Pertanyaan
pertama… Kenapa memilih beads dalam berkarya? Apa yang menarik dari beads itu
sendiri?
Awalnya
karena saya suka memakai asesoris terutama gelang dari manik-manik, apalagi yg bernuansa etnik
atau corak dan bentuk beads-nya unik. Jadi ketika saya mendadak terjerumus ke
dunia craft, saya langsung mantap dengan pilihan membuat handmade jewelry
jurusan manik-manik. Yang jelas beads itu sangat beragam jenisnya dan membuat
kombinasi dari bahan-bahan tersebut sangat menyenangkan. Setiap saat saya merasa bermain-main
saja bukan berpikir dan bekerja keras karena melihat bentuk yang lucu-lucu dan
berwarna-warni. Catatan dari saya, pilihan bahan yang saya pakai saya adalah
beads dari bahan kaca, batu alam, kayu, logam, resin, keramik. Saya jarang
menggunakan bahan dari plastik biasa, akrilik, dan Kristal-kristal.
Motemanika,
namanya kayak ada hubungan dengan matematika, hehe… Apa nih arti dari nama
motemanika?
Motemanika
itu singkatan dari mote manik-nya IKA, Cuma bermain kata-kata saja.
Aksesoris
seperti apa aja nih yang dibuat Ika dengan Motemanikanya?
Yang
sudah saya buat selama ini adalah kalung, gelang, peniti jilbab, bros,
anting-anting. Yang non jewelry pembatas buku, stone painting. Oh ya, saya
memiliki dua brand dengan konsentrasi produk yang berbeda. Motemanika Beads
untuk beads jewelry dengan teknik stringing alias ronce. Desainnya lebih
bernuansa etnik dan bisa juga sedikit pop. Satunya lagi Uwerans by Motemanika
untuk wire jewelry dengan teknik wire wrapping alias nguwer kawat dan sedikit
basic metalsmithing. Kedepannya saya akan lebih memperdalam skill metalsmithing
supaya kreasi saya lebih bervariasi. Desainnya ke arah asimetris dan free form
alias tanpa patrun tertentu. Banyak yang bilang sedikit bergaya metal dan
maskulin.
Kalau
untuk Motemanika beads, saya membuat kreasi yang limited edition, diusahakan
tidak lebih dari tiga kali duplikasi. Saya utamakan memakai bahan dari dalam
negeri supaya lebih mengangkat produk Indonesia. Untuk desainnya, sampai saat
ini pilihan saya adalah yang bernuansa etnik, tapi tidak menutup kemungkinan
untuk dikombinasikan dengan style yang lain. Untuk Uwerans, saya membuat kreasi
yang One of A Kind, tidak dibuat duplikasi sama sekali, sehingga sangat
ekslusif. Karena desainnya free form alias bentuk bebas, bahkan saya sendiri
tidak pernah bisa mengulang langkah yang sudah pernah saya buat sebelumnya.
Untuk produk yang simple mungkin masih bisa dibuat ulang. Namun sejauh ini
jarang sekali saya lakukan kecuali ada request dari pembeli.
Ika
sendiri melihat kreativitas dan inovasi di dalam dunia handmade itu seperti apa
sih?
Dua
hal tersebut kalau diikuti perkembangannya malah bisa bikin saya enggak sempat
berkreasi. Seperti “glagepan” alias megap-megap enggak bisa napas karena
serbuan informasi dari seluruh penjuru dunia sangat mudah diakses saat ini.
Saya punya akun instagram, pinterest, deviantart yang saya gunakan untuk
melihat perkembangan dunia handmade craft. Tapi bagi saya sendiri, pancingan kreativitas
tersebut langsung saya saring, tidak semata-mata dicontoh, karena pada dasarnya
saya ini sangat tidak ahli meniru sebuah karya, wong saya meniru ulang kreasi
saya sendiri aja males kok, apalagi niru pleek punya orang. Jadi kreativitas
dan inovasi bisa dicari dari mana saja, tapi harus disarikan ke dalam bentuk
kreasi kita sendiri. Oh ya, saya juga bergabung dengan beberapa grup di
facebook dari dalam dan luar negeri, untuk menambah referensi saya.
Pegangan
utama yang dijadikan Ika dalam berkarya?
berkreasi
itu harus dari hati. Kalau feeling-nya sudah kena, saya jadi enak kerjanya.
Produk yg dihasilkan bukan seperti barang industri yang dibuat oleh mesin.
Makanya saya buat tagline untuk motemanika adalah “it’s about passion and
creativity”.
Konsep karya seperti apa nih yang sebenarnya hendak ditawarkan Ika kepada para
pelanggan Motemanika?
Seru
sekali kalau bisa membuat karya yg anti-mainstream meskipun dgn konsekuensi
hanya diminati kalangan tertentu. Karena dunia asesoris kan masuk ke dunia
fesyen, pastinya mengikuti trend yang berkembang saat ini. Tapi untuk sekarang,
saya belum bisa muluk-muluk bicara konsep karena memang dalam berkreasi saya
belum menemukan konsep yang pasti. Istilah saya, masih ababil lah. Semua pengen
dicoba, dipelajari, dan dicari mana yang paling sesuai. Semoga segera ketemu
itu si konsep ya..
Instagram : @Motemanika
Path : Motemanika
Twitter : @IKAmotemanika
Pinterest : motemanika beads
Email : motemanika.uwerans@gmail.com





Tidak ada komentar:
Posting Komentar