Perputaran dunia memang seringkali terasa ajaib serta tidak dapat diduga-duga. Pun demikian halnya
dengan Shintya Applique Apik. Bermula dari kehadiran seorang penyulam yang jobless, ia lalu memulai segala
petualangannya di dunia handmade dengan konsistensi yang dapat dikatakan tidak
pernah meredup.
Tampak beragam, nih, karya-karyanya. Apa saja
gerangan karya handmade yang dibuat oleh Mbak Shintya?
Karya yang saya buat memang beragam. Produk awal yang saya buat adalah tas.
Lalu berkembang tidak hanya tas. Ada dompet, pouch kosmetik, mukena, tempat
tisu, handphone case, laptob case, ipad case.
Semuanya bernuansa aplikasi dan sulaman tangan.
Oh, ya. Melihat karya-karyanya Shintya
Applique Apik, padu padan bahan di tiap karyanya pas banget. Apa, nih,
tips-tips biar bisa memadu-padankan bahan sehingga tampak maknyusss gitu?
Sebenernya saya gak punya tips apa-apa karena semua by feeling aja, hehe…
Tapi memang karena saya senang berbahan dasar denim, jadi mudah dipadu padankan
dengan warna yang kontras. Saya juga suka pakai bahan kanvas warna dan untuk
padanannya saya akan pakai katun motif yang warnanya hampir senada dengan warna
kanvasnya.
Mbak Shintya sendiri sudah semenjak kapan
sebenarnya tertarik dan menggeluti dunia handmade, nih? Gimana cerita
perjalanannya?
Saya sudah mulai usaha ini sejak tahun 2008. Awalnya tidak sengaja
karena saya membantu salah satu mantan tukang sulam yang sudah tidak punya
pekerjaan. Dia datang ke rumah saya minta pekerjaan. Akhirnya saya putuskan
untuk mempekerjakan dia sebagai tukang sulam tetap di rumah saya walaupun otak
saya blank mau bikin apa, hehehe… Besok harinya saya hunting sedikit sedikit
bahan denim dan katun dengan bermodal buku handmade di tangan. Untungnya sejak
kecil saya terbiasa melihat ibu saya yang hobi jahit dan bikin keperluan rumah
sendiri. Minggu berikutnya mulailah kita
belajar produksi dan pelan-pelan mulai mencari pasar. Setelah empat bulan,
tukang sulam saya itu minta berhenti di saat pesanan mulai berdatangan. Namun,
sejak itulah usaha saya mulai berkembang hingga sekarang.
Oh, ya. Menurut Mbak Shintya, apa cara paling
ampuh untuk menjaga konsistensi dalam berkarya?
Cara yang paling ampuh dalam menjaga konsistensi sih menurut saya, tetap
menjaga ke orisinalan produk kita dan tetap fokus.
Apa, nih, yang menjadi trademark karya-karya Shintya Applique Apik?
Sepertinya tas dan dompet dengan aplikasi dengan warna yang jreng di
setiap tampilannya yang tetap menjadi trademark.
Hal utama apa, sih, yang selalu dijaga oleh
Mbak Shintya dalam setiap proses kreatifnya?
Saya selalu menjaga tampilan setiap aplikasi yang dibuat. Setiap produk
tidak akan pernah punya tampilan yang sama karena itu produk saya selalu
limited. Saya tidak bisa dipaksa untuk mengulang aplikasi yang sama dalam
setiap produk, jadi semua customer saya merasa spesial karena tidak akan pernah
ada yang nyamain di pasaran.
Terakhir, apa yang menjadi penyemangat utama
Mbak Shintya sehingga mampu dan mau terus berkarya?
Saya selalu bersemangat kalau untuk urusan fabric, karena saya fabric
addict, hehe... Pasti keluarga juga menjadi penyemangat. Dan penyemangat lain
adalah semua assisten di belakang saya yang telah membantu mewujudkan semua
mimpi saya dalam aplikasi ini karena Applique tidak akan berjalan selama lima
tahun ini tanpa mereka semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar