Saya senang berimajinasi ketika mendengar kata boneka. Mengembara ke
dunia Pinokio, berkhayal mengenai jalanan macet yang dipenuhi Komodo bernama
Komo, sampai merindukan sebuah desa di mana terdapat Unyil dan kawan-kawan di
dalamnya yang kini sedang berkisruh ria dikarenakan permasalahan hak cipta.
Nah, ngomong-ngomong masalah desa, tersebutlah sebuah desa bernama Desa Boneka
di mana di dalamnya terdapat boneka-boneka super unyu yang dibuat dengan penuh
kasih sayang nan penuh (eaaaaaaa… eaaaaa…) hehehe…
Dari
namanya udah keliatan jelas, nih, apa yang dibuat oleh Cindy. Nah, sebenarnya,
boneka-boneka seperti apa, sih, yang dibuat oleh Cindy? Apa konsepnya?
Desa boneka
adalah tempat tinggal boneka-boneka yang penuh warna dan menyebarkan
kebahagiaan, hahaha.. Sebenernya sih konsepnya apa saja yang berhubungan dengan
rajutan. Untuk ke depannya pengennya produk Desa boneka enggak terbatas hanya
boneka saja, bisa dompet, handphone case, dan lain sebagainya, yang penting based-nya adalah rajutan.
Teknik
apa, nih, yang dipakai oleh Cindy dalam membuat boneka? Jelasin duongsss…
tekniknya
namanya crochet, merajut dengan 1 jarum lalu dikombinasikan dengan bahan-bahan
flanel, beads, button, dan lain lain.
Gimana
awalnya Cindy kok bisa terjun ke dunia handmade dan membuat
boneka-boneka unyu ini?
Aku memang
suka bikin-bikin kerajinan tangan dari dulu, hehehe. Kata mami aku, dulu waktu
masih TK aku udah rapi banget gunting kertas. Awal-awalnya aku kenal crochet
itu gara-gara liat di internet, iseng-iseng belajar dari tutorial yang ada di
internet. Coba-coba bikin, terus kecemplung deh sampe sekarang.
Apa
yang membuat Cindy masih terus bersemangat mengarungi lautan handmade sampai
detik ini, ahiwww bahasanya lautan, enggak nahan, hihihi…
Pada
dasarnya sebenernya, kan, ini hobi aku. Jadi ya semangat donggg kalau
mengerjakan sesuatu yang sesuai sama hobi kita. Apalagi kalau dari hobi itu
bisa menghasilkan uang, rasanya puas banget kalau habis bikin “makhluk” baru,
hahaha… Nah kalau nantinya produk itu laku dan banyak yang suka, itu jadi nilai
plusnya. Dan juga sekarang sudah makin banyak orang yang menghargai produk handmade. Jadi makin semangat dehhh!
Pertanyaan
iseng-iseng, kenapa kok dinamain Desa Boneka? Kenapa enggak… mmm… Kota Boneka
atau Kabupaten Boneka gitu, hehehe…
enggak ada
alasan khusus sih sebenernya, hehe… Waktu itu aku nyari nama yang merakyat dan
gampang diinget, yang pasti, namanya sengaja dalam bahasa indonesia, supaya
kalau nanti Desa Boneka sampai terkenal ke luar negeri, aminnnn, orang-orang
langsung tahu kalau Desa Boneka itu karya anak Indonesia…
Pembuat
boneka itu, kan, banyak.. apa yang membuat Cindy yakin bahwa Desa Boneka akan
bisa eksis dengan asoy geboy? Apa sebenarnya keistimewaan dari Desa Boneka?
Eksis
dengan asoy geboyyyy, hahaha….Keistimewaan dari desa boneka apa ya... Kalau aku
yang jawab, jadinya subjektif dong, hihi… Aku pernah survei kecil-kecilan ke
pembeli Desa Boneka, rata-rata sih mereka tertarik karena ke-unyu-an nya ya, hehehe…
Tapi ada kata-kata teman aku yang paling aku ingat sampai sekarang: the little details you add to every doll is
what makes them special.
“Desa
Boneka” seperti apa, sih, yang dipengenin dan dimimpikan oleh Cindy?
Aku pengen
ada toko “desa boneka'” beneran yang penuh dengan boneka-boneka buntel-buntel
kecil imut-imut, hahaha... Pengen memperbesar produksi juga, sekarang ini, kan,
hanya aku seorang yg ngerajut sampe keriting, hehe… Biar Desa Boneka bisa jadi
lahan pekerjaan juga untuk orang lain...




Bonekanya cantik-cantik. Makasih infonya.
BalasHapusAnna @ rental mobil