Sandal telah digunakan dan dikenal manusia sejak jaman Mesir Kuno. Pun bangsa Syria, Romawi, dan Yunani turut pula menjadi pengguna sandal. Jika ditarik lebih jauh lagi, bahkan ditengarai sandal telah ada dan diciptakan oleh manusia pra-sejarah meski hal ini tidak memiliki catatan tertulis yang jelas. Ada pula legenda yang mengatakan bahwa sandal pertama kali digunakan di daerah Cina.
Pada Awal
perkembangan, sandal dibuat dari bahan kayu dan
dikombinasikan dengan bahan karet. Ada pun kayu yang digunakan adalah kayu ringan sejenis kayu abasiah dan bentuk
atas alasnya disesuaikan dengan bentuk bawah kaki penggunanya. Sandal sendiri sebenarnya mulai populer dengan fungsinya yang dianggap praktis seusai perang dunia ke-2. Kala itu, banyak tentara Amerika Serikat yang pulang berperang membawa oleh-oleh sandal atau yang lebih dikenal dikalangan mereka dengan sebutan beach sandal.
Indonesia tentu tak pula tertinggal dalam urusan sandal. Alas kaki yang sangat populer dan telah berkembang menjadi salah satu industri fashion ini telah ada semenjak abad ke-7 pada masa kerajaan Tarumanegara. Hal ini dibuktikan melalui sebuah prasasti yang menampilkan cetakan tapak kaki raja. Berdasarkan penelitian, banyak pihak yang berpendapat bahwa cetakan tapak kaki tersebut merupakan cetakan sandal yang digunakan oleh raja.
Berbicara sandal memang tak pernah habis dengan polemik yang beredar disekitarnya. Satu hal yang pasti, kita harus berterima kasih pada teknologi. Melalui teknologi dan kecerdasan, sandal yang pada awalnya berbahan keras telah berubah menjadi nyaman dengan digunakannya bahan karet yang dibentuk sesuai kebutuhan penggunanya.
(Nugraha Sugiarta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar