Jika selama ini kita
kerap merasa “Indonesia sekali” tiap mengenakan hal-hal yang memiliki unsur
batik, mungkin ada baiknya berkenalan dengan Mbak Sheika. Pecinta baik yang
satu ini dengan berani membuat karya-karya dengan menggunakan motif batik.
Uniknya, jika batik selama ini lebih dikenal berasal dari tanah Jawa, Mbak
Sheika justru mengangkat batik khas Jambi dalam karya-karyanya. Penasaran? Sama
dong, hehe…
Iko
Batik Jambi sendiri karya atau produk yang dibuatny apa ajakah gerangan?
Iko Batik Jambi membuat
tas perca, ada boneka tapi belum banyak, terus hiasan dinding dari perca batik
jambi.
Oh,
ya. Batik kan selama ini lebih dikenal yang dari pulau Jawa. Kalau batik jambi
itu sendiri seperti apa sih emang, Mbak?
Asliny,
ya, orang Jawa yang bawa budaya batik ke Jambi. Nah, untuk motif, yang khasnya motif
angso duo ikon propinsi, kapal sanggat, kapal kajanglako, durian pecah, dan
tampuk manggis. Biasanya untuk pakaian, sarung adat ada juga, tapi mereka lebih
pake songket. Kalau aku khusus kucari yang motif kuno agar lebih cantik dan
jadul kesannya.
Apa,
sih, sebenarnya perbedaan paling mendasar antara batik Jawa dengan batik Jambi
itu sendiri?
Batik
Jambi cenderung merah tua, kusam. Tapi sekarang banyak warna karena sebetulnya
batiknya pesan di Jawa juga. Oh, ya. Aku cuma pakai batik yang katun, yang
sutra atau dolbi paling buat vuringnya.
Oh ya, klo Mbak Sheika sendiri gimana,
tuh, awalnya sampai bisa kepikiran bikin karya handycraft dengan menggunakan
motif batik Jambi?
Dulu aku pakai batik
jawa, lalu Ibu Gubernur Jambi yang lama, Ibu Ratu Munawaroh melihat, terus dia pesan
untuk tamunya tapi pakai batik jambi. Aku dikasih kain utuh malah mati ide, lalu
pakai perca malah sekarang jadi tergila-gila, hehehe…
Hooo
gitu, kalo Mbak Sheila dengan Iko Batiknya sendiri gimana, tuh, ngerasain
tanggapan pasar terhadap karyanya menggunakan Batik Jambi?
Nah,
tasku ada di kampung batik Palbatu Tebet Jakarta. Kalau di Jambi hanya ada di
dua gerai biar nggak pasaran. Pasar Jakarta lebih enak, yang belinya nggak
nawar hihihi… Mereka merasa batiknya unik. Malah di Jambi mereka kira aku buat batik
di Jawa dan dijual di Jambi…
Apa
gerangan, tuh, Mbak yang menarik sebenarnya dari handycraft atau handmade itu
sendiri?
Aku selalu bilang sama
anak-anak, ini pekerjaan hati, jadi bukan uang semata tujuannya. Dari rasa ingin
berkreasi, kita jadi menghargai pkerjaan org lain. Kan, lebih nyaman memakai
tas hasil sendiri.
Kalau mbak sheika sendiri pengen
Iko Batik Jambi ini berkembang seperti apa sih di masa depan?
Pengennya
punya toko khusus tas perca batik Jambi yang jadi oleh-oleh khas Jambi... cita-cita ibu telat,
hihihi… Aku selalu bilang sama yang beli, beli
tasku sama dengan beli batik karena beli batik itu kita belajar, belajar merawat
batik, budayanya, falsafahnya, kisahnya.
Semangat,
Mbak! Hehe… Ada kendala enggak Mbak Kalau di Jambi ketika berproduksi dan
ngejual?
Nggak ada kendala,
sih…Semua dikerjakan sendiri, jualan lancar, karena hanya satu tas tiap seri,
suka-suka, deh, buatnya, hehe…
Pesan
untuk penggiat craft di Indonesia dari Mbak?
Semua pekerjaan harus pakai
hati, dan aku yakin para crafter selalu memakai hati jika membuat karya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar