Ruri mungkin merupakan
salah satu crafter paling bersahabat yang pernah saya temui. Yap, sesuai dengan
nama Kelingking yang bermakna persahabatan, percakapan dengan Ruri mengalir
mulai dari dunia handmade lokal sampai gosip lokal. Satu hal yang pasti, segala
persahabatan itu memang terlihat dari karya-karyanya yang super cantik dan
unik.
Ada
apa sebenarnya dengan kelingking? kok dinamain Kelingking Kecil? Enggak Jempol
Besar gitu. misalnya, hehe…
Hehehe… Aku pake
nama kelingking karena itu simbol persahabatan. Ikatan persahabatan dan janji
untuk damai, kan, biasanya dilakukan dengan mengaitkan jari kelingking
masing-masing. Dulu sempet punya nama brand lain tapi karena suatu hal akhirnya berhenti
ditengah jalan. Lalu ada seorang sahabat yang benar-benar jadi penyemangatku
untuk kembali berkarya. Jadinya untuk brand yang baru aku pakai nama
kelingking.
Oh,
ya. Apa aja, sih, karya yang dibuat oleh Ruri?
Macem-macem. Ada
boneka, bantal, tas dompet, aksesoris, tempat tissue, dan lain-lain. Motonya,
kan, "craft all the things", jadi semuanya masuk.
Kenapa,
nih, kamu Sekonyong-konyong bisa asyik-asyikan di dunia craft dan handamde?
Sebenarnya sudah dari SMA aku suka bikin-bikin craft dari flanel, cuman belum kepikiran
juga kalo itu bisa dijadikan bisnis. Baru tahu setahun lalu kalau ada dunia
yang bernama "craft”, hihi…
Apa
yang bikin kamu tertarik, sih, pas waktu jaman SMA dulu itu?
Karena memang udah
panggilan jiwa kali, ya, hehe... Dari dulu suka bikin pernak pernik tapi, ya,
buat konsumsi pribadi, sih. Ibuku juga, kan, penjahit, jadi dari SMP aku sudah
bisa jahit.
Bakat turunan ternyata, hehe… Nah,
kalau Kelingking Kecil sendiri sebenarnya apa, sih, ke-khas-an yg dimilikinya?
Khasnya dari warnanya. Warnanya aku selalu pilih warna-warna cerah ceria. Terus
setiap item aku bikin berbeda dari item yang lain. Jadi buat yang beli enggak
perlu khawatir ada yang nyamain.
Kalau
konsep dan inspirasi berkaryanya sendiri darimana, tuh? Dapat wangsit atau gimana,
hihi…
Kalau inspirasi dari
banyak sumber, sering-sering lihat karya orang lain, googling, pinterest, dan
juga dari teman-teman Indonesian Crafter.
Menurut
Ruri, iklim handmade lokal sekarang ini gimana?
Handmade lokal
menurutku sudah patut diacungin jempol. Hanya terkadang masyarakat indonesia
kurang menghargai hasil karya handmade. Misalnya
kalau pas beli, selalu saja harganya dibandingin sama produk buatan pabrik,
padahal menurutku kalau handmade wajar sekali kalau harganya lebih mahal.
Mimpi apa, sih, yang ingin diraih ruri dengan Kelingking kecilnya?
Mimpiku ingin bisa
membuka lapangan pekerjaan bagi perempuan-perempuan yang suka berkarya. Alhamdulillah udah bisa mempekerjakan satu orang. Kalau
internal pribadi sih aku inginnya saat menikah nanti aku nggak perlu kerja
kantoran lagi seperti saat ini. Aku inginnya jadi ibu rumah tangga yang
karyanya mendunia…





Tidak ada komentar:
Posting Komentar