Seperti tahun-tahun
sebelumnya, Crafty Days kembali bertegur sapa dengan hujan. Tentu, bukan
tentang hujan semata yang hendak dituangkan dalam tulisan ini. Crafty Days yang
minggu lalu memasuki edisi ke-7 dan berpindah lokasi dari Tobucil ke Gedung
Indonesia Menggugat masihlah Crafty Days yang mengusung semangat berkarya dan
kebersamaan, sama seperti edisi-edisi sebelumnya.
Saya tidak tahu pasti,
apa yang sebenarnya membuat Crafty Days berbeda dengan keramaian-keramaian
lainnya yang kerap saya kunjungi. Akan tetapi, tentu saya masih ingat betul apa
yang menyebabkan Crafty Days selalu seru untuk dikunjungi dan diamati. Di
setiap sudut ruangan, selalu tersaji hal-hal yang berbeda. Mulai dari pameran
foto yang sempat mengalami kericuhan karena katalog pameran yang raib entah
kemana. Ada pula workshop segala jenis craft mulai dari merajut sampai membuat
kolase. Lalu, jajaran meja sekiranya empat puluh buah penuh berdesak dengan
para crafter yang asyik menawarkan “amunisi” craftnya untuk diadopsi oleh para
pengunjung. Pun tak lupa, pertunjukan musik sore yang terus-menerus memainkan
nada-nada nan menggoda telinga.
Bagi saya, melihat
segala bentuk aktivitas dalam Crafty Days #7, adalah melihat bagaimana
interaksi antar manusia selalu menjadi gubahan melankolis romantis yang selalu
berulang pada tiap tahunnya. Interaksi itu pada akhirnya selalu membuahkan
persahabatan yang terus bertambah dan membesar pada setiap tahunnya. Saya
yakin, sebagian dari pengunjung Crafty Days#7 adalah para pengunjung setia yang
tak mau melewatkan kesempatan untuk bercengkerama dengan kawan lama. Di sisi
lain, kawan baru bermunculan, mencoba bergabung menjadi bagian dari kisah
klasik yang terus berulang tanpa pernah berhenti.
Saya rasa, tak perlulah
kiranya berbasa-basi dengan mengatakan sampai jumpa tahun depan atau see you
soon. Dalam melankolia yang saya miliki, siapapun yang kemarin sempat bertegur
sapa telah menanam benih persahabatan yang akan disemai setiap harinya. Sama
seperti hujan yang tidak pernah mengenal lelah mengguyur bumi. Membasahi tubuh
sekaligus mengingatkan tentang pertemuannya dengan bumi yang tidak ada kata
berhenti. Seperti kita, aku dan kamu, yang akan menjumpai Crafty Days tahun
nanti tanpa perlu mengucap janji pertemuan karena semua telah melebur menjadi
satu bagian yang sudah terlalu erat dan harus kembali bersinggungan. So long,
Mate! Senang selalu menapak jalan bersama kalian!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar