Selama
ini, banyak orang menganggap remeh ketika sakit mendera lambung. Memang,
penyakit yang diakibatkan asam lambung terkadang dianggap sepele. Padahal, jika
asam lambung tersebut naik ke tenggotokan, dapat menyebabkan kerusakan pada
saluran tenggorokan. Bahkan, yang lebih fatal lagi ia dapat menyebabkan
terjadinya kanker. Naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa disebabkan banyak
hal, baik itu pola makan maupun pola hidup tidak sehat, hingga kegemukan. Pola
makan yang tidak sehat di antaranya terlalu sering mengonsumsi teh, kopi, dan
juga mengisap rokok. Naiknya asam lambung ke tenggorokan ini dalam ilmu
kedokteran disebut GERD (Gastroesophageal
Reflux Disease).
Harus
diakui, pendeteksian dini terhadap GERD memang agak sulit. Adakalanya, para
penderita mengira bahwa dirinya hanya terserang penyakit maag biasa. GERD sendiri
merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan yang
menyebabkan gejala yang mengganggu hingga terjadi komplikasi. Aliran balik asam
lambung ke kerongkongan tidak hanya menjadi pemicu sindrom GERD tetapi juga
menyebabkan luka pada kerongkongan atau esofagitis.
GERD
yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi antara
lain yaitu penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang
disebut Barrett's esophagus (terjadi
pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam
usus). Jika hal ini terjadi, perjalanan penyakit ini berhubungan dengan kanker
kerongkongan. Meski agak sulit dideteksi, GERD ternyata memiliki beberapa
gejala khas, yakni rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa
sakit waktu menelan. Gejala tambahannya meliputi serangan asma yang frekuen,
batuk lama rekfakter dengan pengobatan, suara serak, mual dan muntah, nyeri
dada nonkardiak, dan sendawa. Adapun gejala utama penyakit ini adalah muculnya
sensasi rasa panas seperti terbakar pada dada dan terasa pahit dan asam pada
mulut. Rasa terbakar ini umumnya akan menyerang tengah bagian belakang tulang
dada. Gejala ini sering dimulai dari bagian atas perut dan menyebar ke atas
menuju bagian leher.
Faktor Resiko Penyebab
GERD
GERD
berhubungan dengan beberapa faktor resiko dalam gaya hidup atau pola konsumsi.
Resiko GERD semakin besar bila ada kebiasaan merokok atau minum alkohol,
mengonsumsi makanan berlemak, cokelat, minuman berkafein, makanan asam, dan
makanan pedas.
Satu
hal yang perlu diwaspadai, penderita GERD umumnya mudah pula terserang penyakit
asma. Bukti keterkaitan antara penyakit GERD dan asma telah ditemukan para
ilmuwan dari Duke University Medical Center. Hubungan antara dua kondisi ini
pertama kali dicatat ilmuwan tahun 1970 dan sejak saat itu penelitian demi
penelitian menunjukkan bahwa antara 50 hingga 90 persen pasien asma juga bakal
menderita gejala GERD. Namun, hubungan aktual antara GERD dan asma belum jelas
saat itu. Dalam penelitian terhadap tikus, tim peneliti dari Duke menemukan
bahwa dengan menghirup sejumlah kecil cairan perut yang naik ke esophagus dapat
menyebabkan berubahnya sistem kekebalan tubuh hingga memunculkan asma.
Bagi
yang sudah pernah menderita GERD dan ingin meminimalisasi kejadian gastrik reflux (naiknya cairan lambung
ke tenggorokan hingga membuat sakit tenggorokan) dan mengurangi risiko
munculnya asma, berikut tes sederhana yang bisa dilakukan. Makanlah
sedikit beberapa jam sebelum tidur malam, naikkan bantal sedikit beberapa
sentimeter, dan batasi konsumsi lemak, kafein dan alkohol, latih diri agar
rileks terutama rileks di tenggorokan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar