Jika seorang crafter selalu bisa membuat banyak orang
terkagum-kagum dengan karya yang dihasilkannya, apa jadinya apabila tiga belas
crafter bersekutu dan menawarkan segala kreativitas yang dimilikinya. Tentu
karya-karya nan memabukkan plus menggoda untuk segera dimiliki. Dulcet Paperish
adalah segerombolan mahasiswa desain grafis yang paling bertanggung jawab atas
persekutuan tersebut. Jadi, daripada bergumul dalam rasa penasaran, mari kita
tengok Dulcet Paperish!
Siapa aja, nih, manusia
dibalik Dulcet Paperish… Gimana ceritanya bisa bersekutu dan berhandmade ria,
nih…
Tim Dulcet sendiri ada tiga belas orang dan
setiap orang punya tanggung jawab masing-masing. Awalnya, sih, founder kita mau bikin hadiah buat temennya yang ulang tahun, tapi saat
selesai dibuat, kita sadar kalau ada peluang bisnis di dalamnya.
Karya-karyanya Dulcet
Paperish, kan, banyak notebook-notebook. Nah, apa gerangan kelebihan yang dibuat oleh kalian dibandingkan dengan
karya-karya sejenis?
Sistem kita yang pre-order dan custom, otomatis produk yang kita hasilkan
one and only untuk tiap orangnya. Selain itu, setiap produk juga handmade dari
awal sampai pengemasan dan siap kirim ke customer. Custom ilustrasi cover jurnal sangat khas dan
satu-satunya. dibuat sesuai pesanan teman-teman customer. Untuk point tambahan,
Dulcet team adalah mahasiswa desain grafis, jadi jelas ilustrasi dan pemilihan
tipografinya tidak perlu diragukan deh, hehe…
Gimana, nih, trik alias cara
Dulcet Paperish dalam melakukan ekplorasi ide untuk karya-karyanya biar enggak
mampet?
Survey pasar alias jalan-jalan ke toko buku dan toko aksesoris,
blogwalking, dan yang paling penting sih rundingan dengan tim Dulcet untuk
menyeleksi ide.
Menurut kalian, apa yang
seharusnya menjadi prinsip para crafter dalam berkarya?
Originalitas, orang-orang sering lupa kalau inspirasi dan imitasi adalah
hal yang berbeda.
Oh, ya. Apa alasan
paling utama dari Dulcet Paperish sehingga mau terjun ke dunia handmade?
Kesukaan sama hal hal manis dan kepercayaan kalo barang yang diproduksi
terbatas dan handmade itu tentunya jauh lebih spesial serta penuh cinta.
Dulcet Paperish
sendiri melihat peluang usaha di kancah handmade saat ini gimana, tuh?
Lebih besar, tapi lebih banyak saingan. Customer sudah mulai aware kalau
handmade lebih punya nilai personal. Seller yang cerdik melihat ini sebagai
peluang usaha.
Nah, kalian, kan, kemarin ikutan Crafty Days. Apa, nih, yang ada di kepala
kalian ketika denger kata “Crafty Days”, hehe…
Saat dengar crafty days langsung terbayang bazaar crafts seharian penuh
yang ser, hehe. Tapi masih agak sedikit blur karena kami sendiri belum pernah
ikut sebelumnya.. Tapi yang jelas ini adalah ajang promosi sekaligus
bersosialisasi yang baik dengan sesama pecinta craft.



tapi keren juga ya craft nya
BalasHapus