Lubna adalah pelukis
yang juga gemar dengan dunia crafter. Tak tanggung-tanggung, pun mulai dari ibu
sampai kedua kakaknya adalah pula para crafter handal. Bermula dari nekad. Kini
Lubna terus bergerak bersama Neem Homecraft, berkarya tanpa henti.
Sejak
kapan, nih, Lubna aktif dengan kegiatan craft? Gimana kisahnya?
Saya pertama kali aktif
di dunia craft sebenarnya secara tidak sengaja dan sedikit “terpaksa” hehehe… Pertama
kali saya membuka online shop Neem Homecraft setelah ayah saya yang menjadi
tulang punggung keluarga meninggal dunia dan
uang tabungan kita mulai menipis. Jadi saya nekat untuk coba coba
menjual karya-karya kakak dan ibu saya, sedang saya hanya sebagai admin FB-nya
saja. Tapi melihat pasarannya cukup bagus dan menjanjikan, saya mulai ikutan belajar
membuat karya craft seperti sarung bantal dan tas. Modalnya masih pake mesin
jahit manual, jahitan masih berantakan, trial dan error, dapat complain dari
customer saat pertama kali. Tapi dari situ saya termotivasi untuk belajar banyak
tentang dunia craft dan bisnis sampai sekarang.
Karyanya
beragam banget, mulai dari bags sampai crochet. Apa aja, nih, karya yang
menjadi fokus dari Neem Homecraft?
Karya Neem Homecraft
beragam karena yang mengisi toko online ini sejak awal bukan saya sendiri, tapi
juga dua kakak dan juga ibu saya meskipun sekarang sebagian besar adalah karya
saya sendiri karena kesibukan mereka masing masing. Saya sendiri lebih
cenderung ke tas atau dompet serta hiasan rumah seperti sarung bantal. Saya
terbiasa membuat produk beragam sesuai dengan kebutuhan pada waktu tertentu,
seperti saat menjelang Ramadhan saya lebih mengutamakan hiasan rumah karena itu
yang paling dicari pada waktu tersebut.
Karyanya,
kan, beragam banget, nih… Gimana cara paling efektif yang dilakukan Lubna
sehingga dapat terus kreatif dan inovatif?
Saya suka sekali
browsing melihat gambar gambar di internet dan majalah. Inspirasi bisa datang
dari mana saja, kadang saat jalan jalan saya suka memperhatikan orang orang
lewat, apa yang mereka bawa, jenis tas apa yang orang suka dan butuhkan, meski
kadang malu juga, takut dikira mau copet, hahaha... Setelah itu saya bisa gabungkan
dengan ide-ide lain untuk menjadikan karya baru yang original. Kadang juga
customer saya yang memberi ide dengan memesan sesuatu produk yang sesuai dengan
kebutuhan profesi mereka tapi memberi saya kebebasan untuk mengembangkan ide
tersebut menjadi produk baru.
Kendala
apa, sih yang kerap dihadapi oleh Lubna sepanjang pengalamannya bergelut dalam
dunia craft?
Soal kendala, yang
paling sulit sebenarnya karena lokasi saya yang berada di tengah persawahan
yang cukup jauh dari kota, pengiriman yang menjadi masalah. Juga mencari
pegawai yang punya bakat craft ataupun yang mau diajari sangat sulit. Di tempat
saya masih banyak yang menganggap pekerjaan sebagai crafter kurang menjanjikan.
Tema-tema
“bunga” kayaknya banyak banget di karya-karya Lubna. Mengapa bunga? Apa yang
menarik dari tema yang diangkat oleh Lubna dalam karya-karyanya?
Saya sebenarnya lebih
suka berkarya patchwork atau lukis dengan tema tema yang cute seperti boneka
dan pemandangan karena lebih bebas berinovasi dan sesuai dengan pekerjaan saya
selama ini yaitu pelukis. Tapi karena peminat karya Neem Homecraft dari
kalangan perempuan, bunga tetap jadi tema utama karena itu yang paling diminati
pembeli.
Siapa
atau apa, nih, yang menjadi insiprasi Lubna dalam berkarya?
Karya yang
menginspirasi saya pada awalnya adalah karya karya quilters jepang. Kagum
dengan detil jahitan dan ide ide mereka yang fresh banget. Segala yang ada
disekitar kita bisa jadi ide untuk berkarya, mereka yang jadi inspirasi saya.
Terakhir,
hal besar apa yang ingin diraih Lubna dengan bergelut di Neem Homecraft?
Hal besar yang saya
ingin raih bersama Neem Homecraft banyak banget! Diantaranya dengan Neem
Homecraft saya ingin orang lebih menghargai karya craft handmade, terutama
dalam negeri, dan bisa membuat karya karya yang lebih bermutu yang bisa
bersaing dengan produk bermerk luar negeri, menginspirasi dan mengajak banyak
orang untuk berwirausaha. Dan harapan-harapan pribadi, ingin bisa mandiri dan bisa memberangkatkan
ibu saya pergi haji...





keren banget karya2nya ^^
BalasHapus