Bermula dari hobi dan kenangan-kenangan
akan papa, Yunita lalu semacam memasuki mesin waktu dan kembali pada masaTK
ketika sabun-sabun di tangan papa menjelma menjadi keranjang-keranjang cantik
yang harum dan menggoda. Memang Yunita Soapbasket lahir dari kenangan yang
belum mau hilang dari ingatan. Nah, mari kita jenguk sejenak karya-karya Yunita
dengan sabun-sabunnya!
Sabun
dan keranjang. Apa gerangan, nih, sebenarnya karya yang dibuat Yunita?
Soap Basket atau sabun
keranjang adalah kerajinan tangan yg berbahan dasar sabun mandi, kemudian dihias
dengan dililit pita-pita dan dipercantik dengan aneka bunga, daun, buah-buahan
artifisial dan hiasan-hiasan lainnya. Sabun keranjang ini merupakan kerajinan
tangan yang selain berfungsi sebagai hiasan juga bisa bermanfaat sebagai
pengharum ruangan juga. Karena tampilan Soap Basket yang cantik, klasik, unik,
serta elegan, biasanya orang-orang membuatnya khusus sebagai gift untuk
orang-orang tertentu saja atau spesial. Jadi Soap Basket identik dengan
pemberian yang istimewa, hehe…
Soap
basket ini sendiri, kan, satu genre handmade yang belum terlalu heboh terdengar
di Indonesia. Gimana ceritanya, nih, Yunita bisa berkenalan dengan soap basket?
Ya, benar. sabun keranjang
ini memang masih asing terdengar di kalangan umum saat ini, tapi jaman dulu
Soap Basket itu sempet tenar. Oma atau bunda kita dulu kali, yah, yang mengenal
Soap Basket itu. Waktu TK, papa Yunita sdh bikin-bikin Soap Basket. Papa itu
diajarin nenek. Nah, papa lalu ngajarin ngajarin Soap Basket ke Ibu-ibu
Darmawanita di kantornya. Yunita suka banget ketika papa bikin Soap Basket. Sesudah
bikin, terus karyanya suka dipajang di lemari kaca di ruang tamu. Itulah saat-saat
Yunita jatuh cinta sama Soap Basket. Sekarang, Yunita yang bukan anak TK lagi akhirnya
ada waktu luang. Berbekal niat dan tekad pengen bikin usaha souvenir, akhirnya
buka-buka buku hobi papa yang udah usang dulu. Terus ketemulah Soap Basket dan
jadilah ide ‘Yunita Soap Basket’ itu.
Apa,
nih, kesulitan paling utama dalam pengerjaan soap basket itu sendiri?
Kesulitan terbesar dalam
pengerjaan Soap Basket itu adalah membuat pondasi pada sabun dengan jarum-jarum
pentul. Harus teliti, karena apabila melakukan kesalahan dalam melubangi
sabunnya akan mempengaruhi pondasi Soap Basket. Ini disebabkan sifat sabun
mandi yang rapuh, tidak seperti clay yang dapat diubah bentuk apabila bentuk
tidak sesuai. Kesulitan lainnya adalah sulitnya mencari bunga-bunga artifisial
yang sesuai dengan ide yang kita inginkan. Selain itu, sulit juga menemukan
pita-pita unik yang kita inginkan.
Di
samping berbahan sabun, sebenarnya apa ciri unik lainnya dari soap basket itu
sendiri dibandingkan dengan keranjang-keranjang berhias lainnya?
Yang menjadikan Soap
Basket itu unik, selain sebagai kerajinan tangan yang terbuat dari sabun mandi,
jika dibandingkan keranjang-keranjang berhias, bentuknya lebih simple atau
ringkas jadi tidak memakan tempat. Kemudian
fungsinya juga tidak hanya sebagai hiasan, tapi pengharum ruangan dengan bentuk
yang tahan lama.
Selain
berbentuk keranjang, apa lagi, nih, inovasi yang dibuat oleh Yunita dengan
sabun-sabunannya?
Selain bentuk keranjang,
ada juga bentuk topi, hiasan lilin, rumah-rumahan, kotak perhiasan, sepatu,
stroller bayi, dan masih banyak lagi.
Menurut
Yunita, gimana cara paling efektif bagi para crafter untuk bisa terus bertahan
tidak dittinggalkan konsumen?
Cara paling efektif
yaitu terus berinovasi, berkreasi, terus belajar dan dikembangkan. Jangan
berhenti atau bosan. Selera konsumen itu terus berkembang dan pesaing itu
banyak. Kita harus seribu langkah lebih di depan pesaing.
Apa
target terdekat yang sebenarnya ingin diraih Yunita dengan soap basket-nya?
Saya ingin menjadi
orang yang pertama memopulerkan kembali Soap Basket di Indonesia. Target saat
ini pengennya, sih, orang kenal dulu saja apa itu Soap Basket Jadi fokus saya
saat ini ingin menjadikan Soap Basket sebagai souvenir istimewa yang bisa di
temukan di mana saja dan di kenal orang banyak.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar