Nun jauh
dari Batam, kali ini Tobucilhandmade
mengunjungi Sabrina’s Clay & Jewelry yang tanpa henti terus berkreasi
dengan pernak-pernik dan tanah liat. Ow, apakah ini sang pembuat keramik? Tentu
saja bukan, hehe… Nofie, perempuan di balik Sabrina’s Clay & Jewelry, adalah salah
satu crafter dengan antusiasme yang
terasa begitu penuh tak pernah berhenti berkarya membuat beragam aksesoris nan unik
dan menarik.
Halooo Nofie… apa kabar nih Batam? Gimana gerakan craft di di
sana?
Halooo…
Alhamdulillah Batam agak adem minggu ini karena beberapa hari disiram hujan,
hehe… Hmm… saya mengenal beberapa teman crafter di Batam hanya jarang ketemu
bahkan ada yang cuma kenal online
tapi belum pernah ketemu sama sekali dan untuk craft yang saya geluti di Batam juga belum ada semacam komunitas crafter gitu, kadang ketemu hanya pas
belanja di toko bahan-bahan craft.
Dari dulu kepingin, sih, bikin grup crafter Batam dan membuka peluang usaha
buat teman-teman pekerja di manufacturing
yang sedang finish contract. Beberapa
tahun lalu pernah dimintai temen-temen buat ngajarin bikin aksesoris biar mereka
bisa survive karena perusahaan tempat
mereka bekerja terancam tutup dan pindah ke luar negeri dan alhamdulillah
ternyata hasil karya mereka dapat pasar yang lumayan bagus…
Oh, ya. Jewelry seperti
apa aja,sih, sebenarnya yang dibuat oleh Nofie?
Jewelry yg saya buat macam-macam,
mulai dari bros, peniti, gelang, kalung, cincin, dan anting dengan bahan yang
beraneka macam, termasuk dari bunga-bunga clay hasil buatan saya sendiri.
Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis handicraft yang saya minati dan ingin saya
geluti, tapi belum bisa terlaksana karena keterbatasan waktu dan tenaga
disebabkan status saya yang masih karyawan sebuah perusahaan. Saat ini saya
sedang belajar dan ingin mengembangkan usaha membuat wire jewelry yang mulai booming di Indonesia dengan harapan bisa
mengembangkan dan mengenalkannya kepada masyarakat Batam dan sekitarnya.
Sabrina’s Clay & Jewelry sendiri, kan, menggunakan clay sebagai salah satu bahan dasarnya.
Apa gerangan yang mendasari pemilihan bahannya, tuh?
Saya mulai
mengenal bahan dasar aksesoris dari clay sekitar tahun 2006. Waktu itu saya
baru memulai hobi baru saya membuat aksesoris. Saat itu harganya masih cukup mahal
tapi bagus serta cocok digunakan sebagai bahan aksesoris untuk semua kalangan
usia. Awal tahun 2010, saya menemukan sebuah online shop di Multiply yang sharing
resep membuat clay dari tepung,
dengan semangat saya mencoba membuatnya dan menghasilkan bunga-bunga yg lumayan
enggak jelek-jelek amat, hehe… Bunga-bunga tersebut yang sudah saya rangkai
menjadi bros mendapat sambutan baik dari teman-teman kantor dan banyak yg
berminat. Waktu itu saya juga baru mulai mengenal banyak online shop yg menjual bahan-bahan aksesoris dan mengetahui bahwa
bunga clay banyak sekali peminatnya.
Hal inilah yg membuat saya semakin bersemangat mendalami lagi dunia clay.
Apa, sih, sebenarnya hal yang paling menarik dengan berkarya
menggunakan clay?
Sebenarnya
dari kecil saya sudah senang bermain dengan tanah liat, apalagi waktu itu di
daerah tempat saya tinggal banyak tanah litany, jadi saya dan teman masa kecil
suka membuat benda-benda mini untuk dijadikan mainan seperti perabotan rumah
tangga, peralatan dapur, dan sebagainya. Nah, pas ketemu dan mengenal bahan clay yang pada dasarnya berasal dari
tanah liat ini, jiwa seni saya semakin
tertantang, hehe…
Nofie sendiri belajar bikin-bikin karya super asoy ini gimana, nih, awalnya?
Awalnya sih
waktu itu sekitar tahun 2006. Secara tidak sengaja pada saat saya sedang
jalan-jalan di salah satu mall di
Batam dan melewati sebuah counter
yang menjual aksesoris dan bahan-bahannya. Counter
ini begitu ramai oleh pengunjung yang belanja sambil belajar gratis membuat
aksesoris. Hal ini langsung membuat “darah crafter”
saya yang udah lama tidak tersalurkan kembali bergejolak, hahaha... Dari sana,
dimulailah dunia hobi saya yang baru dan alhamdulillah waktu itu mendapat
sambutan baik dari teman-teman kantor, tetangga, dan terutama keluarga saya yang
ikut membantu pemasarannya.
Menurut Nofie, apa kesulitan paling utama yang dimiliki oleh para
crafter ketika menyelami dunia kreatif yang satu ini? Gimana,tuh, cara paling
ampuh untuk mengatasinya?
Menurut saya, kesulitan yang paling utama adalah pada saat tidak punya
ide untuk membuat suatu desain yang baru dan beda dengan yg sudah pernah ada
dan dibuat oleh crafter lain. Buat saya
yang suka dengan segala hal-hal yang berjenis handicraft, saya tidak hanya fokus pada satu jenis craft saja. Jadi, jika saya mengalami
kejenuhan atau lagi buntu gak dapat ide yang baru, misalnya, dalam pengerjaan jewelry, maka saya beralih ke clay dan sebaliknya. Satu hal yang
pasti, tentunya harus selalu berpikir kreatif dan punya kemauan yang kuat untuk
terus berkarya.
Terakhir, apa,sih,hal paling utama yang membuat Nofie mau bergelut
dan membuat Sabrina’s Clay & Jewelry?
Sebenarnya banyak hal yang membuat saya mau bergelut dan
membuat usaha kecil-kecilan yg saya beri nama “Shabrina's Clay & Jewelry”,
tapi hal yang paling utamanya adalah sesuai dengan namanya sendiri yaitu
“Shabrina – my little girl” dialah sumber inspirasi saya selama ini. Dia adalah
semangat saya untuk membuat Shabrina's Clay & Jewlery, dan berharap suatu
saat nanti Shabrina's Clay & Jewelry dapat berkembang menjadi sebuah usaha
yang jauh lebih besar lagi dengan Shabrina sendiri sebagai pengelolanya, hehe…






Tidak ada komentar:
Posting Komentar