Ini adalah kisah
menyenangkan tentang seorang crafter. Yap, mengusung jargon “Happy Crafty
Stories, Uci dengan Expressories-nya adalah crafter yang rajin mencoba dan
bahagia dengan karya-karya yang telah dibuatnya. Berbekal semangat otodidak,
Uci sepertinya memang tipikal crafter yang penuh semangat dan melakukan apa
saja agar karya-karyanya berisi hati dan cinta, hehehe…
Expressories.
Apa, nih, arti dan makna dibalik namanya? Hehe…
Sebenernya gak ada arti dan makna khusus. Dapet kata “expressories” ini juga enggak sengaja. Jadi, waktu itu masih bingung cari nama yang kira-kira bagus untuk nama
brand. Sampe cari di buku-buku nama bayi segala.
Pengennya nama yang berbau-bau Indonesia tapi gak
nemu-nemu yang cocok. Dan sampai pada suatu hari pas aku naik motor, gak
sengaja baca tulisan di papan iklan di pinggir jalan, tulisannya gede “EXPRESS”
aku lupa deh iklan apa, tapi dari kata Express itu langsung deh kepikiran aksesories.
Jadi deh “Expressories”.
Uci
sendiri membuat karya-karya apa aja gerangan?
Saat ini, produk yang aku buat masih berhubungan dengan aksesories. Seperti
bros, korsase, hairclip, headband, kalung, gelang dan cincin. Kadang-kadang buat headband untuk baby juga.
Ke depannya aku pengin banget buat bantal-bantal, pouch
dan tas yang simpel. Biar mesin jahitnya gak nganggur,
hehe…
Oh,
ya. Uci dengan Expressoriesnya sendiri sudah dimulai sejak kapan, sih? Gimana,
nih, ceritanya?
Ceritanya panjaang, hihi… Sebelum ada Expressories, aku pernah punya brand juga, waktu
itu bareng kakak sepupu. Dan kita kasih nama “chilis” gabungan dari nama kami
berdua Uci dan Meli, hahaha… Kami buat aksesories juga tapi materialnya dari kancing
dan manik-manik. Cuma sebentar enggak sampai setahun. Tapi lumayan lho, sangat menghasilkan dan bikin
ketagihan, Kalau
dengan Expressories sendiri, ini mungkin seperti cita-cita terpendam. Waktu
masih kerja, aku kepingin banget punya usaha sendiri. Waktu itu kepikiran untuk buat handmade dress karena aku bisa jahit baju cuma
karena belum mahir jadi kurang pede. Setelah memutuskan keluar dari kerjaan di tahun 2010, aku
memilih handmade aksesoris sebagai usaha karena waktu itu sedang trend-trend
nya peniti jilbab yang berjuntai-juntai itu. Sekarang untuk proses produksi aku dibantu sama adikku Wuri.
Apa,
sih, sebenarnya yang membuat Uci tertarik dengan dunia handmade?
Mmm… apa yah, bingung juga. Mungkin karena asyik yah. Dan
njelimetnya itu loh. Proses membuat sebuah produk handmade itu penuh perjuangan,
dari mulai mencari ide dan
inspirasi, cari material, kemudian proses produksi yang begadang-gadang, sampai
akhirnya menjadi sebuah produk jadi. Kalo kata Mba Dita Cemprut adalah “lahiran”.
Karenanya, produk handmade dari segi harga relatif lebih
mahal karena prosesnya panjang plus membuatnya adalah dengan hati.
Ketika orang membeli produk kita dan mereka bilang bagus,
suka, dan puas. Wah, itu sesuatu banget…
Karya-karya
yang dibuat Uci, kan, variatif banget. Mulai dari rajutan sampai
peniti-penitian. Nah, apa, nih, trademark paling utama yang ada di Expressories
dari karya-karya nan beragam itu?
Hahaha…
bingung lagi nih. Crafter galau, semua kepengin dibikin. Kalau yang peniti-penitian itu udah jarang bikin karena cari peniti yang bagus
dan tajam udah susah, sering-seringnya dapet yang tumpul, gak tega ah jualnya…
Kalau sekarang-sekarang ini lagi suka merenda atau crochet, ini efek dari
kebosanan membuat peniti-penitian itu , tapi karena belajarnya otodidak jadi
ilmunya masih sedikit dan produk-produk crochet nya juga masih yang simpel
banget. Nah, kayaknya bunga-bunga dari perca akan ada terus di
Expressories. Masih
perlu belajar dan mencoba berbagai macam teknik pembuatan bunga-bunga perca
yang lain biar semakin variatif dan gak ngebosenin,
hehe…
Apa
yang menjadi patokan utama yang ada di kepala Uci dalam berkarya?
Seperti tagline di blog aku “Happy Crafty Story” adalah ‘Berkarya dengan
hati, berkreasi dengan imajinasi’. Aku selalu membuat produk-produk Expressories dengan
hati, dengan penuh cinta tanpa keterpaksaan sampai kadang-kadang kalo produk yang sudah dibuat
hasilnya bagus dan “wow” menurut aku, sayaaaang banget kalo mau di jual, kayaknya
gak rela banget, hihihi...
Sebutin,
dong, hal yang paling menarik berkaitan dengan proses kreatif Uci dalam
berkarya…
Nah,
ini seru ini, yang paling menarik adalah ketika kita sudah punya ide, pengennya
kan cepet-cepet direalisasikan menjadi sebuah produk. Masalahnya adalah aku kurang bisa
menuangkan ide-ide aku dalam bentuk sketsa atau gambar atau desain. Jadi, kalau udah kebayang di otak mending
langsung deh di coba bikin sampel, bongkar pasang dulu sampe bener-bener bagus
menurut aku. Dan
yang sering terjadi adalah ketika ide-ide itu terpaksa belum bisa dipraktekkan alias mentok, karena
skil yang amat sangat pas-pasan. Mau
gak mau ya harus cari cara lain yang tekniknya pas dan sesuai untuk skil yang
pas-pasan ini.





Makasiy banyak ya mas Nunuw & Tobucil :)
BalasHapus