Saat ini, memiliki kartu kredit
adalah hal yang sangat mudah, bahkan dapat dikatakan menjadi satu trend yang
begitu menjamur. Tak usah jauh-jauh, di pusat perbelanjaan, misalnya. Puluhan
stand atau counter dari berbagai bank penerbit kartu kredit bertebaran
menawarkan sebuah kartu ajaib. Ya, memiliki kartu kredit di jaman sekarang
adalah hal yang sangat mudah, ibarat menjentikkan ibu jari. Belum lagi berbagai
hadiah menarik melalui program seperti member get member, free annual fee,
gratis asuransi kecelakaan diri, atau bonus point reward yang begitu
menggiurkan membuat orang semakin berbondong-bondong untuk memiliki kartu kredit.
Perang kartu kredit antarbank pun
lalu seolah menemukan momentumnya. Bank-bank dengan agresif menawarkan produk
kartu kredit dengan banyak pesona di dalamnya. Namun, laksana hitam dan putih,
di samping begitu besarnya keuntungan serta manfaat yang dapat dimiliki oleh
para pemegangnya, salah memilih dan memergunakan kartu kredit justu akan
menjebak pemegang kartu ke sumur utang yang begitu dalam. Pada dasarnya, kartu
kredit itu bukanlah sebagai instrumen kemudahan untuk berutang, melainkan harus
diperlakukan sebagai alat untuk memudahkan dan keamanan dalam melakukan
transaksi. Sikap dasar itu harus melandasi setiap pemegang kartu kredit jika
tidak ingin hidupnya disandera utang dan didatangi oleh debt collector. Satu
hal lagi, semenjak 2005, Bank Indonesia telah mengembangkan sistem informasi
debitor (SID) di mana semua pengutang di bank di seluruh wilayah Indonesia
termasuk pengutang kartu kredit dicatatkan dalam sistem informasi terpusat.
Sekali Anda mengemplang, data Anda akan terekam di Bank Indonesia dan dijamin
di masa depan Anda akan sulit berhubungan dengan bank mana pun karena SID ini
dapat diakses oleh seluruh bank di Indonesia. Lalu, bagaimanakah cara yang
tepat memilih kartu kredit agar ia tidak
menjadi bumerang?
Hal paling utama adalah mengukur
kemampuan diri. Mampukah Anda membayar tagihan belanja kartu kredit Anda di
bulan depan? Pilihlah kartu kredit yang sesuai dengan kondisi Anda. Pertama,
apakah kartu kredit tersebut membebani Anda dengan berbagai fee, misalnya fee
tahunan (semua kartu kredit mengenakannya), fee penerimaan pemohon kartu, fee
keterlambatan atau fee pemutusan menjadi pemegang kartu kredit, serta fee
kelebihan batas kredit, dan lain-lain. Kedua, tingkat suku bunga bulanan
menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam memilih kartu kredit. Secara
umum kebanyakan institusi penerbit kartu kredit menerapkan bunga variabel, di
mana sewaktu-waktu dapat berubah. Rata-rata bunga kartu kredit berkisar antara
1.99% sampai 3.75% per bulan atau 23.88% sampai 45% per tahun. Ketiga, kebiasaan
membayar tagihan kartu kredit juga merupakan aspek penting dalam memilih kartu
kredit. Bila Anda termasuk dalam kelompok masyarakat yang membayar kartu
kreditnya secara mencicil tiap bulannya, pertimbangan yang harus diambil adalah
dengan mencari kartu kredit yang menawarkan bunga per bulan terendah. Perihal
pemilihan bunga terendah ini harus pula berhati-hati. Banyak bank yang
menawarkan bunga sangat rendah pada bulan-bulan pertama, namun di bulan-bulan
berikutnya justru ia mematok bunga dengan sangat tinggi.
Jumlah kartu kredit yang Anda
miliki perlu pula menjadi bahan pertimbangan. Banyak orang yang bahkan sampai
memiliki empat kartu kredit sekaligus. Atau jangan-jangan Anda termasuk
golongan ini? Jika begitu, cobalah pikirkan lagi masalah efisiensi dan
efektifitas. Benarkah Anda menggunakan kesemuanya? Bisa jadi hanya satu atau
dua saja yang benar-benar digunakan. Bagaimana dengan yang lain? Kartu kredit
lain hanya memenuhi dompet Anda dan itu tidaklah terbebas dari biaya. Biaya
tahunan tetap harus Anda bayar. Sebagian orang kemudian berkilah bahwa kesemua
kartu kredit miliknya digunakan. Nah, kalau demikian adanya, apakah kartu-kartu
tersebut sampai pada limitnya? Kalau tidak, mengapa Anda harus berbanyak-banyak
menyimpannya di dompet Anda. Tapi bagaimana kalau kesemuanya mencapai limit?
Satu pertanyaan berarti harus diajukan: apakah Anda kesulitan untuk membayar
lunas semuanya? Dana Anda membayar dengan mencicil, tentunya bukan tanpa biaya.
Bunga menjadi biaya terbesar bila Anda mencicilnya. Dengan bunga bulanan
rata-rata kartu kredit 3%, berapa bunga per tahunnya? Lebih dari 40% dengan
sistem bunga berbunga. Bukan main tingginya. Jadi, sebaiknya miliki maksimal
dua kartu kredit dan manfaatkan untuk keuntungan keuangan Anda, tentunya dengan
memanfaatkan kemudahannya dengan bijak. Yang pasti, ketika berpikir untuk
menggunakan kartu kredit, pikirkan betul apakah Anda memang benar-benar harus
menggunakannya atau justru Anda hanya sekadar ingin saja? Cermatlah, dan
selamat menikmati kemudahan sang kartu ajaib!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar