Siapa yang tidak
mengenal gelang. Aksesoris yang menjadi pemanis tangan atau kaki ini kerap
dikenakan oleh berbagai kalangan. Mulai dari yang bertahtakan berlian sampai
gelang-gelang unik yang dibuat sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai
bahan mulai dari manik-manik sampai bebatuan. Saking populernya gelang di
kalangan umat manusia sepenjuru dunia, ia bahkan telah berhasil menipu jutaan
kepala. Gelang power balance yang
digembar-gemborkan mampu meningkatkan daya tahan tubuh ternyata hanya isapan
jempol belaka. Jikalah, power balance ini
berbentuk kaus kaki, misalnya. Akankah ia tetap dapat menarik minat banyak
orang? Mungkin belum tentu. Ya, gelang dan pesonanya memang sulit ditepikan,
bahkan dari ribuan tahun lalu.
Jika Yunani menekankan
fungsi gelang sebagai perhiasan penunjuk status, maka Mesir menjadikan pula
gelang sebagai sesuatu yang sakral. Ia menjadi bagian penting yang tak bisa
terpisahkan dalam berbagai ritual keagamaan. Pada masa ini, gelang dipercaya
memiliki kekuatan gaib. Tak hanya Mesir, gelang yang dianggap “sakti
mandraguna’ ini pun menyebar pula di kawasan Amerika Latin, Asia, dan berbagai
tempat di Eropa, meski pada abad pertengahan, gelang sempat mengalami penurunan
pamor di kalangan lelaki karena dianggap terlalu feminim. Konon, penduduk Asia
dan Eropa kala itu percaya bahwa siapapun yang menggunakan gelang akan
terhindar dari kesialan. Adapun penduduk Amerika Latin memercayainya dalam
konteks yang sedikit berbeda. Mereka memakaikan gelang untuk para bayi karena
percaya gelang mampu melindungi sang bayi dari setan.
Pada akhirnya, sesuai
perkembangan jaman, fungsi gelang memang terus pula mengalami transformasi.
Kini, selain sebagai perhiasan, gelang kerap pula digunakan sebagai salah satu
bentuk solidaritas bagi para pemakainya. Adalah Lance Armstrong pencetusnya.
Pemenang balap sepeda Tour de France di tahun 1999 ini membuat gelang kuning
yang dijual untuk menghimpun dana bagi yayasan kanker yang didirikanya. Sejak
itu, gelang dengan warna tertentu dipergunakan sebagai tanda dukungan, seperti
hitam untuk mendukung anti rasisme, biru untuk anti bullying, sampai gelang
berwarna putih untuk solidaritas memerangi kemiskinan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar