Semasa
sekolah dahulu, seringkali dalam perjalanan saya meluangkan waktu dengan
membaca buku pelajaran atau buku apapun yang ada di tas. Namun aktivitas ini
tak pernah berlangsung lama dan hobi itu kerap malah membuat kepala pusing serta
perut saya menjadi mual.
Mungkin
kita semua sudah mafhum benar bahwa jika sedang bepergian dengan kendaraan,
baik mobil sendiri, angkutan umum, atau bus, sebaiknya tidak membaca ketika
kendaraan tersebut sedang bergerak karena hal tersebut dapat akan cepat
melelahkan mata sekaligus membuat pusing. Namun, mungkin tak banyak yang
mengetahui mengapa hal itu dapat terjadi.
Sebenarnya,
untuk mendapatkan bayangan yang terbaik dari objek yang dilihat, mata mengatur
sendiri otot-ototnya. Tentu saja, kerja otot itu akan semakin keras apabila
objek yang dituju bergetar atau bergoyang. Walhasil, pupil mata akan melebar
dan menyempit untuk menyeseuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada obyek
bacaan sehingga kontraksi yang terjadi pada otot pun kian cepat. Hal ini
menyebabkan proses sinkronisasi di otak menjadi kurang selaras. Kerja yang
cukup keras ini akan menjadi semakin berat pula jika bacaan yang tengah asyik
kita tekuni tergolong ke dalam bacaan yang berat dan memerlukan pemikiran yang
serius.
Selain
itu, ketika membaca di dalam kendaraan, tubuh kita ikut pula bergetar.,
meskipun getaran tersebut sangat halus dan kita sendiri tak menyadarinya. Akan
tetapi, getaran pada tubuh itu membuat energi yang dibutuhkan semakin besar.
Hal itu pulalah yang menyebabkan tubuh kita menjadi semakin cepat lelah karena
energi yang dibutuhkan lebih besar dari biasanya. Apabila hal tersebut dialami
dalam waktu yang cukup lama, maka tak pak ia akan menyebabkan juga mata kita
menjadi semakin cepat lelah.
Bagaimana
dengan pusing yang kemudian ikut-ikutan mendera? Pusing itu sendiri disebabkan
karena adanya gangguan yang memengaruh keseimbangan tubuh akibat rangsangan
penglihatan yang disampaikan ke otak kurang sesuai. Impuls dan objek yang masuk
ke dalam otak pun kemudian menjadi kurang sesuai karena mata berusaha
menyesuaikan diri dengan gerakan atau getaran yang terjadi pada tubuh kita.
Akibatnya? Kepala menjadi pusing, lalu perlahan akan muncul keringat dingin dan
bisa pula menyebabkan mual sekaligus muntah jika aktvitas tersebut tidak segera
dihentikan.
Maka
dari itu, jika memang ingin sekali membaca ketika tengah berada dalam kendaraan, sedapat mungkin pilihlah bacaan yang rinngan
serta singkat-singkat saja. Namun alangkah lebih baiknya jika kita memilih ntuk
menikmati pemandangan di luar dibandingkan dengan membaca kala tengah dalam
perjalanan, atau ingin yang lebih menyenangkan lagi? Gunakan waktu dalam
perjalanan untuk beristirahat alias tidur! Di jamin kesegaran dan stamina tubuh
akan bertambah sesampainya di tempat tujuan!

kalau saya ngga cuma baca, ditinggal nunduk ngaduk2 tas dalam mobil aja udah bikin kliyengan *dan punya 'riwayat' sering mabok kendaraan darat waktu kecil*, jadi saya lebih suka lihat keluar jendela walaupun itu pemandangan udah diliat sehari-hari tiap naik bis :D
BalasHapus