Sedikit tenggelamnya
Semarang di kancah jagat per-handmade-an mungkin tak bisa dipungkiri. Namun
yang pasti, tidak demikian halnya dengan crafter yang satu ini. Tobucil Handmade pun asyik masyuk
ngalor-ngidul dengan Dya sang pemilik Ciss Handmade yang memang asli berasal
dari kota lumpia tersebut.
Ciss
itu asal kata dari apa? jadi inget jaman kecil, ciss kacang bunciss..
Hehe... Ciss itu
panggilan sayang buat Dya dari teman-teman. Entah artinya apa, sampai sekarang
juga enggak paham. Asalnya dari kata kuciss.
Hooo…
begitu, toh. Apa aja sih yang dibuat oleh Ciss Handmade?
Ciss Handmade awal mula
bikin macem-macem. Dari flanel, tempat handphone,
gantungan kunci, bantal, laptop case, bros juga. Tapi kesininya lebih ke handmade aksesoris yang bahannya pun lebih
variatif ke kain katun, lace,zipper, dan lain-lain.
Waw,
tampak borongan, hehe… Emang awalnya dulu ketika hendak memulai gimana, tuh,
ceritanya?
Suka aja bikin-bikin dari
SMA, tapi dipakai sendri, hehe… Mulai menapak ke online sesudah lulus kuliah. Karena
kebetulan kuliah padat dengan tugas, jadi enggak bisa berkutik. Semuanya
dikerjain sendiri. Dari bikin, memfoto produk, edit, nge-share, sampai ngirim
krim, hehe…
Hihihi…
enggak karyanya doing, ya, yang borongan, kerjanya pun borongan. Kalau kelebihan dari produk-produk Ciss
Handmade apa, nih?
Hmmm, Ciss Handmade selalu
pilih warna- warna ceria dan seru. Terus juga Ciss Handmade di tiap produk punya
detail masing-masing yang berbeda. Perpaduan warna,bahan,yang pastinya bisa bikin
“chic” penampilannya.
Oh,
ya. Kamu, kan, ber-online ria. Gimana, tuh, strategi beronline ria ala Ciss?
Online ala Ciss untk tampilan
yang jelas harus menarik, beda, berwarna. Foto produk, tema, properti harus oke
punya, harus pas, jangan too much. Terus lain harus aktif kalo kita masih awal-
awal bikin. Selanjutnya kasih update-update aja. Jangan males yang penting.
Gimana
cara Ciss Handmade menjaga konsumen biat enggak pergi dan enggak bosen dengan
karya-karya Ciss?
Lebih inovatif, kreatif.
Jadi harus terus gali ide untuk bikin sesuatu yang beda. Yang pastinya chic dan
penuh warna.
Nahhh...
berkaitan dengan inovatif kreatif... Gimana cara kamu menjaga konsistensi untuk
terus inovatif dan kreatif dalam berkarya?
Untuk menjaga
kreativitas, buat Ciss harus berani ngemix-max bahan-bahan. Jadi kadang ada bahan-bahan
recycle juga yang dipakai. Contohnya di Ciss, kaerna banyak limbah kain kaos yang
dipakai untk shawl/syal. Nah,sisa-sisa dari bahan itu di bikin buat aksesoris.
Kadang juga dari perca-perca sisa jahitan baju.
Apa
harapan terbesar yang dimiliki oleh Ciss?
Harapan terbesar,semoga
Ciss bisa terus berkarya membnggakan orang-orang di sekitar Ciss, orang yang sayang
Ciss, dan pastinya semua orang!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar