Kali ini Tobucilhandmade menghadirkan percakapan
super hangat dengan Oom muda yang berdarah arsitek namun tertarik produk
furnitur dan bermimpi memiliki warung kopi. Dikenal dengan bantal-bantalnya
yang super unyu, MicaWork adalah satu dari tak banyak orang yang intens dan
percaya dengan dunia kreatif. Bahwa dengan craft hidup pasti terjamin, plus
satu lagi, bisa eksisssss, hehehe…
Karya-karya MicaWork sepertinya banyak
berhubungan dengan perbantalan, nih, hehe. Sebenarnya apa saja yang dibuat oleh
MicaWork?
Sebenarnya
MicaWork hanya sub-brand. Masih ada sub-brand lain yang produknya lampu, rak
buku, dan lain sebagainya. Saya dulu berprofesi sebagai arsitek, yang
sesungguhnya lebih tertarik pada produk furnitur. Hanya saja ketika bersentuhan
dengan dunia “jualan”, produk plush seperti bantal dan boneka lebih banyak
dipesan orang. Jadilah aneka bantal dan boneka itulah yang terekspos. Saya pada
dasarnya juga senang merintis sesuatu yang baru. Misalnya saja saya suka
biskuit coklat, trus jadi pengen banget bikin usaha biskuit coklat. Bukan nyari
duitnya; tapi rasanya asyik bisa mempelajari dan menguasai suatu metode. Eh,
bikin warung kopi menarik juga. Gimana kalau saya dan Nunuw ngajak mbak Tarlen
bikin cafĂ© di Tobucil? Kita beri nama “warkocil” alias Warung Kopi Kecil. Huhuhuu…
Hahaha, ide bagusss…. Oh, ya.. Di Facebook
MicaWork tertulis “Hasta Karya Unik Produk Indonesia”. Artinya?
Label
‘hasta karya unik produk Indonesia’ adalah target karakter yang ingin dicapai
oleh MicaWork melalui desain, pengenaan aspek fungsi, dan nilai pada tiap
karya. Saya selalu berusaha agar, misalnya, sebuah boneka selain sebagai pajangan
atau koleksi, juga memiliki fungsi,
misal pengharum lemari, tas, dan lain sebagainya sehingga memiliki nilai lebih.
Saat ini saya sedang mengembangkan produk bantal yang dapat ditulis atau dilukis,
sehingga menjadi media alternatif.
MicaWork, kan, sudah cukup lama ya eksis.
Gimana, tuh, cerita pergulatan MicaWork dalam mengarungi dunia craft dan
handmade?
MicaWork
mulai di rintis sejak tahun 2006. Nama MicaWork berasal dari nama keponakan
saya: Michayla, gadis cilik yang pintar dan cantik. Antara waktu itu sampai saat ini ada masa-masa
vakum dan jatuh-bangunnya. Kalau dibikin sinetron bisa sampai 14 seasons. Hehe…
Seriusnya sih mulai tahun 2011. Jadi sebenarnya juga belum lama-lama amat.
Apalagi bila dibandingkan teman-teman lain yang sudah masuk tv dan lain-lain,
rasanya MicaWork belum cukup eksis.
Bentar lagi kayaknya giliran Mica Work, hihi…
Hmm… Apa, sih, yang membuat MicaWork mau
bergulat ria di dunia handmade?
Karena saya
bisa menyalurkan pasion saya yakni mendesain sesuatu, dan bisa dapat duit untuk
bayar ini setumpuk tagihan kartu kredit,
daftar cicilan panci, surat gadai mesin jahit, Tunggakan PLN, rencana keliling
eropa tiga bulan, beli rumah di jalan Menteng di Jakarta, beli helikopter,
ehmm…apalagi ya…
Nraktir saya mas, ahahahaha… Menurut Mas
Paulus, apa permasalahan utama yang seringkali dihadapi oleh para crafter?
Gimana cara mengatasinya?
Sangat
sedikit referensi yang bisa dimanfaatkan seorang crafter pemula untuk
mengembangkan dirinya. Coba Nunuw lihat buku tentang flanel di toko buku,
jumlahnya banyak sekali tapi isinya itu-itu saja. Padahal kita punya banyak
sekali tekstil dan serat khas Indonesia yang bisa dikembangkan sebagai
alternatif. Sedihnya, tidak banyak komunitas yang bisa menjadi wadah bagi
crafter menumbuhkan ketrampilan, wawasan, serta mentalitas seorang crafter.
Banyak komunitas yang hanya berfungsi sebagai akuarium, jadilah para crafter
itu sebagai “crafter akuarium”. Untuk itu crafter harus mandiri serta percaya
diri. Banyak membaca dan melihat untuk mengembangkan wawasan. Selain bidang
craft yang diminati, seorang crafter juga kudu memiliki pengetahuan tentang
trend desain, teknologi, pranata hukum, etika bisnis, dan lain sebagainya. Tentu
saja tidak semua crafter harus
membisniskan karyanya, tapi itu cara paling realistis dan praktis mendapatkan
penilaian secara obyektif.
Nah, sekarang, menurut Mas Paulus, apa
keuntungan terbesar ketika seseorang memilih jalan menjadi seorang crafter?
Ehm.... karena saya sudah oom-oom, jawaban saya pragmatis
saja ya. Seorang crafter yang memiliki ketrampilan, selama dia mau bekerja
tidak perlu khawatir ga bisa makan. Hehe… Dia memiliki aset yakni ketrampilannya
untuk membuat sesuatu karya yang bisa dijual dan menghasilkan uang. Melalui
karyanya, seorang crafter juga bisa menyatakan harkat dirinya, perasaan, serta
aspirasinya. Misalnya saja seorang crafter yang peduli lingkungan pasti akan
membuat karya yang mendukung pelestarian lingkungan.
Apa hal terpenting yang harus dimiliki oleh
seorang crafter?
Selain
kudu kreatif dan inovatif, seorang crafter kudu bisa menekan ego-nya. Dengan
demikian, seorang crafter akan bisa membuka diri terhadap hal-hal baru,
sehingga karyanya semakin baik dan bermakna.
Email :
paulusphoek@gmail.com
Twitter
@micawork
Ph. 0857
2500 5599
Jl. Yos Sudarso 102 – Surakarta 57151





Terima kasih untuk Mas Nunuw untuk liputannya :)
BalasHapusSalam untuk mb. Tarlen, dan teman2 lain di komunitas Tobucil.
Semoga suatu saat saya diajak berkegiatan bareng :)
salam,
PaulusPhoek
Hehehehee... emang keren Om yang satu ini! Two thumbs up!
BalasHapus