Bermula dari sekadar
penasaran dan rasa ingin tahu, Petra Dewi Handayani mulai serius menekuni
handmade manakala sang buah hati lahir. Baginya, berkreasi dengan menggunakan
media clay tidaklah pernah membosankan karena melalui clay beragam bentuk unik
nan menarik terus ia temukan.
Sejak
kapan nih Petra menekuni clay? Belajar dari manakah?
Aku pertama kali mencoba clay sekitar akhir tahun
2004, tapi waktu itu masih sekedar ingin tahu saja dan belum benar-benar
mendalami tentang clay karena waktu itu aku masih bekerja, jadi masih belum
banyak waktu untuk eksplore, sehingga kegiatan ‘nge-clay’nya sempat terhenti.
Setelah mempunyai anak, aku kembali bermain dan bereksperimen dengan clay lagi dan
mulai serius untuk menggeluti dunia clay tahun 2008. Belajarnya waktu itu
otodidak sih. Banyak kesalahan-kesalahan yang kulalukan diawal dan pasti banyak
gagalnya, hehe… Tapi justru itu yang membuatku belajar banyak hal sehingga aku
mengetahui kelebihan dan kekurangan dari clay yang kupakai.
Apa
nih keseruan dari penggunaan clay sebagai media untuk Petra berkarya?
Seruuuu abissss dehhhh
hihi… Bermain dengan clay itu rasanya enggak pernah membosankan. Mulai dari teknik-teknik
yang bisa banyak dipelajari sampai pada proses pembuatan, rasanya aku seperti
anak kecil yang menemukan mainan baru kalau sudah berhadapan dengan clay,
selalu ada aja yang bisa dipelajari dan di eksplore lagi dari yang namanya
clay.
Karya
clay kayak gimana aja sih yang dibuat oleh Petra dengan Piet’s Art-nya?
Agak sulit
mendeskripsikannya nih. Tapi setidaknya karya clay yang kubuat sebisa mungkin
harus mempunyai konsep yang jelas, bisa menjadi karya yang ‘bercerita’, ada
detil dan keindahan yang kuharapkan bisa dinikmati dan menyentuh hati
banyak orang. Sebagian besar yang kubuat adalah bentuk figure 3D, dalam bentuk
diorama, topping cake, miniatur, dan lain-lain.
Menurut
Petra, gimana nih cara yang pas bagi para crafter agar dapat terus berinovasi
tanpa mengenyampingkan kebutuhan pasar?
Kalau berkaitan dengan
inovasi, aku sendiri lebih suka berinovasi dengan bebas dengan mengeksplore
teknik-teknik baru, bahan-bahan baru ataupun sesuai kata hati saja. Maklum,
kata suami otakku lebih bergerak ke arah seni daripada bisnis, aku lebih suka
kebebasan dalam berkarya, hehe... Aku percaya, seni yang berasal dari
hati itu juga pasti bisa menyentuh hati orang lain. Dan kalau kita bisa
menampilkan yang unik dan menarik, menampilkan yang terbaik dalam setiap
pekerjaan kita, pasar juga pasti akan mengikuti . So, jangan pernah takut
berinovasi, karena gagal ataupun berhasil, itu semua adalah pengalaman yang
berharga yang membuat kita tumbuh menjadi crafter yang semankin tangguh.
Oh
ya, apa kelebihan dari karya-karya Petra sehingga “wajib” dimiliki penggemar
handmade, hehe…
Waduhh hahaha… Kalau
itu mungkin lebih tepat dijawab oleh teman-teman pecinta handmade yang sudah
membeli karyaku. Biar orang melihat dan menilai sendiri deh kelebihan Piet’s
Art, hihi…
Hal
terbesar yang ingin dilakukan Petra dengan Piet’s Clay-nya?
Mimpi-mimpi besar sih
banyak ya, hehe… Tapi yang paling bisa kulakukan sekarang adalah berharap
Piet’s Art bisa selalu menularkan kecintaan terhadap karya seni dari clay dan
bisa selalu menjadi inspirasi bagi para pecinta art and craft dari clay . Dan
mudah-mudahan suatu saat Piet’s Art bisa membuka kelas-kelas clay sehingga
dunia clay Indonesia boleh semakin berkembang dan dikenal secara luas.




kerenn : )
BalasHapus