Dhiya Maryam adalah
salah satu crafter yang memupuk semangatnya untuk berhandmade setelah mengalami
satu kisah sedih. Meski demikian, segala kesedihan tersebut memberikan energi
besar yang kemudian melipatgandakan semangat sehingga melahirkan suatu hal yang
sangat positif. Dari tangannya yang penuh bakat, lahirlah Momet Gift yang gemar
dengan kain flannel dan juga dunia rajut-merajut khususnya amigurumi.
Karya-karya
rajutan dan flannel seperti apa, nih, yang dibuat Maryam dengan Momet Gift-nya?
Saya suka produk
handmade dari kain flannel sejak dulu. Setelah mencoba membuat aneka macam
karya dari flannel, seperti gantungan kunci, bros, sampul buku, dan lain
sebagainya, saya mencoba berkreasi dengan pakaian bayi yang diberi gambar dan
nama. Alhamdulillah saya sangat menikmati sekali menggambar di atas kaos dengan
media kain flannel ini. Karena itulah saya mengkhususkan diri membuat kaos
dengan aplikasi nama dan gambar. Untuk rajutan, saya masih “serabutan”
istilahnya. Karena saya baru sekitar dua tahun belajar merajut dan masih
mencari-cari produk rajutan yang mudah dipelajari dan saya minati. Selama ini
saya suka membuat bros atau pin, kantung HP, taplak-taplak kecil, tempat
pensil, tas, dan baby wear. Namun akhirnya saya jatuh cinta pada Amigurumi.
Saya akhirnya mempelajari pola dan pembuatan amigurumi ini, memodifikasi
pola-pola yg pernah saya pelajari dan berhasil membuat boneka seperti Barbie.
Baju, kerudung, dan sepatunya bisa dibongkar pasang. Dan karena bonekanya
memakai jilbab seperti saya, maka saya namakan “Boneka Maryam”.
Apa
sebenarnya konsep yang ditawarkan dari setiap karya Momet Gift?
Konsep yang ditawarkan
oleh Momet Gift sebetulnya sederhana saja. Konsepnya seperti gift shop, yang
ditonjolkan adalah keunikan produk yang dibuat secara personal, unik, dan enggak
pasaran. Produk yang saya buat biasanya limited edition. Mungkin karena saya
masih mengandalkan mood dalam pengerjaannya, hehehe… Terlebih kalau orang minta
saya menduplikasi hasil karya saya sendiri, biasanya saya ngga bisa membuatnya
sama persis. Selalu ada saja yang beda, entah itu warna atau memang desainnya.
Sebetulnya dari sejak
kecil saya sudah tertarik dengan aktivitas yang melibatkan seni dan
keterampilan. Ibu saya dulu seorang penjahit. Dari kain perca sisa jahit, saya
sering membuat pernak-pernik seperti ikat rambut, dompet kain, dan tas dari
perca sebatas untuk dipakai sendiri saja. Sayangnya seiring waktu, saya tak
pernah membuat lagi hal-hal seperti itu. Selepas kuliah, saya menikah dan
menjadi guru di beberapa sekolah swasta dan di bimbingan belajar. Menjadi
seorang guru sekaligus ibu rumah tangga membutuhkan fisik yang prima, ternyata
kondisi fisik saya saat itu kurang bagus untuk program memiliki momongan dan tidak
memungkinkan saya untuk bekerja keluar rumah. Saya sempat keguguran, kandungan
saya katanya lemah. Kemudian saya memutuskan berhenti mengajar. Setelah
berhenti mengajar, saya hamil dan dikaruniai seorang anak perempuan, namanya
Syakirah. Oh, ya, Qadarullaah, anak saya meninggal dalam kandungan beberapa
hari sebelum dilahirkan. Ketika itu, dalam kondisi sedih, saya mencoba
melakukan berbagai aktivitas agar tidak larut dalam keterpurukan. Dan saat
itulah saya belajar merajut dan mulai menggambar di atas baju bayi saya yang
belum sempat dia pakai. Kaos dan baju-baju itu saya hadiahkan pada saudara dan
teman yang juga memiliki bayi. Tak disangka, mereka sangat menyukai karya saya
dan memesannya, lalu dengan bantuan mereka dan support dari suami, saya dapat
menjual kaos itu secara online dan lebih serius.
Menurut
Maryam, apa kelebihan karya-karya Momet Gift dibandingkan dengan produk lainnya
yang sejenis?
Menurut saya, kelebihan
karya-karya Momet Gift terletak pada kualitas desain dan bahannya. Untuk
flannel. Saya percaya diri, hasil jahitan tangan saya lebih rapi. Desain gambar
saya orisinil, kecuali kalau konsumen mengajukan request desain sendiri. Untuk
karya rajutan, saya mendapat testimoni dari beberapa pelanggan saya, katanya rajutan
saya lebih rapat dan rapi dan mereka juga suka dengan paduan warna yang saya
buat dalam produk-produk itu. Untuk amigurumi, saya sekarang bisa membuat sesuatu
dengan pola ciptaan sendiri.
Bagaimana
cara Maryam untuk menyiasati pasar agar terus melirik karya-karya dari Momet
Gift?
Saya selalu menjaga
semangat saya untuk belajar, termasuk dalam hal ini strategi marketing. Sebetulnya
saya enggak punya strategi apa-apa dalam usaha memasarkan produk-produk saya.
Hanya mengandalkan social media, itu pun baru sebatas Fans Page di Facebook.
Saya pernah memiliki website berbayar, tapi tetap saja pembeli terbesar
bersumber dari Facebook. Agar dilirik orang, saya berusaha membuat
produk-produk baru atau produk lama dengan warna baru. Biasanya dengan begitu,
mereka jadi tertarik. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan para pelanggan
merupakan sumber kekuatan pemasaran produk saya. Seringkali pelanggan saya ikut
mengiklankan produk saya pada rekan-kerabatnya.
Apa
keinginan terbesar yang ingin diwujudkan Momet Gift?
Keinginan terbesar yang
ingin diwujudkan Momet Gift adalah memasyarakatkan kreativitas dan
mengkreatifkan masyarakat. Supaya masyarakat lebih mandiri dan bermanfaat bagi
diri sendiri serta orang lain. Selain itu, ada keinginan yang lebih pribadi,
saya ingin punya galeri sendiri dan toko offline. Doakan ya, hehe…
Hal
paling inspiratif dari aktivitas handmade menurut Maryam?
Saya pikir aktivitas
handmade dapat mengasah kreativitas, itu sudah pasti. Bonusnya, bisa
menghasilkan uang sendiri. Tapi ada hal lebih besar dari itu, yang sudah saya
rasakan sendiri. Manfaat dari aktivitas ini adalah sebagai TERAPI. Ya, saya
mampu melalui masa-masa sedih dan kehilangan terberat dalam hidup saya dengan
melakukan aktivitas handmade ini.





Teh maryam memang mantabbb.trs berkreasi teh.sukses selalu:)
BalasHapusTop bgt teteh:)
BalasHapusSukses ya the,maju dan selalu berkreasi :)
sukses trs ya neng maryam , baarokallaahu fiik.....
BalasHapus