19.11.10

Kota Bunga Cihideung, Romantis Itu Gatal!

Sore hari dan tancap gas pol ke Lembang! Aih, tolong jangan bercuriga saya tengah menculik anak gadis seseorang dan mencari aura-aura kemesuman di lembut dinginnya udara Lembang. Ah, sekali-kali ada baiknya berbicara agak serius, siapa tahu ada anggota dewan yang membaca tulisan ini dan terpesona dengan “ke-sok seriusan” saya. Siapa tahu, ini siapa tahu, lho, Karena “ke-sok-an” itu saya ditawari jadi staf ahli. Hahaha, amboi, pasti nikmat rasanya memeras rupiah-rupiah mereka. Baiklah, mari kita mulai ceritanya… Bercerita dengan gaya “sok serius” dimulai, hehehe…

Jajaran bunga di pinggir jalan itu terlihat begitu penuh sesak namun menyejukkan mata. Udara sekitar yang sejuk pun kian terasa sejuk demi melihat warna-warni yang begitu menentramkan hati. Mungkin itu adalah hal pertama yang terlintas ketika mengunjungi Kota Bunga Cihideung yang terletak di Kecamatan Parongpong, Lembang ini. Dahulu, Cihideung hanyalah merupakan tempat bercocok tanam ala kadarnya saja, namun, beberapa tahun belakangan ini, Cihideung mulai bersolek. Ia kemudian diresmikan pada tahun 1997 dan menjadi tempat wisata bunga yang begitu digemari pecinta tanaman, julukan Kota Bunga pun akhirnya melekat pada tempat yang satu ini.


Tentu saja, sebutan “kota” tersebut bukanlah hanya sekadar pemanis nama belaka. Bagaimana tidak disebut kota jika sepanjang jalan wilayah Cihideung kita akan disuguhi hamparan kios-kios bunga yang dimiliki oleh warga sekitar. Dengan luas wilayah wisata 50 hektar, pantas saja rasanya jika Cihideung kemudian disebut kota bunga. sepanjang desa ini terlihat berbagai tanaman bunga yang dikembangbiakkan. Berbagai jenis tanaman bunga bisa kita temui di desa Cihideung ini, dari tanaman hias hingga tanaman potong. Tanaman hias biasanya adalah tanaman yang digunakan untuk memperindah taman, dan tanaman potong biasanya adalah tanaman yang diperlukan untuk keperluan dekorasi. Di desa Cihideung ini lebih dari 80 persen warganya menjadi petani bunga. Memang, bunga bagi penduduk Desa Cihideung Lembang telah menjadi nafas kehidupan dan dari kembang-kembang cantik inilah mereka mencari nafkah. Kawasan ini pun kini telah begitu terkenal sebagai pemasok bibit tanaman hias di Nusantara. Setidaknya, seminggu dua kali truk-truk besar datang mengambil bibit-bibit tanaman, untuk dipasarkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, bahkan hingga ke pulau Sumatera.


”Ya, sebagian dari kami memang berusaha dari nol sampai menjadi seperti sekarang,” kecap Agus Ridwan, salah seorang perajin bunga yang menjadi peneman saya sore itu. ”Ini asli kami yang merawat dan membuatnya sedemikian rupa sehingga menjadi bunga-bunga cantik,” lanjutnya sejurus kemudian.

Terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Bandung, Kota Bunga Cihideung adalah sebuah tempat wisata persinggahan yang wajib dikunjungi oleh kelompok penyayang tanaman. Tempatnya pun tak sulit untuk dicari. Carilah jalan bernama Sersan Badjuri yang tepat terletak di seberang terminal Ledeng dan di sanalah Cihideung berada. Uniknya Cihideung, ia tidak memiliki fasilitas wisata sebagaimana umumnya tempat-tempat wisata lainnya. Untuk bisa berkeliling di area kebun bunga ini kita hanya tinggal memarkirkan kendaraan di pinggir–pinggir jalan di sepanjang desa Cihideung. Setelah itu, kita dapat dengan bebas menelusuri kios demi kios yang tersebar di seluruh desa.


”Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kota, sebagian dari mereka adalah perajin bunga di wilayahnya masing-masing, sedang sebagian lainnya adalah pecinta bunga yang memang mencari bunga untuk ditanam di rumahnya masing-masing,” kali ini perajin lainnya bernama Ahmad Sumitra ikut bersuara. Lelaki yang semenjak 10 tahun silam melakoni usahanya ini lalu bertutur pula bahwa selain tanaman bunga, terdapat pula berbagai jenis bibit buah-buahan seperti mangga, jeruk, pepaya, sawo, dan berbagai jenis bibit buah-buahan lainnya. Bibit buah-buahan ini biasanya diburu oleh orang-orang yang hobi berkebun atau orang–orang yang hanya ingin menambah koleksi tanaman buah-buahan di tamannya.


Ehem, Cihideung memang beraura romantis dengan bunga-bunganya. Ini serius, lho. Sangat serius!  Saking romantisnya, ”ngiung-ngiung” nyamuk jelang maghrib pun seperti mendapat berkah dengan kedatangan saya. Uh, sebaiknya saya bergerak pulang! Karena romantisme jelang maghrib bersama bunga-bunga menghasilkan kegatalan! Nah, sekarang giliran kalian berkunjung ke Cihideung!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails