Suatu sore dan kebutuhan akan celana selalu memabukkan bagi saya. Pasalnya, nyaris tak ada toko baju yang menyediakan ukuran celana untuk pinggang saya nan langsing ini! Penjahit pun jadi korban. Tangan-tangan cekatannya lalu dengan lincah mengukur-ukur tubuh saya nan amboi ini. Ya, mencari tukang jahit adalah perkara paling mudah. Di setiap sudut kota, pastilah sebuah bangunan dengan tulisan “tailor” atau “jeans” bertebaran dengan gegap gempita.
Bagi saya, penjahit adalah pekerjaan yang masih bersaudara dengan dunia handmade meski dibantu oleh mesin. Klasik, ever lasting, dan dibutuhkan meski kurang diperhatikan dalam keseharian. Sejarah permesin jahitan memang kerap terlupakan. Ia kerap dianggap kegiatan sambil lalu, padahal, dari proses pengukuran sampai dengan pembuatan pola sampai menjadi celana, baju, atau jas yang kita kenakan, adalah berkat sentuhan tangan-tangan terampil yang memang ahli dibidangnya.
Mengapa ia dibilang klasik? Kegiatan menjahit yang sudah di kenal orang sejak 20.000 tahun yang lalu, jauh sebelum orang mengenal cara menenun, jarum jahit sudah di kenal manusia sejak zaman Paleolitik. Pada perkembangannya, penemu berkebangsaan Inggris, Thomas Saint menciptakan mesin jahit pertama dan sekaligus mematenkann ya pada tahun 1790. Mesin jahit ciptaan Saint tidak diproduksi dan hanya sampai pada tahapan model untuk pendaftaran paten.
Kisah mesin jahit kemudian menjadi menyedihkan ketika Pada 1830, penjahit Perancis Barthelemy Thimonnier menciptakan dan mematenkan mesin jahit yang dapat dipakai menjahit. 80 unit mesin jahit ciptaannya dipakai oleh Angkatan Darat Perancis untuk menjahit seragam tentara. Tragisnya, Thimonnier meninggal dalam keadaan pailit di Inggris setelah pabriknya di hancurkan para penjahit yang merasa pekerjaanya terancam oleh mesin.
Isaac Merritt Singer adalah generasi penemu berikutnya. Nama yang sangat terkenal dalam dunia jahit-menjahit ini mulai merancang mesin jahit pertamanya pada tahun1850. Ide membuat mesin jahit didapatkannya dari mesin jahit Orson C.Phelps dari Boston yang diproduksi di bawah lisensi Lerot dab Blodgett. Pada1851,Singer memantenkan mesin jahit jahitan kunci pertamanya,dan mendirikan perusahaan I.M. Singer & Company.Dua tahun berikutnya,Singer sukses sebagai produsen dan penjual mesin jahit terbesar di amerika serikat,dan terbesar di dunia pada tahun 1855.pada tahun 1891,singer mulai memakai motor listrik untuk menggerakan mesin jahit untuk industri komersial.
Namun, ibarat pertempuran, perjalanan mesin jahit ternyata laksana pertempuran di medan perang. Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Adalah sebuah nama Elias Howe yang menggegerkan jagat perjahitan. Mesin buatannya menggunakan dua benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang untuk benang di bagian ujung. Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan benang di sisi bawah kain. Sebuah benang dari arah lain disisipkan ke dalam lengkungan tadi. Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain. Konon, temuan ini lahir dalam mimpinya. Ia bermimpi ditusuk oleh seorang kanibal dengan tombak dalam tidurnya. Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi buat menciptakan jarum yang sudah lama dicarinya.
Temuannya inilah yang kemudian menjadi silang sengketa. Howe menuduh Singer menjiplak idenya. Seorang penemu lainnya bernama Hunt juga turut dituntut oleh Howe karena dianggap pula telah meniru ciptaannya. Hunt sendiri adalah penemu yang melankolis. Ia membatalkan patennya pada tahun 1834 karena berpikir bahwa ciptaannya akan membuat pengangguran meningkat. Pertarungan kemudian dimenangkan oleh Howe, yang sayangnya kemudian mendonasikan sebagian keuntungannya untuk pasukan infanteri pada perang saudara Amerika Serikat.
Wah, saya jadi terlalu panjang bercerita. Pertemuan saya dengan seorang penjahit memang terlalu menggelitik saya untuk menulis tentang kisah perjalanan mesin jahit yang melankolis ini. Tentang sebuah perjuangan, persaingan, sampai peperangan. Tentang bagaimana sebuah alat yang kerap dianggap sepele ini adalah sebuah simbol intelektualitas. Selamat menjahit kawan-kawan :)





salam ada tak jarum warna hitam?
BalasHapusjika ada inbox saya di facebook....Zainuddin Bin Chuit
BalasHapus