Malam sudah larut. Kabut
yang semakin pekat menembus seluruh penjuru kota Bandung hari itu. Riana kian
mempercepat langkahnya. Sesekali ia melirik ke arah pergelangan kiri. Jam
mungil yang menempel di sana memerlihatkan bahwa waktu telah menunjukkan pukul setengah
satu malam. Rumahnya yang terletak di kitaran Kebon Jati memang cukup mencekam
bila malam telah larut. Sedari tadi, jantungnya berdegup keras. Dua orang
pemuda dirasanya menguntit semenjak ia turun dari angkutan umum. Tentu pulang
malam seperti ini bukanlah kebiasaannya, namun apa lacur, pekerjaannya sebagai
seorang penyiar radio kerap memaksanya untuk bekerja sampai larut. Di tengah
kekalutan tersebut, dua pemuda yang menguntitnya tiba-tiba mengejarnya dan
menodongkan pisau kecil. Meminta Riana untuk menyerahkan tasnya. Reflek Riana
mundur sedepa, dua penodong itu kian berani. Riana tak juga menyerahkan tas di
tangannya. Seorang penodong yang tampak kesal terlihat kalap. Tangannya
melayang hendak memukul gadis mungil tersebut. Namun sebelum bogem mentah itu
mendarat, ia tiba-tiba menjerit keras. Sebuah tendangan yang cukup dahsyat
mendarat di ulu hatinya. Ia pun tersungkur. Pemegang pisau pun menggerus marah.
Mukanya memerah. Ditusukkan pisau di tangannya. Namun gerakan Riana jauh lebih
cepat. Tangkisan disertai jepitan penuh teknik membuat sang penusuk terpental
dan mengaduh kesakitan.
Kisah di atas bukanlah
sebuah cuplikan dari sebuah film action. Tapi itu adalah sebuah kisah nyata
yang pernah benar-benar terjadi. Riana, sang korban yang berhasil menyelamatkan
nyawanya itu, bercerita bahwa ia memang aktif berlatih beladiri Karate semenjak
masih duduk di bangku kuliah. “Ya, saya pada awalnya memang ingin sekadar
menjalani hidup sehat dengan berolahraga dan bermanfaat dalam kehidupan
sehari-hari. Akhirnya karate menjadi pilihan saya. Apalagi seorang teman
memberitahukan berlatih karate di Gelanggang Generasi Muda Bandung (GGM) cukup
menyenangkan dan saya bisa banyak melihat beladiri-beladiri lainnya di tempt
itu,” ungkapnya ringan.
Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul
sebagai satu cara seseorang itu mempertahankan diri. Seni bela diri telah lama
wujud dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara
perlahan-lahan apabila peperangan telah berkurangan dan penggunaan senjata modern
mula digunakan secara berleluasa, seni bela diri mula berkembang dikalangan
mereka yang bukannya anggota tentara tetapi merupakan orang awam.
Ilmu beladiri sendiri, selain
dapat menjamin keselamatan sekaligus melindungi diri para pecintanya jika
mengalami hal-hal tak mengenakkan seperti yang terjadi pada Riana,” ia juga
sangat bermanfaat untuk kesehatan, ketahanan tubuh, kesegaran, ketahanan
mental, percaya diri, jiwa yang fress dan penuh semangat itu semua akan
mengikuti dengan sendirinya, dan itu adalah bonus yang didapat dari belajar
beladiri.. Tempat berlatih seperti ini sangat banyak tersebar di Bandung, namun
jika ingin mencari yang komplit, cobalah mengunjungi GGM yang terletak di jalan
Merdeka No. 64. Di sini, banyak diadakan latihan-latihan beladiri mulai dari
kungfu, karate, boxer, kick boxing, sampai pencak silat.
Tanya saja Irfan Lubis
yang telah berlatih di tempat ini selama enam bulan belakangan. Lelaki yang
rajin berlatih kungfu di GGM ini mengakui bahwa semenjak ia mengikuti latihan
di GGM, ia merasa lebih bugar dari sebelumnya. “Di sini kami tak hanya berlatih
teknik beladiri, tapi juga belajar mengatur pernafasan, melakukan pemanasan
secara benar dan teratur, dan melakukan gerakan-gerakan yang sangat bermanfaat
bagi kesehatan, masalah sehat dan bugar inilah sebenarnya yang membuat saya
merasa senang berlatih dan rasa-rasanya selalu ada yang kurang ketika saya
tidak bisa hadir di hari latihan,” papar Irfan panjang lebar seusai berlatih
bersama kawan-kawannya sore itu.
GGM memang sarana yang
pas untuk mengasah kemampuan beladiri sekaligus untuk menjaga kesehatan. Gedung
yang dikelola pemerintah ini seolah telah menjadi rumah kedua bagi banyak orang
yang mendambakan hidup sehat sembari berlatih beladiri. Meski tingkat perawatan
tak terlalu memadai, ia tetap menjadi salah satu tempat favorit yang dimiliki
oleh kota Bandung. Nah, Anda ingin sehat sekaligus menjadi ahli beladiri?
Bertandanglah ke GGM. Menjadi sehat dan menemui semangat lain yang dimiliki
oleh Parijs Van Java.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar