Nekat berkarya karena
kepepet tugas kuliah, Arifah Murdisiwi justru keterusan menekuni dunia craft.
Karya-karya yang dibuatnya unik karena selalu berusaha membuat barang-barang
baru dari barang-barang yang sudah ada alias recyle. Kepuasan sebagai crafter
dan berusaha mengurangi bertebarannya sampah-sampah merupakan alasan dibalik
hobinya melakukan daur ulang
Nama
belakangannya Recycraft… Kayaknya nyambung-nyambung ke recycle nih, hehe.. Sebenarnya,
apa konsep berkarya yang diusung oleh mbak Arifah dengan Jade it’s Recycraft-nya?
Kalau
ditanya konsep craft , saya
memang selalu berusaha memasukkan elemen bahan-bahan recycle dalam setiap
produk Jade. Kenapa "it's recycraft" selalu menjadi semangat saya? Karena di situlah letak
"greget"nya. Saya selalu bersemangat melihat transformasi dari
suatu bentuk barang menjadi barang baru yang lain. Apalagi kalau barang itu
sebelumnya sudah tidak bisa digunakan sebagaimana fungsi seharusnya. Dan
memfungsikannya kembali menjadi produk baru seperti sebuah kepuasan dan
kesenangan bagi saya secara pribadi. Selain itu, dengan memanfaatkan apa pun yang ada di lingkungan kita adalah upaya
penghematan yang cerdas dan juga mengurangi kuantitas sampah. Satu lagi,
menjadikan saya lebih sering berpikir
dan mencari. Berpikir benda apa yang bisa saya buat dari barang-barang
yang sudah saya kumpulkan. Semakin sering mencari ide ke pinterest, blogwalking
bahkan membuka fanspage komunitas-komunitas recycle dari luar. Menjadi pengamat
dan mencari jalan aplikasi yang paling mudah untuk saya terapkan.
Apa
sajakah karya-karya yang dibuat oleh Mbak Arifah?
Sebenarnya banyak produk yang sempat
saya buat. Dari pertama kali mengenal craft, saya membuat boneka yoyo
terinspirasi dari buku craftnya Sang Master, Mba Dita Cemprut. Setelah itu
bergeser ke aksesoris terutama untuk yang berhijab. Lalu sekarang, saya lebih
fokus dengan dekorasi rumah dengan sentuhan rajut, seperti keset, sarung
bantal, taplak meja, aneka lap rajut, coaster,tudung saji, dan lain-lain. Tentu
dengan memanfaatkan sebanyak mungkin material sisa terutama kain sisa konveksi.
Gimana
Mbak Arifah melihat peluang yang ada bagi para crafter dalam mengembangkan usahanya?
Peluang usaha bagi crafter tentu
sudah semakin bagus ya… Saya pun masih terus mempelajari setiap “celah” yang
bisa ditembus. Tak bisa dipungkiri, media sosial masih jadi sarana ampuh untuk
pengembangan pemasaran produk. Selain itu, crafter bisa memanfaatkan banyak
offline store yang mulai muncul untuk lebih mengenalkan karya-karya ke
masyarakat lebih dekat. Memang tantangan
tersendiri sih menempatkan karya craft di hati masyarakat kita yang sebagian
besar belum memahami apa dan bagaimana produk handmade itu. Hiks….
Menurut
Mbak Arifah, apa hal utama yang seharusnya menjadi perhatian crafter dalam berkarya?
Kalau menurut saya pribadi, dalam
berkarya lebih cenderung ke arah membuat produk yang lebih bermanfaat dengan
kebutuhan kita sehari-hari. Dengan jenis barang yang sama, namun desain, bahan,
dan tampilan yang tentu menjadi ciri khas masing-masing crafter.
Apa,
nih, keunikan yang ada dari setiap karya Jade it’s Recycraft?
Mungkin lebih ke arah pemanfaatan
material kainnya dari sisa konveksi, serta bagaimana menghadirkan kemasan yang
tak selalu plastik. Selain itu berusaha memadukan kain dengan rajut dalam
setiap produk merupakan kesenangan sendiri buat saya.
Mbak
Arifah sendiri sudah sejak kapan nih menekuni handmade? Apa hal positif paling
berharga yang Mbak dapatkan selama aktif menjadi crafter?
Pertama mengenal craft sekitar akhir
tahun 2011. Waktu itu mulai senang blogwalking ke blog-blog keren para crafter
dalam dan luar negeri. Mulai berkarya karena ada tugas entrepreneur waktu
kuliah. Jadilah nekat membuat karya yang dijual ke teman-teman. Setelah itu
sempat berhenti “menjual” karya dan baru aktif lagi sejak akhir 2013 kemarin. Manfaat
ngecraft buat saya adalah kalau lagi jalan terus lihat produk bagus, maka
pertanyaan yang muncul adalah “kira2 kalau bikin sendiri bisa memanfaatkan
material apa ya yang sudah saya simpan di rumah?”. Sssssst….. di rumah ,saya mengumpulkan
aneka botol, kaleng, kertas, dan lain-lain. Apa saja yang kira-kira bisa
“disulap”. Saya juga masih menyimpan
baju-baju lama yang kainnya masih kuat dan warnanya masih oke lho. Persis
pemulung deh. Hehe…
Apa
rencana perjalanan Jade it’s Recycraft di masa depan?
Rencana kedepannya tentu ingin
membesarkan Jade sehingga lebih bermanfaat lagi buat banyak orang, menghasilkan
karya-karya yang lebih oke, dan terus belajar bagaimana menghadirkan produk
recycle dengan tampilan manis sehingga lebih bisa diterima semua kalangan
masyarakat.
Instagram : jade_recycraft
https://www.facebook.com/JadeHandmade(Nugraha Sugiarta)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar