Lahir
pada awal tahun 1929, Mang Udjo (Alm) kemudian menjelma menjadi salah satu
tokoh yang berjuang untuk terus memerkenalkan angklung. Buku ini berkisah
mengenai lika-liku perjalanan hidup Mang Udjo dari kecil hingga kepergiannya.
Bagaimana awal ketertarikannya terhadap alat musik tradisional Sunda hingga
bagaimana alat musik tersebut, di tangan seorang Udjo, berkelana hingga
menembus manca negara.
Dibesarkan
di keluarga petani, Mang Udjo telah mengenal angklung semenjak usia empat
tahun. Kecintaannya terhadap angklung kemudian menggerakkan hatinya untuk
mendirikan Saung Angklung Udjo (SAU), meski untuk itu ia harus menjual baju dan
meminjam uang dari sang kakak. Berawal dari sebuah lahan sempit dan halaman
bersumur, SAU dan Mang Udjo terus bergerak hingga akhirnya saung tersebut
menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki oleh Bandung.
Buku
ini tidak hanya sekadar mengisahkan perjalanan Mang Udjo. Lebih dari itu, ia
sarat akan pesan yang memberikan motivasi. Menguak lebih dalam tentang
pemikiran Mang Udjo yang begitu mencintai kebudayaan dan kesenian yang
dimilikinya. Ia layak dibaca oleh mereka yang ingin mengetahui lebih dalam
perihal seluk-beluk dunia tradisi.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar