Kali ini, Tobucilhandmade kembali mengetengahkan
duo maut. Morty World adalah Uthe dan Nanda, sepasang kakak beradik yang dengan
riang gembira dan penuh keceriaan menekuni dunia handmade bersama-sama. Bermula
dari mencoba, kini keduanya ketagihan dalam tingkat yang akut untuk terus berkarya dan
berkarya sampai akhirnya jatuh hati dengan dunia jahit menjahit.
Halo
Morty World.. lagi sibuk apa, nih, sekarang, hehe…
Halo jugaaa… Saat ini
kita baru bikin pesanan-pesanan yang udah masuk. Terus coba-coba bikin produk
dari kain katun, sambil belajar jahit pake mesin jahit. Biar karyanya lebih
beragam, enggak monoton dari kain felt terus.
Oh,
ya. Apa aja, sih, karya yang dibuat oleh Morty World?
Kita pernah buat gift
box, bikin paper quilling juga. Malah dulu sebelum melebarkan sayap ke felt
craft, udah serius usaha gift box dulu. Bikin untuk kotak hantaran, kotak buat
souvenir nikah, dan lain-lain. Tapi setelah kenal sama kain felt, langsung jatuh hati
sama jahit menjahit.
Kalau aku lihat, karya yang dibuat oleh Morty World, kan, sangat beragam, ya. Gimana cara Morty World mendapatkan ide ketika hendak berkarya?
Kalau aku lihat, karya yang dibuat oleh Morty World, kan, sangat beragam, ya. Gimana cara Morty World mendapatkan ide ketika hendak berkarya?
Kita selalu buat produk
sesuai kebutuhanku aja. Kalau baru butuh kantung HP, aku baru bikin sendiri.
Buatnya ga cuma satu design, bisa dua sampai tiga macem bahkan lebih. Jadi
sekalian buat pelengkap katalogku. Atau idenya kebanyakan justru dari
permintaan konsumen, kadang-kadang mereka suka minta yang ‘aneh-aneh’... hehe...
Morty
World sendiri sejak kapan mulai berkarya, apa yang membuat Morty World mau terjun
ke ranah craft?
Kita mulai bikin-bikin
sekitar tahun 2009. Kenapa kita mau masuk ke ranah craft, karena rasa cinta dan
kepuasan tersendiri ketika menyelesaikan suatu karya. Itu hanya salah satu dari
sekian banyak alasanku untuk jadi crafter. Kita bisa senyum-senyum sendiri
kalau baru nyelesaiin produk baru. Dan itu bikin nagih. Selesai bikin satu,
pengen bikin lebih banyak lagi.
Sebagai
pecinta handamade, gimana Morty World
melihat kondisi handmade lokal saat ini?
Sekarang jauh lebih
banyak yang mau ‘mengabdikan’ diri buat bikin produk handmade, dan itu membuat
produk handmade lokal semakin beragam. Tetapi di tempat kami, masih banyak yang
meremehkan produk handmade. Mereka lebih percaya dengan produk hasil pabrik,
baik dari segi harga maupun keragaman produk.
Apa,
sih, insipirasi dan kekuatan terbesar yang dimiliki Morty World sehingga masih terusss
bersemangat menggeluti dunia handmade?
Selama ini yang jadi
kekuatan kita hanya kecintaan dengan dunia handmade. Karena pada dasarnya, ini
hobi kita, dan kita percaya sesuatu yang didasari rasa cinta itu akan tetap
membuat kita bersemangat. Inspirasi bisa datang dari mana saja, kalau baru mati
ide, coba-coba blogwalking, itu ampuh banget buat bangunin mood kita lagi.
Banyak
crafter yang bersemangat di awal namun kemudian kehilangan semangat di tengah jalan.
Menurut Morty World, apa, sih, hal paling mendasar yang harus dimiliki dan dilakukan
oleh para crafter agar intensitas dan semangatnya terus terjaga?
Rajin-rajin untuk
belajar hal yang baru. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kita buat. Ikut
komunitas juga berpengaruh banyak lho buat mempertahankan semangat kita. Lihat
karya crafter lainnya, yang semakin beragam. Kadang kita minder kalau lihat
produk yang mereka buat, tapi itu justru jadi penyemangat kita untuk lebih
banyak belajar lagi, dan lebih baik dari yang sekarang.






yaay sudah tayang ya
BalasHapusmakasih yaaa mas nunuw :D
senangnya bisa mengetahui perkembangan produk handmade Indonesia di sini :)
BalasHapus