Mencoba dan mencoba.
Ini mungkin hal paling menarik dari seorang Enggar Saraswati dengan Garasi
Kriya-nya. Berbagai karya dibuatnya tanpa kenal menyerah meski pada awalnya
tidak terlalu banyak disukai oleh para pemburu barang handmade hingga akhirnya
sehala proses itu membuahkan hasil melalui karya-karya super kerennya saat ini.
Karya-karya
apa aja, nih, yang dibuat oleh Mbak Enggar?
Yang kubuat sebenernya
banyaakkk…. Aku penyuka banyak kerajinan tangan. Mulai dari daur ulang, clay, flannel,
jahit-jahit, bikin kotak-kotak.
Kotak-kotak?
Kotak apa, tuh….
Kotak-kotak yang biasa
buat kado, tapi sudah lama banget nggak nyentuh lagi karena ribet. Anaku suka
usil, hihihi… Akhirnya sekarang bergelut sama flanel dan kancing bungkus...
Kadang bikin clay juga.
Menurut
Mbak Enggar apa sebenarnya yang menarik dari berkarya kriya itu?
Menarik bangggeeeettt…
Ada kepuasan tersendiri yang sukar dinilai dengan materi. Ada kebanggaan ketika
karya kita dapet apresiasi dari banyak orang. Ada cambuk untuk terus
memperbaiki yang sudah kita buat ketika karya kita diejek orang. Ada rasa
bersyukur ketika kita bisa menularkan apa yang kita bisa.
Kalau
Garasi Kriya sendiri apa,nih, kelebihan yang dimilikinya?
Waktu garasi kriya saya
dirikan sempet bingung juga, mau buat apa? Mau jual apa yang sekiranya nggak
pasaran. Ketika saya jual alat-alat kerajinan, orang nggak tertarik. Saya coba
bikin bros flanel plus sulam benang ternyata sudah banyak yang buat dengan
harga yang dibanting-banting. Saya jual kancing bungkus biasa dan kancing
bungkus cute nggak banyak juga yang suka. Akhirnya setelah saya coba ATM, Amati
Tiru Modifikasi, barulah orang bisa nerima karya saya yang sekarang, aplikasi
kancing bungkus flannel. Kelebihannya unik dan lucu. Belum ada yang buat di Indonesia,
hihi... sok yakin. Ya, tapi kenyataannya orang banyak yang terkagum-kagum.
Oh,
ya. Emang dari kapan mbak Enggar memulai
Garasi Kriya?
Baru banget. Saya mulai
di bulan mei, tadinya saya punya FB Warung Mira. Mungkin karena saat itu manajemennya
kurang bagus, berakibat banyak komplain. Warung Mira akhirnya diblokir sm FB,
,huhuhu.. Tapi saya pantang menyerah. Saya buat Garasi Kriya dengan konsep baru
yang jauh beda dari Warung Mira. Alhamdulillah mulai dikenal orang dan disukai.
Hehe
semangatttt… Btw, masalah manajemen, nih, sering dialami oleh banyak crafter.
Menurut Mbak Enggar, gimana sebenarnya penataan manajemen yang seharusnya
dilakukan oleh para crafter itu?
Terus terang saya masih
memakai manajemen primitif. Sebenarnya gampang-gampang susah, ya. Tiap orang
berbeda pola pikirnya. Ada yang suka dengan manajemen ala crafter A-B-C dan seterusnya.
Kalau menurut saya, jika ingin manajemen bagus, intinya harus rajin mencatat apa
pun. Enggak hanya soal duit, tapi jg soal order, penggajian pegawai, pengiriman,
pembelian bahan,dan lain-lain.
Apa,
sih, yang ingin diraih Garasi Kriya sendiri dengan karya-karyanya yang
asyik-asyik ini?
Ingin bermanfaat buat
orang banyak. Salah satu yang sudah dilakukan, Garasi Kriya memberi kebebasan
seluas-luasnya pada siapa pun yang bertanya tentang cara pembuatan karya…




keren2 emang kancing bungkusnya! :)
BalasHapushttp://ndutyke.tumblr.com/
hihi....,tq...,moga menginspirasi sist.... ^_^
Hapusasyik bos... tambah karyanya yang lain biar tambah siiiiip..
BalasHapusmakasihhhh......,insyaAllaah akan tambah lagi bro......,makasih supportnya.....
HapusAlhamdulillaah....,makasih wawancaranya mas nunuw...
BalasHapus