Marina, pemilik Krisna
Homemade adalah crafter yang sangat rumahan alias berkarya di rumahnya. Meski
demikian, sudah barang tentu tak bisa begitu saja menyepelekan karya-karya dari
perempuan yang satu ini. Bercakap-cakap dengan Marina lalu menyuguhkan
kenyataan bahwa tak membutuhkan banyak syarat ini itu, just do it, dan mimpimu jadi kenyataan. Hehehe…
Marina
banyak membuat karya bags. Bags
seperti apakah gerangan?
Kebanyakan, sih, wallet
hp organizer, walaupun awalnya aku bikin tas dari bahan flannel pada awal
berdirinya Krisna Homemade. Semuanya berawal dari tangan yang enggak bisa diem.
Pulang kerja males cuma nonton tv doang, akhirnya nyambi bikin bikin tas.
Nahhh... ide pertamanya pengen tas flannel, karena aku dapat inspirasi waktu
misi budaya ke Eropa, waktu itu kesana dalam rangka festival nari tradisional.
Terus negara India ikutan festival itu juga. Mereka buka stand jualan dan ada
tas flannel bagus banget. Dari situ aku kepikiran buat bikin tas flannel. Mulainya di Agustus
2010 dengan brand awal Uye Flanel. Terus
perkembangannya, tas flannel kurang
laku, karena flannel lokal enggak
sebagus yg kayak tas aku beli. Akhirnya bulan Januari 2011 nyoba bahan katun
kanvas dan nerima tantangan temen yg minta dbuatin organizer. Karena konsentrasi aku enggak
lagi cuma di bahan flannel, aku ganti nama jadi Krisna Homemade.
Terus
bisa bikin-bikin tas dan organizer gitu gimana? Belajar darimana?
Enggak belajar dimana mana.
Kalau modelnya, aku ngebayangin model aja. Terus digambar, dicoba-coba. Kalau
jahitnya, ya, nyobain mesin jahit aja.
Krisna
Homemade sendiri sistem pembuatan karya-karnnya custom order atau gimana nih emang?
Awalnya custom order. Tapi
sekarang juga pakai ready stok. Pertimbangannya
kalau custom order aku enggak bebas
nuangin ide aku dan itu jadi membosankan, hehe…
Betulss.. hehe. Nah, kan, kamu bilang kamu homemade, industri rumahan. Apa sih sebenarnya tantangan terbesar dari usaha rumahan itu menurut kamu?
Bikin hal kecil menjadi
besar. Berawal dari modal kecil, lingkup produksi kecil, tapi bisa punya nama
besar, hehehe. Hambatannya saat harus ngeyakinin orangtua. Stigma umum, kalau
orang selesai kuliah itu kerja kantoran, sedangkan untuk mewujudkan harapan tadi,
enggak bisa aku sambi. Satu setengah tahun aku coba katak gitu, hasilnya blm
maksimal.
Nah,
ngomongin ortu, menurut kamu, apa sih yang membuat di Indonesia itu,
enterpreneur muda itu seringkali hanya dilihat sebelah mata?
Karena itu bidang
keterampilan yang menurut sebagian orang hanya butuh skill, enggak perlu
sekolah tinggi. Tapi sebenarnya dengan pendidikan tinggi, kan, manajemen dan
pengelolaannya akan lebih baik. Ya, orang masih ngelihatnya yang hebat itu
orang yang kerja di gedung tinggi. Padahal jd crafter itu idenya sangat mahal.
Ya, menurut aku kalau orang mau berhasil kejar mimpinya, harus berani ambil
keputusan yang beda dan enggak selalu di comfort
zone.
Emang
apa nih rencana-rencini yang bakal dijalanani oleh Krisna Homemade?
Planning-nya
yang paling deket lagi rencana bikin buku dan masih kejar bikin produksi yang banyak.
Kalau jangka panjng Krisna Homemade bisa sampai eropa, prancis, hehe…
Buku
apa tuhhhh….?
Buku kerajinan tangan,
judulnya masih rahasia. Lagi tahap perjanjian kontrak sama penerbit dan di dalamnya pastinya
ada cara bikin organizer, hehe…
Oh,
ya. Krisna Homemade sendiri sampai saat ini peredaran barang-barangnya udh kemana
aja, tuh? Gimana cara mengedarkannya?
Penjualan udah keliling
Jakarta, Jawa, Sumatra, Kalimantan, Australia. Kalau marketingnya lewat
Facebook ama blog. Belum punya BB, sih. Jadi belum bikin grup di BB.
Hal apa sih yg menginspirasi Krisna Homemade?
Inspirasinya.... I wanna be my own boss. Buka lapangan
kerja buat orang lain dan bekerja dari hati.






makasihh tobucil buat postingannya.... :)... hidup crafter... go go go para seniman
BalasHapussukses terus utk Krisna Homemade :)
BalasHapussukses terus ya Krisna.
Hapussuka deh dengan orang muda berkarya.