetakan dan masukkan semuanya ke dalam plastik zipper dan jangan sampai ada udara masuk di dalamnya. Timpa semua cetakan tersebut dengan pemberat selama sehari semalam. Esoknya, keluarkan bunga dan setrika kertas roti plus kertas buram yang digunakan sebagai cetakan. Setelah itu susun dan masukkan kembali ke dalam plastik zipper. Ulangi proses ini selama sepuluh hari hingga bunga mengering.
Adapun bunga yang dapat digunakan dalam oshibana cukup beragam. Syarat cuma satu, gunakan bunga yang berkadar air rendah seperti mawar atau bougenville.
(Nugraha Sugiarta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar