Siapa bilang sesuatu
yang asimetris itu selalu menghasilkan karya-karya absurd. Buktinya adalah
crafter yang satu ini, mengusung nama Asimetris sebagai brand, karya-karya
sandal rajut yang dihasilkan begitu unik dan menggugah selera.
Sandal
crochet kayak gimana nih yang dibikin di Asimetris?
Sampai sekarang, sandal rajut Asimetris masih diperuntukkan untuk kaum hawa
yang suka berganti alas kaki sesuai keperluan, hehe… Itu makanya, model sandal rajut kami beragam. Ada yang
flat sandal, heels, wedges, bahkan sepatu dengan tinggi yang beragam pula.
Kenapa
namanya Asimetris, maksudnya gimana nih,
hehe…
Kenapa Asimetris ya, ceritanya panjang. Jadi dulu, pas awal mulai usaha ini sama adik, agak bingung juga mau kasih
nama apa. Inginnya
yang mudah diucapkan dan diingat. Pas lagi asyik bikin-bikin dan melihat beberapa hasil karya kami, tercetuslah nama Asimetris. Alasannya karena
mayoritas karya kami selalu asimetris. Lagipula saya juga lebih suka komposisi
yang asimetris. Komposisi asimetris terkesan dinamis, menurut saya sih hehe… Jadi harapannya sih usaha ini bisa dinamis, bergerak ke
arah yang lebih baik dan makin berkembang.
Kok
terpikirkan nih bikin crochet di sandal, gimana ceritanya nih…
Awalnya kami membuat bolero, sweater, dan berbagai atasan dengan teknik
rajutan. Dengan durasi pembuatan yang termasuk lama serta sudah banyaknya
produk serupa di luar, kami mulai mencoba mengaplikasikan rajutan di produk
lain, akhirnya dibuatlah flat sandal yang talinya dirajut. Itupun awalnya
belajar dari buku craft. Puas dengan hasilnya, kami mulai mengembangkan
modelnya. Sepengetahuan kami juga, crochet sandal, terutama di Malang, masih
jarang diproduksi. Jadi kami semangat untuk mengembangkannya.
Gimana
tanggapan pasar terhadap karya-karya Asimetris?
Alhamdulillah responnya bagus. Mungkin karena sandal rajut masih jarang
dibuat. Beberapa orang juga bilang, modelnya beragam jadi bisa menjangkau dari
usia remaja, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.
Sari
sendiri melihat peluang yang ada di dunia handmade seperti apa?
Peluangnya besaaaar sekali, hehe… Dua tahun belakangan ini makin banyak orang-orang yang
membuat produk kreatif dan menjualnya, tidak hanya sebagai hobi. Ini karena
produk handmade banyak macamnya, setiap crafter mempunyai ciri khas produk yang
berbeda, serta makin berminatnya masyarakat dengan produk handmade. Jadi
mungkin saja jika ada satu orang membeli dua tas dari dua crafter yang berbeda karena keunikan masing-masing tadi.
Menurut
Sari, apa hal paling utama yang harus dilakukan oleh seorang crafter agar
kreativitasnya terus berkembang?
Rajin bersosialisasi dan senang belajar. Dengan bertemu dan sharing dengan sesama crafter,
mengikuti pameran atau bazaar produk kreatif, buka-buka web craft, serta
mencoba hal/teknik craft yang belum dikuasai, buat saya ampuh untuk mengundang
munculnya kreativitas.
Inovasi
seperti apa nih yang akan dikembangkan oleh Sari dengan Asimetris Aksesorisnya
di masa depan…
Dalam hal produksi sih jelas ingin mengembangkan bahan yang digunakan, jadi
tidak hanya menggunakan benang rajut. Sekarang sih sudah mulai mengkombinasikan
rajutan dengan kain katun. Kalo jangka panjangnya, karena sandal/sepatu
termasuk produk fashion, ingin juga sandalnya Asimetris meramaikan dunia
fashion di Indonesia. Sedang mimpi lainnya, seperti crafter kebanyakan, ingin
buka toko offline, iingin juga bikin sanggar craft. Kalau selama ini adanya sanggar lukis atau tempat les mata
pelajaran sekolah, saya juga ingin bikin sanggar yang khusus mempelajari craft.
Aduuuh, mimpinya banyak ya, hehe…
Instagram: @asimetris




Tidak ada komentar:
Posting Komentar