28.10.11

Berputar 360 Derajat

Menikmati foto karya Chandra Mirtamiharja ibarat berdiri di tengah bola dan berkeliling di dalamnya. Yap, menjahit ternyata tidak hanya milik mutlak para penggila jarum, melalui foto, lelaki cepak ini menjahit satu demi satu fotonya dan menghadirkan sebuah sensasi baru menikmati foto. Percakapan ini pun lalu menyelusup menjadi sesuatu yang benar-benar baru bagi saya. Panorama 360 derajat…


Chandra, kan, sempet memfoto Tobucil dengan hasil yang “melendung-lendung” gitu, hehe, ceritain dong tentang teknik foto itu..
Jadi itu namanya foto panorama 360 derajat. Sebenarnya tekniknya sama, ya, dari jaman dulu bikin lukisan, lukisannya itu bentuknya panorama. Lalu ketika muncul fotografi, tercipta kamera yang bisa menangkap dengan sudut pandang yang lebih luas. Nah, kalo kita liat di jaman sekarang, lensa itu ada yang sudah bisa bergeraknya berputar, jadi lensanya itu bisa “berkeliling” untuk nangkep objeknya. Kalo yang aku bikin kemarin itu panorama dengan lensa fix, jadi digabung. Jadi beberapa ngambil foto secara keliling atas dan bawah kemudian digabungkan menjadi satu dengan menggunakan software. Lalu kenapa bidang itu melengkung? Jadi kita itu seperti di dalam bola dan melihat berkeliling. Nah, si foto itu hasilnya bulat lalu dipotong dan dilebarkan sehingga kita melihatnya menjadi melengkung.

Tobucil dalam 360
Kamu, kan, baru ya, menekuni teknik yang satu ini. Kenapa kamu bisa tertarik?
Ya, tadinya aku memang lebih intens ke fotografi konvensional. Terus tertarik ke panorama 360 derajat itu jd awalnya lihat website yang khusus foto-foto 360 derajat. Lalu saya search Indonesia, ada 200-an foto, dan ketika search Bandung ternyata cuman ada lima foto. Itupun yang bikinnya orang Jakarta, enggak ada orang Bandungnya. Kan, sayang banget, ya. Padahal di Bandung itu banyak tempat-tempat yang bagus. Akhirnya aku mencoba bikin. Itu dimulai dari Agustus kemarin. Bahkan untuk foto yang Indonesia itu, meski sudah ada 200-an foto, rata-rata itu yang moto bule, jadi orang Indonesianya sendiri masih jarang banget yang moto 360 derajat.

Bandung Traffic Park, Bicycle Park
Apa, sih, yang menarik dari 360 derajat dibanding foto-foto konvensional
Kalau foto-foto biasa, tuh, kita terbiasa ngeliat sudutnya sempit, ya. Jadi ada fokus ke satu bidang. Ternyata ada tempat-tempat menarik kalau kita melihatnya secara menyeluruh. Cuman kalau kita melihatnya secara terpisah-pisah mungkin kurang enak, lebih nikmat jika bisa ngelihatnya sekeliling. Caranya, ya dengan teknik 360 derajat ini.

Oh, ya. Chandra sendiri seneng foto-fotoan itu dari kapan?
Seneng fofotoan itu dari tahun 1997. Dulu masih motret pake film, belum ada yang digital. Sempet ngalamin make kamera-kamera lommo juga. Tapi aku emang sendiri, sih. Jarang ikut club-club. Jadi saya sempet berenti moto, terus sempet ngerjain animasi dan desain grafis. Jadi foto sempet cuman dijadikan hobi. Nah, pertengahan 2011 ini baru mau mulai lagi.

Ciroyom Traditional Market
Balik lagi nih ke 360. Apa, sih, susahnya dari teknik ini?
Kalau fotografi biasa, kan, lebih instan, ya. Kalau ini enggak. Kepala tripod yang digunakannya pun, kan, rada khusus, ya. Bisa juga, sih, manual aja pake tangan. Jadi ada tekniknya juga make tangan. Tapi mungkin tingkat akurasinya tidak seakurat kalo make tripod khusus ini. Kesulitan terbesarnya, sih, sebenarnya saat menjahitnya di software, ya. Jadi butuh proses.
 
Konsep fotonya itu jadi seperti apa, ya?
Ya, jadi dia bentuknya seperti tour.  Jadi misalnya satu lokasi atau event semuanya 360 bentuk dokumentasinya. Kalau diluar sudah umum, ya. Apalagi ditunjang dengan internetnya yang berkecepatan tinggi.

Video Mapping Projection, Gedung Sate, Bandung
Gimana, nih, prospek bagi fotografer yang menekuni teknik ini?
360 itu kan di Indonesia masih jarang enggak kayak diluar. Masalah pertamanya, kan, bandwitch. Jadi kalau di post di internet filenya gede-gede dan mungkin jadi berat kalo di Indonesia. Tapi seiring perkembangan, internet di Indonesia kan makin cepet. Jadi masalah-masalah itu bisa teratasi.

Bandung from Grand Mosque Tower
Kalo Chandra sendiri sebenarnya pengen mengejar apa dengan intens menekuni fotografi dengan teknik ini?
Mengejar apa, ya? Hehe. Selain karena masih sedikit yang motret, jadi bisa untuk bekerja juga kayak misalnya foto promosi wisata, hotel, dan sebagainya. Kalau target untuk Bandungnya, sih, ya.. untuk dua tahun ke depan mah pengennya Bandung itu punya website 360 sendiri. 
Twitter : @mirtamiharja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails