3.12.10

Dunia Iklan Sekarang? Seperti Kiki Fatmala!

Yihaaaa! Akhirnya sebuah prestasi maha sempurna dibukukan oleh blog ini. Ow, yeah! Setelah berminggu-minggu dijejali kaum Adam -mulai dari yang genit sampai macho, dari yang nihil sampai filosofis- Tobucilhandmade proudly presents manusia pembuat iklan paling berbahaya super cantik! (berlebihan ya? Hahaha). Ia telah terlibat dalam tim penggarap iklan Beragam corporate seperti BCA, Curcuma susu plus, sampai FOX, hingga akhirnya memilih untuk menempuh jalur freelance. Pemilik nama lengkap Dela De Mardeen ini sebenarnya sudah lama saya kenal. Lucunya, saya tidak ingat kapan kami berkenalan dan bagaimana penampakannya sampai akhirnya wawancara ini terjadi dengan ultra bohay alias padat penuh gizi. Yap, selamat menikmati…

Dela manusia iklan
Sejak kapan sih, Del, suka ngedesain?
pas kuliah aja, Nuw. Kepaksa mau enggak mau mesti bisa desain, hahaha. Dulu kuliah di jurusan advertising.  Karena suka bikin project iklan sosial buat print ad, jadilah otodidak belajar desain.
Menu box restaurant Cali Deli at La Codefin
Hehe. Jadi awalnya karena terpaksa. Kok bisa keterusan?
Mmm.. jadi pas kuliah dulu, kadang-kadang temen lain jurusan suka minta tolong bikini desain, untuk event dan lain-lainlah.  Jadi makin lama mau enggak mau skill-nya harus diperbaharui. Pas udah lulus, dapet kerjaannya graphic designer juga. Yah, jalannya emang  kesitu kali, yah.

Diperbaharui, dong, bahasanya. Kayak angkot, peremajaan gitu, ya,  hahaha.
iya. semacam angkot sukabumi yg harus pake soundsystem biar bisa dugem, naon deui, wkwkwk.

Klenger Burger maskot's
Balik lagi ke desain, nih.  Ketika pengen ngedesain sebuah iklan, hal apa aja sih yang kudu diperhatiin?
menurut gue, yg paling penting itu… kenyang dulu. Insight consumers. Jadi gini, our design is about communication. Kita mesti paham dulu siapa target audience (consumers) biar bisa menarik dan menjawab kebutuhan mereka dalam iklannya. Design communications is about object, and artist is about subject.

Packaging for Soji from Diva Boga
Nah-nah. Kalau hal paling sulit pas ngegarap desain buat iklan?
Kalau masalah desain, sih, enggak susah. Tapi biasanya kliennya yang bikin susah. Hehe. Ada beberapa klien, yang merasa dia paling tau, akhirnya kerjaan kita adalah hasil dari direction-nya dia yang enggak nyambung sama produknya.

Store environment for Manhattan Fish Market
Hmmm… Trus kok kamu memutuskan untuk freelance?
Jenuh. all in their direction. Pagi-malam ngerjain sesuatu yang lama-lama enggak ada nilainya. akhirnya, berbekal nekat mending cabut dan memutuskan freelance.
Hehe, klasik nih jawabannya. Emang menurut kamu dunia periklanan di Indonesia gimana, sih?
Dunia iklan itu semacam Kiki Fatmala kali, ya. Sudah tidak seksi tapi tetap menggairahkan. Path- nya membosankan, enggak bisa jual kreatif (melulu) lagi. Kondisi iklan itu, selalu serba cepat, tekanan itu yang membuat value “si iklannya” mati alias enggak kreatif. Selain itu, yah... Banyaklah ya penyebab lain, seperti klien misalnya. money can’t wait kan, ya, kata klien. Enak aja lama-lama, terus kapan tayangnya, kapan balik modalnya, hehe.
Wallpaper restaurant for Magoset
 Idealnya?
Idealnya, ya mau enggak mau kita mesti pertahanin value dari iklan itu sendiri. Menarik perhatian tanpa meninggalkan value. Tidak asal layout semata, tapi berangkat dari konsep dan insight. Kalau buat gue sih komunikasi ke klien tentang value itu adalah sebuah tantangan.

Name card design for Flexter

Terakhir, ah. Deskripsikan kamu dalam satu kalimat, dong.
Art writer. Saya selalu berusaha menjadi penulis yg bercerita di tiap elemen desain, wihiw. Hehehe.

Ok. Cukup obrolannya. Masih penasaran dengan Dela? Mari beramai berduyun kunjungi blognya, klik di sini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails