Fira dan Yudi adalah
sosok paling trengginas dan bertanggung jawab terhadap mabuknya saya akan
karya-karya vintage nan kece berlabel Red Oak. Berawal dari notebook, keduanya
lalu dengan semangat 45 merambah pada beragam jenis karya-karya berbentuk buku
lainnya. Konon, Red Oak diambil dari filosofi yang bermakna kuat dan berumur
panjang. Demi melihat karyanya, semua orang pasti bersetuju dengan filosofi
itu.
Fira
dan Yudi dengan Red Oak-nya, kan, bikin beragam notebook. Sebenarnya
“buku-buku” apa sih yang dibuat Red Oak?
Awalnya kita bikin
notebook aja buat catatan kuliah atau diary. Tapi lama-lama kita eksplor lagi jenis-jenis
buku yang lainnya sampai akhirnya kita bikin scrapbook, buku tamu undangan
pernikahan, album foto, sampai buku untuk souvenir nikahan juga kita bikin.
Pokoknya yang berbentuk buku deh. Sekarang ini kita lagi konsen ke wedding
goods.
Red
Oak. Apa, nih, artinya? Ada apa dengan Merah?
Untuk namanya kita
ambil filosofinya pohon oak yang kuat dan umurnya panjang, jadi doa di dalam
namanya, ya, semoga Red Oak ini bisa panjang umur dan kokoh terus. Kebetulan
namanya juga bagus untuk dijadiin brand, hehehe.
Sudah
semenjak kapan kalian berjibaku dengan handmade? Kok, bisa?
Kita serius di handmade
dengan Red Oak ini masih baru, sih, baru satu tahun. Tapi masing-masing memang
seneng barang-barang handmade dari dulu. Cuma paling, ya, buat iseng-iseng dan
konsumsi sendiri aja, Enggak diseriusin dan enggak komersil.
Oh,
ya. Apa, nih, yang menarik dan berbeda dari “buku-buku” yang dibuat oleh Red
Oak?
Yang menarik dari buku
Red Oak ini adalah konsep dan pemilihan bahannya. Untuk covernya itu kita pakai
kain katun bermotif dan ada aplikasi piringan hitam yang dibentuk sedemikian
rupa di covernya. Itu yang bikin buku kita beda dari buku-buku lain yang ada di
pasaran. Cuma mungkin untuk ke depannya kita ga akan pakai piringan hitam lagi.
Karena selain barangnya udah langka, kita juga pengen eksplorasi lagi. Pengen
cari barang-barang unik lainnya yang bisa diaplikasikan ke buku-buku kita. Selain
itu, kita juga terima pesanan. Jadi kalau ada yang mau bikin custom sesuai keinginan
masing-masing kita bisa bikinin. Misalnya mau dikasih nama, quotes, atau foto
itu bisa kita bikinin. Nanti kita bantu pilihin yang cocok supaya hasilnya
bagus. Cocok banget buat yang mau kasih kado buat orang-orang tercintanya, hehe…
Kalau
aku lihat, karya-karya Red Oak tampak sedikit bergaya vintage dan beraura
melankolis, hehe… Red Oak sendiri memahami kata “style” dalam berkarya seperti
apa, nih?
Dari awal konsep Red
Oak ini emang dibikin vintage dan agak girly. Makanya hasilnya kayak gini deh
hehehe. Menurut kita, suatu brand itu harus punya style-nya masing-masing yang
jadi pembeda dengan brand-brand lainnya. Jenis produknya boleh sama, tapi kita
harus punya identitas. Makanya penting banget nentuin genre atau “style” dari
brand kita sendiri.
Apa
yang mendasari Red Oak sehingga bisa terus konsisten berkarya handmade?
Menurut kita sih
barang-barang handmade itu punya nilai lebih dibandingkan dengan barang-barang
buatan pabrik yang pakai mesin dan diproduksi massal. Kesannya dibuat lebih
pake hati gitu, hehehe. Orang pun lebih mengapresiasi barang-barang handmade. Walaupun
pengerjaannya lebih sulit, tapi hasilnya bisa jadi lebih detail dan memuaskan.
Makanya untuk sekarang dan kedepannya kita bakal bertahan di dunia handmade.
Dan sejauh ini sih buku-buku Red Oak belum bisa dikerjain pakai mesin. Tapi
tenang aja, kualitasnya dijamik kok, hihihi…
Pencapaian
seperti apa, sih, yang diinginkan Red Oak di masa depan?
Waaah, untuk ke
depannya kita ingin lebih dikenal banyak orang. Menjadi brand yang diakui dan diperhitungkan. Kita
juga pengen produk kita disukai sama banyak orang dan laku keras dong pastinya,
hehehe. Kita bakal terus menjaga kualitas produk kita supaya tetap dipercaya
sama orang-orang.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar