Siang yang menjemukan dan sedikit mendung ala serial drama Asia Timur menjadi latar belakang pertemuan kami. Wihiw, dahulu saya pernah mewawancarai pemilik nama lengkap Freddy Chrisswantra alias Qijing ini. Ow.. jika dahulu obrolan kami berkisar pada hobinya akan motor tua Jepang, kali ini obrolan kami asyik bergumul pada dunia desain interior yang bercampur dengan desain produk. Ya, dosen desain produk di salah satu universitas swasta ini memang menggeluti dunia interior melalui sebuah perusahaan jasa konsultan interior yang didirikannya. Nah, sekarang? Mari kita bercakap saudara-saudara!
![]() |
| Freddy Chrisswantra alias Qijing di atas kuda besi, yeah! |
Sekarang sibuk apa aja, nih?
Ya, selain mengelola usaha yang bergerak di bidang interior, saya mengajar dan juga kini sedang bikin-bikin diskusi tentang produk.
Bentar-bentar. Kamu kan mengajar di jurusan desain produk, terus membuat forum diskusi tentang desain produk juga. Nah,kenapa kok bikin usahanya malah ke bidang interior?
Pertama duitnya, ya. Hahaha. Jadi gini, kalau di desain produk itu, kan, bener-bener bikin produk, butuh invest yang cukup besar. Karena itu, saya kemudian memilih untuk membuka saja konsultan interior bareng temen yang dari lulusan desain interior. Jadi saya memegang bagian visualizer dan teman saya yang mengurusi konsepnya. Dan ketika memulai, ternyata tanggapannya oke. Kerjaan selalu ada. Kita sebenernya lebih bermain kepada elemen-elemen desainnya. Kepada hal-hal yang lebih mendetail. Misalnya ke arah furniturnya. Hal-hal seperti ini sebenarnya yang terkadang dilupakan dalam dunia interior.
Hmm.. jadi, apa sebenarnya permasalahan terbesar yang dihadapi seseorang ketika terjun ke dunia interior?
Pertama, mmm.. kan dunia interior itu belum terlalu dikenal. Banyak orang berpikir bahwa interior hanya digunakan untuk orang-orang yang mapan. Rumah untuk apa diberi sentuhan interior? Padahal, tujuan interior itu baik. Memberi kenyamanan dan menata interior itu enggak mesti mahal. Bisa diakali dengan penggunaan material. Nah, kalau usaha saya lebih bergerak ke jasa, memberi konsultasi.
Apa, sih, yang pertama harus diperhatikan ketika hendak menata interior?
Terlebih dahulu memerhatikan ruangan yang hendak ditata fungsinya buat apa. Lalu, latar belakang pemilik juga menjadi penting. Jadi harus diperhatikan seperti profesinya atau sukunya. Misalnya saja sang pemilik orang Jawa, maka kemungkinan besar ia senang ruangan bernuansa etnik. Lalu ia tinggal di Indonesia, maka interior yang cocok adalah interior bergaya tropical. Nah, hal-hal itu kemudian kita terjemahkan dalam desain. Sebenarnya interior itu sangat individual, sih. Bergantung keinginan dan kebutuhan individual.
Prospek bisnis desain interior di bandung?
Sebenarnya menjanjikan, sih. Hanya lebih ke arah instansi atau swasta. Ya, kantoran. Biasanya yang mereka minta itu lebih ditekankan pada fungsi. Perkantoran itu kan biasanya kurang menata ruangannya dengan baik, hanya berdasarkan pada apa yang dibuat kontraktor yang umumnya tidak punya latar belakang interior. Makanya cenderung kaku. Kalau untuk rumahan, ya itu, kesadaran pemilik rumah masih kurang.
Loncat dikit, nih. Katanya kamu membuat acara diskusi desain produk. Ceritain, dong. Lumayan, nih, buat promosi, hehe.
Hahaha. Ya… itu karena secara keprofesian, desain produk itu output-nya bisa dibilang enggak jelas. Desain produk, kan, enggak kayak kedokteran, misalnya yang organisasi IDI-nya berjalan aktif. Kita sadar akan hal itu, maka kita menjalin koneksi dengan sesama desainer produk dan mensuarakan bahwa desain produk itu banyak gunanya. Akhirnya kita bikin sebuah forum product design focus. Ya, sebagai wadah sharing. Forum ini bebas, dari kampus manapun, karena iklim keprofesiannya sebenarnya sama di semua kampus. Diskusi ini, sih, masih baru. Kemarin di bulan Desember 2010 kita bikin acara diskusi untuk pertama kalinya di Rumah Buku. Nah, untuk yang kedua bakal diadain tanggal 10 Januari 2011 di Galeri Padi. Ke depannya kita pengen mengundang instansi pemerintah agar lebih mengambil andil karena selama ini sepak terjangnya selama ini kurang. Dengan duduk bareng, minimal bisa tercipta iklim yang baik.
Ow. Mantap. Balik lagi, ah, ke interior. Terakhir, nih. Kamu kan lulusan desain produk yang terjun ke dunia interior juga. Efeknya ke kamu dengan mendalami keduanya apa, tuh?
Mmm… yang pertama makin peka akan kebutuhan di bidang interior dan makin melihat adanya peluang bahwa seorang desainer produk bisa berkembang.Ya, bisa pula mendukung beragam ilmu lainnya, seperti interior. Caranya, dengan menelusup ke detail atau item-item yang memang telah pula menjadi ranah desain produk dan kurang tersentuh oleh dunia interior.
Oke. Cukup sekian. Sang desainer harus bergerak, pun demikian halnya dengan saya. Beuh.. ini ban motor pake mbeledug lagi, ughhhh, saatnya mencari tukang tambal ban handal!








Tidak ada komentar:
Posting Komentar