13.3.11

Dyah 'Dydy' Dyanita: Merajut Komunitas Para Perajut

Yang ngikutin rubrik Knitting 101 di blog ini pasti ga asing lagi dengan salah satu kontributornya. Namanya Dyah Dyanita atau yang biasa dipanggil Dydy. Ibu dua anak asal Bandung ini, meratau jauh ke negeri Paman Sam mengikuti suami yang bekerja disana. Terpisah jauh dari tanah airnya, tidak menghalanginya untuk membangun komunitas merajut bagai para rajuters di Indonesia. Berikut ini email-email-an saya dengan Dydy untuk 'rubrik lebih dekat'nya tobucil handmade.



Bisa di ceritakan, bagaimana asal muasalnya tertarik dengan dunia rajut merajut ini?

Kalau sekedar tertarik pengen bisa sih sebetulnya dari jaman SMP, sejak liat buku "Golden Hands The Complete Book of Knitting and Crochet". Di situ ada knitted lace wedding coat yang keren banget. Sayangnya dulu kemampuan bahasa Inggrisnya masih kurang banget untuk mengerti isi buku itu, apalagi untuk mengerti istilah-istilah dan singkatan yang dipake di dalamnya. Pernah coba-coba sendiri merajut pakai tusuk sate, tapi berhubung nggak kebayang teknik yang betulnya kayak apa, dan nggak ada yang bisa ngajarin, jadi ya gagal.

Setelah pindah ke Amerika tahun 2003, akses ke alat dan bahan untuk belajar merajut sangat mudah. Jarum, benang, buku-buku rajutan banyak sekali, belum lagi info-info dari internet. Jadi saya bisa belajar sendiri. Tapi waktu itu masih berupa hobi, merajut hanya sekedar pengisi waktu.

Barulah setelah pindah ke NYC tahun 2005 dan baca banyak sekali buku-buku knitting dan crochet dari perpustakaan, saya tertarik lebih jauh mempelajarinya dan ingin berbagi dengan teman-teman di Indonesia yang sesama penggemar rajutan.

Bagaimana bisa tertarik untuk membentuk komunitas online untuk para perajut Indonesia?
Berdasarkan pengalaman pribadi yang merasakan sulitnya mencari informasi soal rajut merajut (terutama knitting), saya dan Frida (Safrida Purwati) bekerja sama menulis buku merajut mulai tahun 2006. Saat bertukar pikiran muncullah ide untuk membentuk juga komunitasnya dalam bentuk mailing list dan website. Mimpi kami sih, kalau komunitas ini berkembang, tentunya penyedia alat dan bahan rajut merajut juga melihat bahwa pasar mereka besar, sehingga semakin lama akan semakin mudah mencari alat dan bahan rajut merajut dan segala informasi mengenainya.


Eksplorasi Batik dalam rajutan-rajutan Dydy 

Bagaimana tanggapan awal ketika komunitas ini dibangun dan bagaimana perkembangannya sekarang?

Dari awal tanggapannya sudah cukup baik. Ketika didirikan pertengahan tahun 2006 memang sudah ada beberapa hobbyist rajutan yang saling kenal lewat blog dan kemudian bergabung di milis Mari Merajut dan website merajut.com. Kemudian pada perkembangannya ada anggota-anggota yang membentuk komunitas sendiri dan berkembang lebih luas lagi.

Saat ini anggota milis MM sudah hampir 1500 orang, meskipun tidak semuanya aktif. Yang hiperaktif cuma sebagian kecil :D. Tapi berkat keaktifan sebagian kecil anggota itulah milis MM sudah sampai 2 kali mengadakan Festival Rajutan Indonesia sejak tahun 2009.

Apa ada karakter yang sangat jelas diterlihat dari komunitas merajut di Indonesia yang sangat membedakannya dengan komunitas merajut di Amerika Serikat Misalnya?

Ya. Yang pertama, karena di Indonesia kata 'merajut' masih rancu, bisa mengacu ke knitting dan crocheting, jadi yang namanya 'komunitas merajut' rata-rata adalah crocheter. Sementara di Amerika yang lebih populer adalah knitting. Kedua, di Indonesia pola Jepang yang berupa gambar lebih populer, dibanding pola tulisan ala Eropa/Amerika. Ketiga, karena Indonesia beriklim tropis, maka benang yang banyak beredar adalah benang katun yang tipis-tipis, sementara di Amerika dan Eropa yang beriklim subtropis yang banyak beredar adalah benang wol dan akrilik dalam ukuran tebal. Yarn weight yang paling mudah ditemukan di Amerika adalah worsted weight, sementara di Indonesia ukuran segitu kayaknya susah banget nyarinya. Kayaknya sih ada lagi tapi belom kepikiran :D



Knitting Amigurumi: Fredy Mercury dan Bryan May

Seperti yang kita tahu, referensi dalam bahasa Indonesia untuk para penggemar rajut ini kan masih sangat kurang, menurutmu referensi apa sih yang paling banyak diperlukan jika mengacu pada kebutuhan komunitas merajut yang kamu bangun?

Yang paling banyak diperlukan, buku2 teknik.


Bagaimana dengan keberanian bereksplorasi di kalangan para perajut ini?

Kalau dalam hal mencoba berbagai teknik tusukan dan menerapkannya dalam rajutan sih pada berani ya, tapi kalau bereksplorasi dengan bentuk dan motif kayaknya masih sedikit, kebanyakan ikut pola atau bentuknya itu-itu lagi. Saya pribadi suka sekali kalau melihat karya-karya yang out of the box, lain daripada yang lain, atau yang meskipun bentuknya sama tapi ada sesuatu yang unik yang memberi nilai baru.

Kalau kamu perhatikan, seperti apa sih antusias para perajut ini untuk berbagi informasi seputar dunia rajutan?

Dalam bentuk sharing pola sih kayaknya super antusias ya hahaha (sharing pola bajakan juga), tapi sharing tutorial bagaimana cara ini dan itu masih sangat kurang.


 Komik dunia para perajut karya Dydy 

Bisa ceritakan tentang perpustakaan hobi yang dibangun bareng Tobucil?

Perpus hobi, awalnya karena terinspirasi dari banyaknya buku craft di NYPL. Terus dipikir-pikir akan bagus sekali kalau di Indonesia juga ada perpustakaan khusus buku-buku hobi dan kerajinan. Saya mulai mengumpulkan buku craft sekitar akhir 2007/awal 2008, dari library sale, dari ebay. Saya juga mengajak teman-teman crafter orang Indonesia di Amerika untuk menyumbangkan buku. Cuma waktu itu masih nggak kebayang di mana bikinnya, harus kerjasama sama siapa karena saya belom tau kapan pulang ke Indonesia dan di mana akan tinggal nanti.

Website khusus buat perpus hobi ini sebetulnya di craftbookdrive.org. Kenapa namanya "craft book drive", soalnya rencananya lewat website itu saya juga ingin mengumpulkan donasi buku atau uang dari para pengunjung website yang diharapkan adalah crafter2 sini. Makanya websitenya juga ditulis dalam bahasa Inggris. Tapi karena dulu hosting accountnya ditutup jadi belom sempat bikin lagi. InsyaAllah kalo lowong saya bikin lagi websitenya.

Apa mimpi atau cita-citamu dengan komunitas merajut yang kamu bangun ini?

Mimpi saya, semakin lama akan semakin mudah mencari alat dan bahan untuk rajut merajut, buku, informasi, tempat kursus dan lain-lain yang semakin memudahkan orang-orang untuk belajar rajut merajut. Kelihatannya mimpinya mulai terwujud.


Karena kamu tinggal di Amrik, sejauh mana komunitas merajut di Amrik, mempengaruhimu?
Hmm..sebetulnya saya nggak gaul di komunitas merajut mana-mana. Memang gabung di Ravelry, masuk grup-grup tertentu tapi jarang nimbrung. Saya lebih suka mengamati dan belajar dari sharing pengalaman orang lain. Soal rajutan, saya lebih tertarik dengan teknik dan prinsip, dibanding trend. Jadi trend dunia rajutan nggak terlalu mempengaruhi saya. Misalnya sekarang di sini lagi ngetrend amigurumi crochet, saya tetep lebih suka knitting :D. Saya juga lebih suka ngulik pola sendiri daripada ngikut pola orang, makanya nggak pernah tertarik ikutan KAL atau CAL.  Memang kesannya jadi mengisolasi diri ya...padahal ga juga sih. Buat saya merajut itu kegiatan serius (tapinya nikmat) yang ngabisin banyak waktu, dan saya ingin waktu yang cuma sedikit itu saya pakai untuk menghasilkan sesuatu yang originally mine. Gue banget.

Apakah ada rencana menerbitkan buku lagi?

Rencana ada...banyak malah. Udah dibikin daftar jenis buku yang mau dibikin. Tapinya kendala utamanya nyari waktu buat nulisnya dan merajut isinya. Mungkin harus kerjasama dengan siapa gitu di Indonesia buat bikin rajutannya, sementara saya 'cuma' bikin polanya di sini, biar gampang kalo harus pemotretan karya.

Ada rencana kembali ke Indonesia dan membangun komunitas offlinenya disini?
Rencana tentu ada, cuma ya belum tentu kapan pulangnya, dan belum tentu juga di mana saya tinggal nanti kalau pulang. Yang pasti saya pengen banget buka kursus dan workshop di Indonesia. Sekarang sih saya mau merintis buka kursus online. Di Amrik lagi menjamur lho desainer2 rajutan ngasih kursus online, bagus jadi skill dan pengetahuan mereka jadi accessible buat orang-orang yang jauh dari tempat mereka tinggal. (vitarlenology)


 
Buku pertama Dydy yang ditulis bersama Safrida Purwati


Dydy Dyanita bisa di kontak di sini:
http://dydy.multiply.com
http://dydyknits.wordpress.com/
http://merajut.com
http://twitter.com/dydyknits










1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails