31.12.10

Jangan takut Matematika, Mari Merenda!

Beberapa tahun lampau, ketika saya masih begitu lugu dan lucu, salah satu aktivitas yang paling menyenangkan di tengah keasyikan menonton serial Ksatria Baja Hitam di layar kaca adalah mengganggu Ibunda yang tengah begitu tekun merenda-renda ria. Mata asyik menyantap Kotaro Minami, tapi mulut terus jahil mengomentari Ibu dan rendanya. Mulai dari komentar agar si jagoan Kotaro membuka kelas merenda untuk para monster jahat sampai pertanyaan perihal mengapa superhero tak menggunakan kostum renda.

Dian berasoy geboy dengan karyanya
Paragraf di atas adalah sekelumit cerita klasik yang menyenangkan untuk diingat. Cerita yang pernah terlupakan sampai kemudian perjalanan hidup memertemukan saya dengan pengajar renda alias crochet di Tobucil. Obrolan dengan Dian Rinjani pemilik brand Rinja-Rinja ini kemudian hadir di tengah romansa masa lalu meski minus Ksatria Baja Hitam.

Dari kapan, sih, kamu intens dengan crochet?
Waktu kuliah. Jadi Tugas akhir saya mengaplikasikan teknik crochet pada kebaya. Kenapa crochet? Karena belum ada yang membuat tugas akhir seperti itu di kampus saya, dan saya suka aja merenda. Jadi dulu awalnya bukan merenda, sih. Saya dulu membuat rajutan untuk hadiah. Waktu itu minta diajarin sama Moel (inget, kan? Sang pencipta Mogu di pameran Play Dead 2, hehe) bikin syal. Setelah itu, saya ingin membuat yang lain. Terjunlah kemudian jadi membuat renda dengan berguru pada pembantu di rumah. Selebihnya saya juga belajar sendiri dengan mencari-cari buku yang berhubungan dengan itu.


Kok bisa terdampar di Tobucil?
Jodoh kali, ya, hehe. Jadi dulu saya beli benang ke Tobucil karena murah. Terus ditawari untuk mengajar kelas merenda. Enggak langsung, sih. Beberapa bulan kemudian enggak sengaja ketemu Mbak Tarlen di pamerannya Moel. Akhirnya saya diminta datang ke Tobucil dan ya jadilah akhirnya mengajar.


Apa, sih, yang menarik dari crochet?
Kalau crochet, tuh, menurut Dian menciptakan pola sendirinya lebih gampang karena stiknya hanya satu jadi untuk bentuk tiga dimensi dia lebih gampang. Berbeda dengan knitting atau merajut. 


Menurut Dian, nih, rata-rata apa yang bikin orang pengen belajar merenda?
Hmm.. Apa, ya. Ya, kurang tahu juga, sih. Tapi mungkin karena merenda itu aplikasinya lebih kepada perabotan rumah. Makanya banyak ibu-ibu yang pengen belajar merenda. Contohnya, membuat taplak. Mungkin agak susah kalau membuat taplak dengan cara merajut, beda dengan merenda.

Lama enggak, sih, belajar merenda, tuh?
Kalau di kelas saya, 2-3 pertemuan biasanya sudah bisa dasar-dasarnya. Setidaknya bisa menggunakan teknik satu atau dua tusukan. Ya, minimal bisa bikin tas. Tas, kan, gampang, ya, karena tidak menggunakan motif-motif. Nah, kalau udah jago itu, ya, sudah bisa bikin baju. Pokoknya kalau sudah bisa bikin baju itu sudah punya skill deh.

Nah, nah. Kalau kita ingin belajar merenda apa yang sekiranya harus dipersiapkan?
Persiapkan keinginan yang kuat. Jangan setengah-setengah. Renda itu asyik. Lebih oldschool, loh. Soalnya dari jaman perjuangan pun sudah dikenal. Jangan takut pusing. Karena merenda itu cenderung lebih bebas. Enggak ada hitung-hitungannya kayak knitting. Jadi, buat yang nilai matematikanya kecil, belajarlah merenda. Kalau yang nilai matematikanya gede? Ya belajarlah merajut dan merenda, hehehe.


Oh, ya. Terahir, nih. Rencana-rencini Rinja-Rinja di 2011?
Pengennya, sih, jadi perusahaan, Ya, namanya juga cita-cita, hihihi. Yang pasti sih bikin produk yang banyak terus dimasukin ke toko-toko. Ya untuk sekarang, sih, rencananya mau buat produk-produk seperti tas, baju, perabot rumah tangga, dan juga perlengkapan bayi. Dian juga pengen ngelatih orang-orang di sekitar rumah untuk ngajarin orang-orang di sekitar rumah dan mengerjakannya bersama-sama.


Eits! Buat yang pengen belajar merenda jangan menyerbu rumah Dian, ya. Ini khusus tetangga! Ow ow... jangan pada depresi sampai guling-gulingan di aspal juga kali yang bukan tetangga Dian tapi berminat belajar merenda. Mending serbu Tobucil biar Dian kewalahan mengajari! Hehe. Yuk, ah, capcus ke Tobucil!
http://rinjarinja.blogspot.com/
 (Nunuw)

1 komentar:

  1. Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai "fobia matematika" berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Fobia Matematika ?

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails