Intan dan notebook buatannya adalah ibarat roti dan coklat, kentang goreng dan saus, es cincau sirup kemerahan pisang dan mamang gorengan, loh? Eh? Hehe. Mentang-mentang bulan puasa, semua jenis makanan disebut aja ini. Mengaku sudah ngefans dengan benda bernama notebook sedari kecil, Intan kemudian bertutur panjang lebar mengenai IntaNote’s, selebar dan sepanjang jawaban-jawaban UAS, namun sudah barang tentu jauh lebih menyenangkan daripada perwujudan ujian mengerikan tersebut. Hasilnya? Nah, inilah jawaban UAS handmade IntaNote’s… Mari periksa!
Ceritain, dong, awal mulanya Intan terjun (terjun payung kali terjun, hehehe) ke dunia handmade?
Awalnya sih dari suka banget sama notebook gitu waktu SD, biasalah anak-anak sukanya curhat-curhatan pertamakalinya suka ama cowo, sebel ama temen, dll.. hhihi. Saking banyaknya koleksi, akhirnya yg lain buat pajangan karena ga kepakai semua and sayang buat ditulis-tulis, hihihi. Nah, waktu beranjak SMP kadang masih suka iseng, tuh, beli notebooks yang udah buat dijadiin buku curhat pribadi.. Pas SMA masih sama juga suka bikinin buku curhat genk-genk gitu yg covernya polos terus dihiasin. Lalu, Ketika masuk Kuliah mulai bikin notebook yang dipakai buat sendiri, membuatnya masih sederhana sekali.. Sampai pada akhirnya, saya coba-coba membuat notebook menggunakan Hardboard dan menghiasnya menggunakan cover dengan warna yg lucu-lucu dan menggunakan nama. Banyak temen-temen yang tertarik dengan hasilnya, mulailah semenjak itu memberanikan diri serius untuk menjalani hobi ini menjadi sebuah peluang bisnis sampai sekarang.
Oh, ya. Kenapa pilihannya lebih fokus membuat notebook? Selain notebook IntaNote’s bikin apa lagikah?
Yup, intaNote’s memang pengen lebih fokus membuat handmade notebook. dari mulai Cover Paper, Cover Webbing, Cover Fabric, Cover Frame, Cover Bulu-bulu, Cover Daur Ulang, dan Cover-Cover lainnya, dan dari berbagai macam bentuk Notebooks, dari yang Mini sampai yang Besar, dari yang tipis sampai yang tebal, dari yang bentuknya standar sampai bentuk aneh lainnya, hehe. disamping itu aku memproduksi hal-hal yang ada kaitannya dengan notebooks itu sendiri kayak gantungan kunci, soft case notebook, bag notebook dan lain sebagainya.Ya, selain karena hobi, kadang setiap membuat desain baru untuk notebook ada kesenangan tersendiri. Sebetulnya aku pengen membuat notebook yang ga mungkin menjadi mungkin, hehe… Kalo kata mbak Puri Idekuhandmade mah pokoknya apa yang terlintas diotak pengen aku buat.
Intan sendiri membuat craft kayak notebook itu belajar darimana? Proses membuatnya kayak gimana, tuh?
Sebetulnya dalam pembuatan Notebook ini aku enggak belajar ke siapa-siapa, tapi betul-betul belajar “ngulik” sendiri, liat bentuk notebook yang dujual dipasaran, akhirnya saya mencoba membuat notebook handmade sendiri yang pembuatannya bener-bener dari A-W (sisanya minta bantuan, hehehe) aku yang kerjakan, dari mulai belanja bahan dan pilih-pilih bahan, potong-memotong, sampul-menyampul, desain, promosi, Selling, tung menghitung.. hehehe. Mudah-mudahan secepatnya bisa ada yang bantu. Kalau proses pembuatannya, memang dari awal bahan-bahan belum terbentuk jadi notebook, kemudian barulah tahap demi tahap notebook disulap, (Dedi Kokbuset dong tukang sulap :p) jadi bisa custom order pengennya warna dan model seperti apa.
Apa, sih hal terbesar yang menginspirasi IntaNote’s sehingga mau terjun ke dunia handmade?
Hal terbesar jatuh kepada hobi, karena memang dasarnya hobi dan kebetulan saya kuliah di Jurusan Administrasi Bisnis yang dituntut untuk menjadi seorang entrepreneur sejak dini. Nah, jadi mulailah saya memberanikan diri untuk terjun ke dunia Handmade ini, yang ternyata baru aku sadari banyak sekali crafter handal yang sudah bermunculan dan tumbuh di Indonesia. Apalagi ketika sering ikutan bazzar bersama teman-temen crafter lainnya, tambah saya sadari ternyata memang banyak pecinta handmade. Setelah berkenalan dengan para crafter sukses dan handal, saya semakin optimis untuk mengembangkan usaha intaNote’s.
Dirimu kuliahnya jurusan di Administrasi Bisnis, ya… Nahhhh… menurut kamu, gimana, sih strategi yang pas untuk mempromosikan dan memasarkan barang-barang handmade?
Kalau aku pribadi sih memasarkannya melalui media online di Blog atau social Network lainnya pemasaran itu yang menurutku tanpa biaya banyak namun bisa dapat merambah ke berbagai tempat diseluruh Indonesia bahkan internasional. Saat ini kan sudah banyak sekali Bazzar khusus handmade. Pemasaran melalui bazzar sepeti ini adalah surganya kami para Crafter, sisanya mungkin ya… pintar-pintarlah cari peluang agar karya kita dapat mengembangkan sayap sebesar-bersarnya.
Menurut Intan, kesulitan apa yang paling sering dihadapi oleh para Crafter dan gimanakah cara mengatasinya?
Kesulitannya menurut saya pribadi sih untuk mencari karyawan atau yang bantuin untuk menyelesaikan orderan, karena ternyata susah sekali mencari orang yang benar-benar bisa membantu. Nah, kadang karna kendala tersebut, pesenan pelanggan jadi terhambat karna tangan saya memang ada dua, hehe, andai ada yang membantu mungkin pesanan pelanggan tidak akan memakan waktu yang lama.
Mmm… terakhir.. rencana terdekat dan terjauh dari IntaNote’s?
Rencana terdekat intaNote’s mau mencoba mencari yang bisa bantu2 dalam hal hitung menghitung.. hehe, yang bisa bantuin jg dibidang produksi. Sambil cari-cari lagi desain yang spektakuler. Hehe,Klau rencana jangka panjang, Pengen membuat pertemuan secara rutin perkumpulan sesama crafter (amiiin), intaNote’s akan terus melebarkan sayap di dunia Per-handmade-an, pengen Eksis juga didunia perbisnisan, mengikuti ajang-ajang wirausaha, membuka Offline Shop Pribadi, Membuka Cabang-cabang diseluruh Indonesia, dan masih banyak lagi.. hehehe..







Sukses terus buat Intan & Tobucil ^_^
BalasHapusmakasih banyak Bundaaakuuu...
BalasHapussukses jg buat kawakib sama tobucil.. hehe