Siapa bilang
corat-coret tak ada gunanya. Setidaknya perempuan yang satu ini membuat beragam
karya menakjubkan melalui coretan-coretan kece nan unik yang dibuatnya. Dinar
Safitri sang penggagas DinArt memang sudah sejak lama hobi menggambar. Melalui
hobinya ini, gambar-gambar tersebut diaplikasikan pada berbagai benda-benda
sehingga menjadi sebuah karya yang menarik untuk ditilik.
Karyanya
tampak lucu-lucu, apa aja sih sebenarnya yang dibuat oleh Dinar?
Terima kasih sudah
dibilang lucu. Yang saya lakukan sebenarnya sederhana. Hanya corat coret. Namun
corat coretnya diaplikasikan ke berbagai benda. Alhasil corat-coret saya
terbentuklah piring hias, boneka kayu, gelas, mangkuk, kertas , dan lain-lain.
Aku
lihat di FB-nya dibilang dinART dibagi dua bagian,Doodler dan Handmader. Gimana
nih maksudnya, hehe…
Oh ya, jadi sebelum
saya sangat ketagihan corat coret (doodle), saya suka membuat aksesoris (handmade)
dari kain seperti jepit, bros, headband, dan lain sebagainya. Nah, dulu produk
yang saya hasilkan, itu adalah karya corat-coret (doodle) dan aksesoris
(handmade). Namun dulu, karya doodle saya lebih untuk lomba art. Jadi berupa
karya di atas kertas A3 atau A4 yang dilombakan lalu dipamerkan. Tapi sekarang
saya lebih menggembangkan karya doodle saya yang aplikasinya lebih ke home decor
dan alat kantor karena memang pada
dasarnya saya hobi menggambar walau bukan dari jurusan seni.
Apa
sih serunya menggambar menurut kamu?
Menggambar bagi saya
itu lebih dari sekedar seru. Ia adalah tempat mencurahkan hati. Mungkin
sebagian orang jika sedih maka ia akan menulis diary dengan kata-kata yang
indah namun saya lebih menuliskannya dengan gambar. Di instagram saya itu
awalnya berisi tentang kisah-kisah kehidupan. Kalau kata penelitian, media menggambar dapat
pula digunakan sebagai terapi Seperti yang kita semua ketahui bahwa dengan
menggambar seseorang dapat mengekspresikan dirinya terhadap suatu kondisi
tertentu. Esensi dari terapi menggambar itu sendiri adalah bagaimana seseorang
dapat menuangkan pikirannya dalam coret-coretan pada sebuah kertas dalam sebuah
gambar. Coretan itu tentunya dibuat berdasarkan apa yang terjadi pada diri
seseorang tersebut. Mengapa ia mendapat ide menggambar suatu hal, tentu saja
dikarenakan apa yang ada di kepalanya. Dengan terapi menggambar, seseorang
diajak untuk menuangkan pikiran lain sebagai pemecahan terhadap masalah yang ia
miliki. Mereka diajak untuk mendapatkan pandangan baru terhadap masalah yang
mereka pegang selama ini.
Sejak
kapan Dinar terpikir untuk mengaplikasikan gambar-gambarnya di karya handmade?
Saya memulai lagi hobi
menggambar sejak 3 tahun lalu. Namun setahun yang lalu saya mulai memiliki keinginan
agar karya saya ini bisa dinikmati semua kalangan, bukan hanya kalangan
seniman. Mulailah saya mengaplikasikan
karya-karya saya itu ke benda-benda yang layak guna seperti gelas, piring, dan
lain-lain agar bisa dinikmati semua orang. Jadi sekitar setahun lalu semua perjalanan
ini dimulai…
Gimana
cara Dinar untuk menggali ide sehingga selalu bisa menghasilkan karya-karya
unik nan unyu?
Menggali idenya bisa
dengan banyak cara. Mem-follow artist ternama yang karyanya membahana yang
mampu membakar semangat setiap sy liat karyanya di instagram, pinterest, atau
youtube. Jalan-jalan ke tempat seni, ke toko buku, ke taman, ikut komunitas
seni, datang ke acara seni, dan selalu open mind terhadap hal-hal baru.
Hal
paling menyenangkan yang didapat Dinar selama aktif berhandmade?
Paling menyenangkan
ketika orang merasa terinspirasi dengan karya saya, orang mengapresiasi karya
saya, saya mampu memberikan ilmu dan ide baru untuk orang-orang.
Terakhir…
apa nih target terdekat yang ingin diraih Dinar dengan dinART-nya?
Sebenarnya karya saya
ini mengandung visi misi penyebaran virus doodle (mencoret). Bahwa ditengah
maraknya penggunaan teknologi di dunia art design, ternyata menggambar itu
mudah. Hanya dengan doodling (modal pensil/spidol dan kertas ) kita bisa
menghasilkan karya seni unik. Karya saya brand-nya kan hitam putih bergaris. Nah,
itu untuk menunjukkan juga bahwa untuk membuat karya indah itu tidak perlu
terlalu banyak warna. Cukup hitam putih saja, sudah bisa jadi karya unik.
Simple. berdasarkan hal tersebut target saya punya gallery doodle sendiri untuk
penyerbaran “virus”. Isinya bisa terdiri dari all produk dinART, interiornya
berisi karya mural dinART, juga dibuka kelas-kelas doodle untuk yang berminat.
Amiiin... aamiiin... amiiin…




Tidak ada komentar:
Posting Komentar