13.9.13

Mengamati Keramik

Siapa yang tak mengenal seni kerajinan keramik? Karya tangan yang satu ini telah cukup lama populer di kalangan masyarakat luas. Sesuai namanya, keramik berasal dari kata keramikos yang berarti tanah liat. Meski demikian, pada perkembangannya, keramik tidak hanya berbahan dasar tanah liat. Saat ini, keramik diartikan sebagai bahan bukan logam dan anorganik serta berbentuk benda padat.

Indonesia tak pula ketinggalan dengan seni yang satu ini. Berbagai komoditi keramik atau yang kerap disebut kerajinan gerabah telah lama dimiliki oleh Indonesia. Benda-benda seperti kendi air minum atau tempat wudhu adalah beberapa contoh dari seni gerabah kuno yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan, karya-karya tersebut ditengarai mampu dan memiliki potensi untuk mendunia.


Perkembangan jaman yang semakin modern tidak serta merta menghilangkan seni keramik dari muka bumi. Para pengrajin keramik terus melakukan inovasi agar seni keramik tetap dimininati. Contohnya saja seperti guci yang dahulu hanya digunakan untuk tempat air kini telah bermetamorfosa menjadi hiasan yang kerap kita jumpai di ruang tamu.

Berbicara mengenai keramik haruslah pula berbicara mengenai ukir-ukiran yang dimilikinya. Diperlukan keterampilan dan ketelitian tingkat tinggi untuk membuat ukiran pada keramik sehingga kualitas yang dihasilkan pun memiliki nilai yang baik. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri tersendiri dalam ukiran keramik yang dimilikinya. Di daera utara sumatera, misalnya.,motif rerumputan liar banyak digunakan dalam ukiran keramik, sedangkan di daerah Jawa, ukiran keramik biasanya mengambil motif seperti yang ada di candi atau tumbuhan. Di Indonesia sendiri, pada saat ini industri keramik masihlah dibuat dalam taraf usaha rumah tangga dan dibuat dengan menggunakan tangan sehinggga masih dikategorikan sebagai kerajinan.
(Nugraha Sugiarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails