Usia Dewi Hapsari
belumlah genap 40 tahun, namun akhir-akhir ini ia sering menderita sakit kepala
hebat, belum lagi lambungnya kerap ikut-ikutan terasa kembung, perih tak
karuan. Adakalanya sakit itu datang ketika ia memikirkan nasib usahanya yang
tengah berada di ujung tanduk. Sakit yang dideritanya tentu saja membuat kerjanya
pun jadi terhambat. Namun, perempuan paruh baya ini sendiri bingung karena
dokter yang ia datangi justru mengatakan bahwa tubuhnya dalam kondisi sehat
walafiat. Lain Dewi lain pula halnya dengan Wahyu. Ia akan menjalani wawancara
pekerjaan baru di salah satu perusahaan multi nasional. Sebelum menjalani interview, Wahyu merasakan perutnya
melilit dan tubuhnya berkeringat dingin. Akibatnya, ia merasa tidak tenang
selama diwawancara.
Pernah mengalami hal seperti yang dialami oleh Dewi dan Wahyu? Mengapa hal seperti itu
terjadi? Hal itu sebenarnya terjadi karena tanpa sadar, otak kita terbebani
dengan pikiran mengenai kegiatan yang akan kita lakukan itu. Misalnya kita takut
akan mengalami rintangan atau menghadapi masalah, sehingga menimbulkan stress
dan alam bawah sadar tidak bisa menerima tekanan itu, sehingga terjadilah hal
seperti di atas.
Pusing, keringat
dingin, tangan basah, sakit perut dan melilit akibat pikiran, merupakan gejala
dari psikosomatik. Gejala penyakit ini banyak terjadi pada wanita dan pria
mulai dari usia remaja sampai dewasa, bahkan lanjut usia. Di wilayah perkotaan
atau kota-kota besar, kasus gangguan psikosomatik cukup tinggi. Psikosomatik
sendiri adalah gangguan
fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor kejiwaan dan sosial. Jika emosi
menumpuk dan memuncak, hal itu dapat menyebabkan terjadinya goncangan dan
kekacauan dalam dirinya. Apabila faktor-faktor yang menyebabkan memuncaknya
emosi itu secara berkepanjangan tidak dapat dijauhkan, maka ia dipaksa untuk
selalu berjuang menekan perasaannya. Perasaaan tertekan, cemas, kesepian, dan
kebosanan yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan fisiknya. Jadi psikosomatik
dapat disebut sebagai penyakit gabungan, fisik dan mental.
Ciri dan Pencegahan
Psikosomatik
Apa ciri yang diperlihatkan seseorang ketika dicurigai
mengalami psikosomatik? Para penderita psikosomatik, umumnya
mengeluhkan gangguan yang berkaitan dengan sistem organ, seperti keluhan
jantung berdebar-debar, cepat lelah, ulu hati nyeri, mencret kronis sesak napas, asma, gatal, eksim, encok, pegal, kejang, gangguan gairah seks, pusing,
sering lupa, sukar konsentrasi, atau kejang epilepsi. Selain itu, ia biasanya
disertai masalah kejiwaan yang seperti gejala anxietas (cemas berlebihan) dan
gejala depresi.
Menilik dari tulisan di
atas, dapat dipahami bahwa sebenarnya psikosomatik adalah penyakit yang muncul
karena adanya masalah keseimbangan mental yang hilang. Penyembuhan seseorang akibat gangguan
psikosomatik ini biasanya tidak hanya berupa obat-obatan yang disesuaikan
dengan gejala yang timbul tapi juga dengan menganjurkan pola hidup yang baik.
Membawa diri agar tidak mudah stress atau depresi pada
akhirnya adalah kunci penting agar psikosomatik tidak hinggap. Oleh karenanya,
kita harus mampu meningkatkan keterampilan untuk
mengelola dan mengadaptasi stres yang timbul dengan cara berusaha menyesuaikan
pola pikir yang realistis dan konstruktif. Hal ini dapat dilakukan dengan
banyak cara, misalnya saja melakukan olahraga, relaksasi, makan dengan benar,
tidur yang cukup, atau minum obat yang teratur jika ada yang terkena gejala
psikosomatis, dan jangan pula lupa untuk selalu rutin melakukan konsultasi
kesehatan. Satu hal, ibadah ternyata berperan besar agar kita tidak mengalami
psikosomatik. Oleh karenanya, dalam menghadapi kesulitan hidup apapun, ingatlah
selalu Sang Pencipta dan hindari menyalahkan diri sendiri terus-menerus agar
psikosomatik enggan mampir dalam kehidupan kita.
(Nugraha
Sugiarta)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar