Perempuan yang satu ini punya kecintaan dan kegiatan berhandmade yang sangat
padat. Di samping mengembangkan usahanya yang dinamai Saung Craft, ia pun aktif
pula menjadi tutor oshibana (seni menghias bunga yang telah di press) di berbagai
lembaga pendidikan. Psst... bahkan bukunya yang berisi tentang oshibana ini
telah diterbitkan.
Kenapa
namanya Saung Craft? Ada apa nih dengan saung? Hehe…
Akun FB saya tadinya Sri Alderina saja. Karena
saya senang membuat macam-macam craft, mengajarkan kepada anak-anak, lama-kelamaan
saya memberikan workshop di rumah. Akhirnya saya kepikiran pengen bikin
dan punya tempat yang cukup luas serta
nyaman untuk anak-anak berkreasi. Muncul
ide saung untuk namanya karena semua
anak saya bersekolah di Sekolah Alam Indonesia dimana semua ruang kelasnya
berupa saung, bangunannya semua dari kayu dan beratapkan rumbia. Kata-kata
saung lebih down to earth, kesannya lebih bersahabat dan santai di mana anak-anak bebas berkreasi sesuai dengan
kreativitas dan imajinasinya. Enggak mesti duduk diruangan yang ada kursi,
pintu dan jendela. Tiada sekat, cukup lesehan saja. Pokoknya asyik, seru, aman dan nyaman banget buat anak-anak.
Apa
aja nih karya yang dibuat oleh Mbak Sri dengan Saung Craft-nya?
Selama ini Saung Craft lebih cenderung
memberikan workshop yang sesuai untuk dunia anak-anak, dalam artian cara
membuat produknya mudah diikuti, bahan bakunya mudah didapat, dan hasil karyanya
dapat difungsikan, tidak hanya untuk dipajang doang. Karya yang sudah dibuat
antara lain celengan dari bekas kemasan kemudian dihias kain flanel, gelang
dari pita/benang menggunakan pattern makrame dan kumihimo, washi ningyou (boneka
jepang berupa bookmark, card, keychain holder, dan lain-lain), oshibana (seni
menghias bunga press dari jepang, berupa card, agenda, bookmark, hanging wall
decoration, dan lain-lain, kokoru (membuat macam-macam bentuk dari corrugated
paper), bikin gelang dari karet, Kinchaku (kantong kain berbagai ukuran ala Jepang) untuk
dipakai sehari-hari dan untuk gantungan hp atau tas, dan bikin bros sulam bahan
dasar flanel dan benang sulam rajutan.
Aku
lihat di FB-nya ada tentang komunitas Oshibana. Makhluk apa lagi nih Mbak?
Terangin dong tentang aktivitasnya yang satu ini…
Jadi bunga-bunga segar kita petik, di press
menggunakan alat press khusus dengan tehnik dari Jepang, disimpan dengan
maintain khusus, baru kemudian dapat digunakan untuk menghias berbagai macam
benda berupa cover agenda, buku, album foto, card, bookmark, pin, liontin,
keychain, frame art, dan lain sebagainya.
Oh
ya. Apa yang terlintas di benak Mbak Sri ketika mendengar kata “handmade” dan
“semangat”?
something so special, karena dibuat manual
dengan tangan, takes time to create, limited edition, orisinil, full of love
karena yang bikin mestinya orang yang punya passion dan cinta pada setiap
produk yang dibuat, bukan produk massal buatan mesin. Kalau semangat itu full of energy, feeling so blessed,
ready to get challenge no matter what happen...
Menurut
Mbak Sri, apa cara paling manjur yang harus dilakukan agar karya-karya kita
tetap dilirik oleh konsumen?
Caranya never copy paste anyone produc, don't be
a plagiator, keep on search new idea for product variaties, keep learning from
all resource (book, people, magazine, web, the fenomena around us), keep
creating, experiment and trying something new, keep in touch sama konsumen
dengan berbagai cara seperti via socmed,
phone, email, off air, dan lain-lain.
Saung
Craft sendiri punya mimpi seperti apa nih berkaitan dengan dunia craft?
Pengen punya tempat sendiri untuk kegiatan craft
anak-anak berupa saung yang luas dan nyaman, sehingga anak-anak menjadi lebih
tertarik untuk bikin craft daripada games online, internetan, main gadget, dan
dunia seputar itu deh... Pengennya punya
link dengan mall-mall besar, sekolah-sekolah, perusahaan dan instansi jadi
saung craft menawarkan program workshop untuk mengisi liburan, family
gathering, atau event di sekolah untuk lebih menggaungkan dan bikin anak-anak
serta ortu lebih cinta craft dan sesuatu yang handmade daripada mainan
pabrikan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar