Pada awalnya, boneka banyak dibuat dengan menggunakan tanah liat, patahan tulang, atau potongan kain dengan kegunaan untuk keperluan ritual. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya boneka tanah liat di kawasan pekuburan Mesir. Diduga, boneka tersebut diyakini mampu melayani ruh di akhirat. Baru menjelang abad ke-5, boneka dengan bahan dasar kayu mulai banyak diproduksi. Selanjutnya, Bangsa Eropa mulai membuat boneka dengan bentuk yang lebih jelas, seperti boneka dengan busana dan rambut serta digunakan untuk kepentingan hiburan atau mainan.
Kini, boneka pun telah pula memiliki ciri khusus dari tiap negara asalnya. Teddy Bear dan Barbie yang populer di Amerika, lalu ada pula boneka kayu dari Rusia bernama Matryoskha. Jepang tak mau ketinggalan. Boneka keluarga kerajaan yang dinamai Hinamatsuri dibuat khusus untuk merayakan festival anak perempuan setiap tanggal 3 Maret. Bagaimana dengan Indonesia? Hmmm... Mungkin boneka Unyil dapat dijadikan salah satu boneka yang cukup populer di negara kepulauan ini. Nah, saking banyaknya jenis boneka, telah pula berdiri museum boneka di beberapa negara seperti Bethnal Green Museum di London dan Musee Carnavalet di Paris.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar