Sore sudah nyaris habis
ketika beberapa hari yang lalu saya tiba di Tobucil. Apa lacur, hasrat
mengikuti workshop singkat tentang stop motion sambil ngabuburit tak sepenuhnya
terpenuhi. Tentu, tak semuanya gagal total. Meski tak sempat mendapat materi, kedatangan
saya disambut oleh kesibukan para peserta yang tengah asyik bersiap membuat
stop motion. Ada upi yang tengah menyusun tumpukan rajutan, Tarlen dengan
boneka matrioska, sampai Arum yang sibuk menyusun tangga nada dari meteran demi
membuat stop motion untuk kepentingan band super hebring Tetangga Pak Gesang.
Plus beberapa kawan lainnya yang dengan setia rela antri menanti giliran
membuat stop motion.
Sudah barang tentu,
dari kesemuanya, Tile dan Ambon sebagai mentor paling trengginas hari itu tampak
sibuk di depan kamera dan laptop. Kamera tiada henti menjepret, gambar demi
gambar diambil sambil terus mengamati hasil jepretan di layar laptop. Beberapa
kepala yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran turut pula ramai
berkerumun menyaksikan. Pun demikian pula halnya dengan saya yang memang
sedikit udik untuk urusan pembuatan stop motion.
Lalu, apa sebenarnya stop motion itu sendiri? Secara ringkas, stop motion adalah sebuah teknik animasi yang memanipulasi gambar atau objek diam dengan sedemikian rupa sehingga terlihat bergerak. Dengan mengandalkan frame demi frame yang diambil melalui kamera foto, stop motion lalu menggabungkan kesemua gambar tersebut sehingga menghasilkan film yang terlihat unik,bergerak kasar, dan tidak terlihat mulus. Di sinilah kemudian letak dari perbedaan antara stop motion dibandingkan video bergerak lainnya. Tentu saja, dalam pengerjaannya, penggunaan tripod sangat dianjurkan agar sudut pengambilan gambar stabil pada tempatnya.
Lalu, apa sebenarnya stop motion itu sendiri? Secara ringkas, stop motion adalah sebuah teknik animasi yang memanipulasi gambar atau objek diam dengan sedemikian rupa sehingga terlihat bergerak. Dengan mengandalkan frame demi frame yang diambil melalui kamera foto, stop motion lalu menggabungkan kesemua gambar tersebut sehingga menghasilkan film yang terlihat unik,bergerak kasar, dan tidak terlihat mulus. Di sinilah kemudian letak dari perbedaan antara stop motion dibandingkan video bergerak lainnya. Tentu saja, dalam pengerjaannya, penggunaan tripod sangat dianjurkan agar sudut pengambilan gambar stabil pada tempatnya.
Satu demi satu video
itu selesai dibuat. Beberapa masih sibuk dengan menerjemahkan ide stop motion
di kepala. Hari itu, Tobucil sedikit melemburkan diri. Tekun dan khusyu menyusun
gambar diam yang mencoba bercerita.(NugrahaSugiarta)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar