Bermula dari “dendam
pribadi” pada masa kecil, ibu tiga anak ini mencoba menekuni hasratnya di
bidang handmade setelah mengundurkan diri dari pekerjaan. Baginya boneka
bukanlah sekadar mainan. Namun, dibalik tiap boneka yang ia buat, selalu ada
kisah-kisah seru tentang perjalanan sang boneka. Selain boneka, Mbak Indarwati
pun membuat karya-karya lainnya. Psst… Bentar lagi buku craft karangannya akan
terbit, so check it out!
Halo
Mbak Indarwati… Karyanya banyak boneka, nih… hehe… Boneka-boneka seperti apa
aja, nih, yang dibuat oleh Ayaran Craft?
Kalau ngomong soal
boneka dan Ayaran Craft, saya harus balik ke tahun 2008 nih, pada saat awal
mengenal kerajinan tangan. Waktu itu, karya pertama yang saya bikin adalah
boneka jari. Lalu sampai ke boneka untuk gantungan mobil dan sebagainya. Masih
pakai bahan felt dengan label ImutKiut. Sempat vakum karena nggak ada asisten
sementara saya punya bayi lagi. Baru Agustus kemarin Ayaran Craft dibangkitkan.
Ganti brand karena produk nggak hanya yang berbentuk imut dan lucu seperti
boneka kecil dan mainan anak, tapi berkembang. Ayaran sendiri singkatan dari
nama panggilan anak-anakku Ais, Yasmin, Ranu. Jadi, craft bagi seorang crafter
itu memang seperti anak-anaknya, yang dikandung, dilahirkan, dibesarkan dengan
penuh cinta…
Kalau
ngomongin boneka, pasti ngomongin mainan atau koleksi. Kalau Mbak sendiri
melihat makna dari “boneka” itu seperti apa, sih?
Satu kata untuk boneka:
FUN. Boneka jelas ada muatan edukasinya, bisa menunjang imajinasi, termasuk di
dalamnya untuk bermain peran. Dia adalah juga teman setia yang nggak akan
pernah mendebat kita, Hahaha... Obsesiku hubungannya dengan koleksi adalah
bikin boneka dengan pakaian adat seluruh Indonesia, 34 propinsi kalau bisa.
Kemarin sempat bikin yang dari felt. Tapi berhenti tengah jalan. Saya orangnya
suka detail dan tak mudah puas, sementara felt selain memiliki beberapa
kelebihan, dia juga memiliki banyak kekurangan terutama dari segi motif
dibanding kain lainnya, misal katun.
Apa
yang membuat Mbak tertarik dengan boneka itu sendiri sampai kemudian terpikir
untuk ngebikin Ayaran Craft?
Dendam masa lalu sih kalau
boleh jujur, hehe... Jadi ceritanya saya ini lahir dari keluarga pas-pasan.
Boneka di masa kecil saya ada dua yang entah didapat orang tua saya darimana. Mainan
bekas dari bahan sejenis karet berbentuk perempuan mandi dan anjing itu sangat setia
menemani. Saya suka membuatkan rok dr sobekan pakaian kami yang tak terpakai. Setelah
resign dari sebuah pabrik kapal di Surabaya pada tahun 2004, saya mencoba
mengekplorasi passion selain di bidang teknik yaitu menulis. Dari kecil saya
memang gila baca. Sampai kemudian alhamdulillah punya beberapa novel, buku
nonfiksi, dan antologi. Pindah rumah, beda lingkungan, saya jadi stag nulis.
Selingkuhlah sama craft sampai sekarang. Kenapa boneka? Karena saya suka bikin
dan mendandani boneka. Anak-anakku juga suka main boneka.
Apa
keunikan yang ada dari tiap karya Ayaran Craft?
Always a story behind
the scene. Maksudnya gini, untuk boneka unik karena teknik pembuatannya saya
try and error sendiri hasil dari gabungan beberapa teknik dan ada temanya.
Untuk yang pakai batik kain panjang dan kebaya kuberi nama Kartini, lahir pas
bulan Agustus, bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Jadi Kartini mewakili
semangat perubahan dan kemerdekaan bangsa. Nggak hanya dimunculkan pas april
atau november saja. Untuk barang reused and recycle unik hasil akhirnya
tergantung pada bendanya. Misal tas, justru cuttingnya enakan bikin baru daripada
ngededel dan jahit lagi dari bahan yang sudah jadi seperti baju atau celana.
Pesan
apa, nih, yang ingin disampaikan Ayaran Craft ini melalui karya-karya
buatannya?
Hargai diri sendiri, peduli
sekitar, cintai bumi.
Mbak
Indarwati sendiri melihat handmade dalam kacamata UKM seperti apa, sih?
Jelas akan tetap
menjanjikan prospeknya. Secara, industri kreatif gitu, lho. Fleksibel bagi ibu
rumah tangga yang ingin berkarya tanpa harus meninggalkan rumah, membuka
lapangan kerja, dan jelas turut menggerakkan kemandirian ekonomi bangsa.
Hal
paling mengagumkan yang pernah Mbak alami selama bergelut di dunia handmade?
Jujur, saya masih minim
pengalaman apalagi prestasi. Tapi untuk saat ini, yang bisa saya banggakan
mungkin adalah sebentar lagi buku craft dengan judul Daur Ulang Barang Bekas
terbitan Demedia Pustaka keluar. Kenapa saya bangga dengan itu? Karena selain
menyalurkan passion di bidang penulisan dan kerajinan, saya berharap bisa
menularkan virus go green, cinta bumi pada pembaca. Di buku itu ada bagaimana
memanfaatkan kertas koran, perca, botol, dan lain-lain di sekitar kita menjadi
barang baru yg bermanfaat. Saya berharap sekali bisa memberi
pelatihan-pelatihan berdasarkan isi buku tersebut dan pengetahuan dan pengalaman
saya meski masih cetek ini. Amiinnn.
+another+view+from+room+511a.jpg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar