12.11.10

Berwacana Kawas “Nu Heu’euh”

“Ini adalah cerita tentang sebuah kongsi dagang mikro yang rentan mengalami kecelakaan dalam setiap konsep produksinya. Ide namanya saja merupakan sebuah kecelakan yang bermula dari percakapan kecil dua orang mahasiswa tingkat akhir yg tengah dirundung krisis kuartal hidup pada akhir tahun 2009, dari percakapan tak jelas itu keluarlah kata umpatan dalam bahasa sunda  “kawas nu heu’euh wee..” , bila diartikan dalam bahasa Indonesia umpatan itu mengandung arti “kayak yg bener  aja lah…” dan kental dengan konotasi sindiran akan sebuah keseriusan dalam berbagai konteks”

Di balik layar Kaos Nu Heu'euh
 Oh yes, oh no. Yeah,wawancara singkat dengan penuh filosofis ini adalah sebuah wawancara yang tertunda sebenarnya. Berminggu-minggu lalu, janji-janji palsu tercipta dan menghasilkan pertemuan-pertemuan semu yang memabukkan hingga akhirnya sebuah malam kami habret sejenak. Bersama pemilik ide dan pembuat kaos dengan brand “Nu heu’euh”, obrolan-obrolan liar ini kami mulai dalam remangnya malam dan canggihnya teknologi bernama internet.


Siapa sebenarnya kalian dan kaos seperti apa, sih, sebenarnya yang kalian buat?
Kaos Nu Heu’euh awalnya diawaki oleh  dua orang mahasiswa  Jurnalistik fikom Unpad. Setiap konsep dalam berbagai produksinya dikerjakan oleh Sahrul yang kemudian di diskusikan bersama dengan awak lainnya. Namun perlahan mulai pertengan bulan September kaos nu heu’euh mulai membuat proyek proyek “part side season” yang kemudian diawaki oleh dua orang baru. Kalo untuk kaosnya sendiri kaos yg kita buat biasanya bertemakan tentang sebuah isu. Isu-isu yang diangkat pun mulai beragam. Namun secara garis besar semua konsep yang akan ditawarkan adalah berbicara tentang hal-hal penting tapi terdengar mikro di pasaran..Hal yang dilupakan orang dan berbicara tentang sindiran akan kemunafikan.

Desain-desain kaos kalian terlihat nyeleneh. Sebenarnya ide awalnya seperti apa? Perenungannya seperti apa?
Desainnya mah kebanyakan spontan, kecelakaan. Jadi awalnya dari hereuyan (bercanda-red) barudak kalo lagi nongkrong di kosan, atau di kampus. Ide munculnya justru kalau lagi galau atau curhat masalah jodoh dan akademis. Hehehe… Ya, gitu. Dari obrolan santai dengan kawan-kawan  biasanya muncul jargon-jargon hereuy yang kami pikir lucu untuk diangkat di kaos.

Edisi Sampul Buku
 Salah satu kaos karya kalian yang pernah saya lihat melakukan distorsi terhadap ikon Bobo. Lalu ada juga mengambil ikon Tintin. Kesemuanya adalah sesuatu yang hip di dekade 90-an. Kenapa harus mengangkat “romantisme? Gelisah terhadap apa, sih?
Karena romantisme itu cukup mengena di hati setiap orang dan tanpa di sadari di hal terkecil dalam sampul itu ada narasi yg lambat laun menjadi sebuah mitos. Kalau kami ngeliatnya sih masalah yang kami hadapi sebenarnya masalah standar yang juga pasti dihadapi oleh orang2 sebaya kami. Kerennya mah ”twenty something life crisis”. tapi kami mencoba untuk tidak terlalu meratapi nasib. Ya, dibawa santai aja dan kaos menurut kami media yang asik buat menyantaikan kegalauan kami. Kalau dituangkan ke dalam bentuk lisan mungkin jadi seperti ini “anjir bodor juga menyatakan diri sedang galau lewat kaos. biar orang2 pada tau”.

Edisi Tintin Jurnal-Jurnil
Kenapa harus romantisme? Kenapa enggak futuristik skalian? atau jangan-jangan punggawa kaos Nu Heu’euh masuk dalam golongan pesimistis?
kesannya memang seperti itu sih…  Mungkin karena atmosfir kami memang sedang suram, jadi yang timbul malah pesmisitis, tapi dari pesimistis timbul harapan.


 Harapan seperti apa, tuh? Kalau dikaitkan dengan kaos kalian gimana?
Harapan kami itu disalurkan dalam bentuk sindiran. Misalnya kayak edisi kemaren, sampul buku “sukses bagi si rajin”. ibaratnya mah kami nyindir dan sinis kepada diri sendiri dan mudah2an dengan begitu kami jadi termotivasi.


Terakhir, nih. Kalau ke orang lain gimana? Kalian ada target-target tertentu atau “ah, terserah orang aja menafsirkannya”.
untuk orang lain juga sama, tapi dengan jargon atau istilah yang kami angkat, diharapkan orang bisa melihat sisi komedi dari situ. Ya, lebih ke satir kali, ya? Mudah-mudahan orang bisa menciptakan ruang kontemplasi di dirinya. contoh, edisi sukses bagi si rajin yang sampul buku. Secara gamblang mah orang bakal nerjemahin "oh,ya. Saya bakal sukses kalau saya rajin tapi jaman sekarang, ngejamin gitu rajin doang? jadi secara terselubung emang ada muatan-muatan tertentu, tapi urusan interpretasi orang sih bebas-bebas saja.

Sebenarnya saya masih ingin bercakap-cakap dengan para pemuda genit penuh inovasi ini. Uh, tapi malam terlalu galau sekaligus terlalu memilukan plus internet yang seperti hidup segan mati tak mau. Well, apapun itu, yang pasti, selamat menikmati Kaos “Nu Heu’euh”!

4 komentar:

  1. kaosnya unik, keren, kreatif bgttt! <3

    BalasHapus
  2. Kang masih produksi kaos sukses bagi si rajin.. Hehehe.. Yg lama entah kemana? Kabarin ya..

    BalasHapus
  3. Kang masih produksi kaos sukses bagi si rajin.. Hehehe.. Yg lama entah kemana? Kabarin ya..

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails