14.1.11

Ngerock Bareng Cihapit

Didominasi dengan bangunan kayu bercat biru, kios-kios itu berjajar rapi disepanjang Cihapit, Bandung. Itulah pemandangan yang terlihat jika melintas di daerah yang satu ini. Tempat yang dikenal sebagai pusat loak Cihapit ini setiap harinya dikunjungi oleh manusia yang mencari aksesori untuk membuat kendaraan pribadinya sedikit bergoyang. 


 Ya, Cihapit memang telah sejak lama menjadi surga bagi para pecinta audio kendaraan roda empat Kota Kembang. Tak hanya diserbu warga Bandung, warga yang berasal dari luar kota pun cukup banyak pula yang berkunjung ke tempat ini dan berburu aksesori audio untuk kendaraan tercintanya. Hal tersebut terlihat dari begitu bervariasinya kode plat nomor kendaraan yang terparkir rapi di sekitar kawasan Cihapit.

Agus Irawan adalah salah satu dari pengunjung yang cukup sering meluangkan waktunya untuk bertandang ke Cihapit. Harganya yang terjangkau serta kualitas barangnya yang bagus adalah alasan utama pemilik mobil kelas sedan ini berbelanja di Cihapit. “Lagipula di sini kita bisa menawar harga barang yang kita inginkan,” jelasnya sembari melihat-lihat TV mini yang hari itu memang tengah diincarnya. Tak lama, tawar menawar pun terjadi antara Agus dan sang penjaja. Senyum kemudian mengembang di bibir keduanya setelah harga barang disetujui. Dengan sigap, sang penjaja kemudian menuju mobil pelanggannya itu dan memasangkan TV itu di samping jok pengemudi. “ Ya, itu juga yang membuat saya senang berbelanja di Cihapit, harga barang yang kita bayarkan sudah termasuk pula dengan pemasangan, jadi kita tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk memasang barang yang kita beli,” tandas Agus sebelum beranjak pergi.


Agus mungkin hanyalah salah satu konsumen Cihapit yang bertandang dan mencari produk yang ia inginkan, namun kalimat pendek yang tadi ia sampaikan tidak mengada-ada. Setidaknya hal tersebut diamini oleh Dadan Rohiman, salah seorang pemilik kios yang juga menjabat sebagai seksi kemanan Cihapit.

Ditemui di sela-sela aktifitas berdagangnya, ia mengatakan kepada bahwa tempat ini menawarkan barang-barang dengan standar harga yang dapat bersaing dengan harga toko. “Semua perlengkapan audio untuk mobil ada di sini, mulai dari tape, cd player, sampai TV dan video khusus untuk mobil, ini yang menyebabkan CIhapit selalu diserbu pembeli. Ya, tapi pada bulan Juni-Juli seperti sekarang memang sedikit sepi karena memasuki musim masuk sekolah sehingga tentu saja semua orang lebih memilih untuk mengeluarkan uangnya untuk keperluan anak-anak mereka, tetapi, di bulan-bulan lain, kondisi jual beli di Cihapit senderung stabil,” papar lelaki paruh baya ini. 


Adanya rumor miring yang mengatakan bahwa barang-barang di Cihapit adalah barang rakitan langsung terbantahkan ketika melihat langsung produk-produk yang dijajakannya. Menurut Dadan, pedagang Cihapit sendiri murni hanya sebagai tenaga pemasaran dan tak berurusan dengan dunia teknisi, “oleh karenanya tak mungkin ada praktek perakitan di tempat ini, dan lagi semuanya produk asli bukan palsu” ujarnya, “pasar Cihapit sendiri menyediakan pula barang seken. Persentasenya mungkin 50 persen barang seken dan 50 persen lainnya barang baru, ya, itu kan bergantung keinginan pelanggan ingin membeli yang mana,” ia kemudian menambahkan.


Dadan lalu bertutur pula bahwa sebenarnya Cihapit adalah salah satu aset kota Bandung yang sebenarnya harus mendapat perhatian cukup serius dari instansi pemerintahan dan instansi terkait lainnya. “ Ia telah berdiri sejak lama, bahkan dari jaman Belanda, ketika itu Cihapit belum memiliki banguan semi permanen seperti sekarang, hanya berupa meja-meja dan barang dagangan di atasnya. Namun kini kami melalui organisasi Pasar Elektronik Cihapit (PEC) telah menatanya sedemikian rupa sehingga menjadi bentuknya yang seperti sekarang dapat dilihat, akan tetapi, jika hendak membangunnya menjadi lebih baik lagi tentu saja diperlukan kerjasama dan keinginan dari pemerintah untuk membantu kami, toh Cihapit sebenarnya dapat dikatakan menunjang program wisata kota Bandung yang sekarang tengah gencar disuarakan,” ucap Dadan panjang membelah hari yang kian terik sambil menatap para pembeli yang semakin banyak berdatangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails